Semarang, (Rabu, 16 Juni 2026); Kegiatan terprogram bertajuk “REKOLEKSI PENGALAMAN PROFESI”, digelar Timja Pelajar Yayasan Binterbusih selama 2 hari, bertempat di Aula Griya Paseban Jl. Dokter Ismangil No. 18A, Bongsari, Kec. Semarang Barat 50148; Sebanyak 96 siswa SMA dan SMK kelas X-XI yang saat ini tinggal di dalam Asrama dan luar asrama terlibat pada kegiatan tersebut.

Kegiatan kali ini merupakan rangkaian dari aktivitas “LIVE IN PROFESI SISWA PESERTA BEASISWA YPMAK 2026”, yang telah dimulai pada Jumat, 12 Juni 2026 mengisi akhir semester pelajar SMA-SMK dampingan Yayasan Binterbusih dan mengisi liburan sekolah; bertema “Jadikan pengalaman sebagai investasi terbaik bagi masa depanmu dan Tanah Papua”.
Ada harapan yang lebih besar yang terbersit pada kegiatan tersebut; Hal ini merujuk pada tolok ukur pada “pendidikan dan pendampingan yang berhasil jika para lulusan dampingan Yayasan Binterbusih kelak tumbuh menjadi pribadi yang berdikari dan mampu memberikan dampak sosial yang nyata khususnya di tanah Papua.

Program live in profesi diharapkan mampu menghantarkan para siswa ini dipersiapkan untuk memberi warna dan integritas di pemerintahan setempat. Selain itu para siswa kedepan bisa memberi pengaruh positif, berwawasan luas, membawa keluarganya hidup lebih sejahtera dan bersikap sebagai seorang profesional di bidang keilmuan, pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki.
Melalui serangkaian panjang persiapan dan rapat-rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh Timja Pelajar Yayasan Binterbusih; melibatkan 16 orang panitia dan 4 orang fasilitator rekoleksi; Kegiatan yang dimulai pada hari Jumat, 12 Juni 2026; berakhir pada hari Selasa, 16 Juni 2026 dengan agenda utama sharing pengalaman dan ditutup pada malam hari usai makan malam.
Lokasi live in profesi yang telah dilalui terbagi dalam 7 wilayah kerja meliputi : Wilayah Kokap, Kulon Progo dan Purworejo untuk profesi pertambangan dan guru; Pusdik Binmas Polri Simongan, Polairut Semarang, Pelindo Tanjung Mas untuk profesi kedinasan; Panti Wredha Rindang Asih Boja, Panti Asuhan, Tegal Sari, Panti Wredha Griya Tyas Dalem Semarang; Bisnis Angkringan Modern BSB, Lahan Pertanian Mranggen, Home Industri Gunung Pati; Lingkungan Sayung Demak; GBI Mijen; Biara Gedangan, Biara SDP Gang Pinggir.
Selain para siswa akan memiliki kemampuan presentasi laporan live in kali dalam satu forum “Rekoleksi Pengalaman Profesi” juga mereka dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas siswa dalam adapatasi lingkungan kerja agar berhasil dalam memperkaya pengalaman dunia profesi. Hal ini penting karena siswa akan belajar meningkatkan komunikasi dan kerjasama siswa yang terarah dengan pihak -pihak di tempat live in.

Perlince Pernando Wandagau; menceritakan pengalamannya ketika ada di Penambangan emas di Kokap, Kulon Progo merupakan area pertambangan rakyat di Desa Kalirejo yang beroperasi sejak 1995. Aktivitas penambangannya menurut Perlin ini masih menggunakan metode tradisional dengan merkuri. Ada upaya dari Pemerintah untuk menghentikan penggunaan merkuri dan menjadikan kawasan ini sebagai Wilayah Pertambangan Rakyat; Menurutnya lokasi berpusat di Dusun Plampang 1, Desa Kalirejo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, dari pengalaman tersebut Perlin menjadi tahu : Cara membuat emas dengan di bakar, ditimbang dan dijual, harga pergram. Pada tahun 2024 telah dibangun pengolahan emas yang tetapi sampai saat ini belom beroperasi karena belum mendapatkan IRP (Ijin Pertambangan Rakyat).
Sementara itu Yulia Esti Kelas X SMA Santa Maria Yogyakarta yang live in profesi di keluarga Muhammad Abdul bersama 5 orang temannya; Bertopik iklim dan lingkungan di Desa Loireng RT.03 RW.04 Kabupaten Demak mendapatken pengalaman pribadi soal nilai-nilai kemanusiaan, meskipun masyarakat beda keyakinan tetapi dapat hidup berdampingan, yang sangat memprihatinkan dan menyayat hati adalah rumah-rumah yang dihuni masyarakat halamannya digenangai oleh air akibat luapan air laut rob; Pengalamannya bersama Pak Kadir Esti dan teman-teman dapat menyaksikan bagaimana Pak Kadir dan masyarakat setempat menggunakan media pot untuk menanam padi; Hasil panen padi tersebut diikat dan dikeringkan secara terbalik di bedeng-bedang yang telah disediakan. Selain itu Esti dan kawan-kawan bisa belajar menjaring ikan untuk kebutuhan keluarga Pak Kadir.
Siang hari usai makan siang, digelar rapat koordinasi kecil tim panitia dan para pamong untuk menentukan langkah-langkah dan penilaian hasil presentasi dari masing-masin kelompok live in serta membahas untuk rencana tindak lanjut dalam rangka pendampingan baik di asrama maupun di masa depan berkaitan dengan peningkatan kepeminatan atas profesi yang dipilih siswa.
Aunus Omaleng; yang bercita-cita menjadi arsitek bercerita tentang pengalamannya mengamati gedung, interior dan seni tata hijau di tempat live in-nya di Sekolah Luar Biasa (SLB) Karya Bhakti Purworejo; dibimbing oleh seorang Bruder, dalam proses pengamatan gedung tersebut terlihat bagus, ruangannya tertutup karena semua anak yang ada disitu dibatasi untuk akses keluar, hal ini anak-anak penghuni sekolah perlu pengawasan lebih. Penggunaan warna biru untuk cat gedung, bersih dan tertata rapi dan nyaman untuk proses pembelajaran bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus, ungkapnya! *** @ jhe saksono 002
