Ungaran, (21/06/2026);  Pertemuan Dua Gunung; Ketika Apom selesai dibentuk, Limneng berdiri diantara Lim dan Apom, Angin belum memiliki nama, tetapi mulai bergerak seolah memahami bahwa dunia telah lengkap dalam dua wujud yang berbeda namun saling membutuhkan. Limneng memandang lama kedua, anaknya saling mengenal sebelum dilepas kedunia. Pesannya : “Kalian tidak diciptakan untuk saling menguasai; Tetapi untuk saling menghidupi.!” (dikutip dari buku karangan Adir Meku berjudul “Gunung Lim Apom Air Kehidupan; Mitologi Papua Tentang Relasi Alam dan Manusia Sebagai Sumber Kehidupan). 

Telaah Syukur atas kelulusan 5 siswa SMP; bertumpu pada pesan filosofis dari hati alam dan manusia Papua yang erat bersahabat. Hadir sebanyak 62 siswa SMP dampingan Yayasan Binterbusih Asrama Amor Putra-Putri Ungaran di Aula lantai 3 Hotel C3 Ungaran di Jl. Diponegoro No.223, Genuk, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

Acara yang digelar mulai Pk. 17.00 WIB dipandu oleh MC Ferdinando Uropkolin & Juanita Pretty Dimpau sangat mengesankan dihadapan 22 tamu undangan yang hadir; Kepala Sekolah; para guru dan staf  Yayasan Binterbusih serta pamong dan pendamping. Hiburan dan pesan yang ditampilkan Tarian Seribu Mutiara dibawakan oleh siswi Asrama Gratia dan persembahan lagu I have A Dream yang diyanyikan oleh Siswa Asrama Caritas. Tak kalah berkesan “Drama Kehidupan Siswa di Sekolah” oleh  siswi Asrama Emaus.

Menarik perhatian Pidato perpisahan dalam 3 bahasa yang disampaikan oleh Ibali Emanuel Kaladana (Bahasa Inggris); Thedora Aprelia Tumuka (Bahasa Indonesia) dan Mariksa Sitokdana (bahasa Jawa). Selain itu diakhir acara para siswa juga mempersembahkan Tarian Nusantara.

Disela-sela acara ditemui untuk wawancara Thedora Aprelia Tumuka alumni SMP Mardi Rahayu Ungaran; Merasa senang tetapi sedih akan berpisah dengan adik-adik; lanjut studi di SMA Stela Duce 1 Yogyakarta, untuk mewujudkan cita-citanya menjadi dokter, Ia akan belajar keras utamanya mata pelajaran yang akan menuntunnya menjadi dokter. Menurutnya karena ingin menolong orang yang sakit; di Papua butuh dokter dan perawat, Kesan Bahagia senang dibiayai, pesannya Semoga Yayasan Binterbusih maju dan menjadi Yayasan yang kuat.

Mariksa Sitokdana; alumni SMP Mardi Rahayu Ungaran; Perasaannya senang telah lulus dan dibiayai oleh Mitra Yayasan Binterbusih; Selama sekolah di SMP Mardi Rahayu bisa mengembangkan bakat dan potensinya untuk menyanyi dan Volly; Cita-cita ingin menjadi dokter saat ini lanjut di SMA Santa Maria Yogyakarta; Pesannya “Semoga Yayasan Binterbusih maju dan berkembang dalam karyanya. Ucapan terima kasih pada teman sekolah Theo dan Rasya;  serta kaka Tero pendamping Asrama; Tempat berbagi hati dan berbagi pengalaman serta curahan hati ketika Mariksa sedang galau.

Ibali Emanuel Kaladana; Alumni SMP Mardi Rahayu Ungaran, Ia merasa bahagia dan lega lanjut ke SMA Stela Duce 2 Yogyakarta; Cita-cita sebagai Pengusaha / CEO; Kesan selama sekolah dan di Asrama merasa menyesal karena pernah melakukan pelanggaran terlambat bangun tidur dan kegereja;   Pesannya : “Dengarkan Nasehat Pamong Asrama”; Prestasi yang pernah diraih  Juara 2 POPDA dan Bosco Hops pada kejuaraan basket ball.

Revano Silvester Komber Alumni SMP Marganingsih Muntilan, memiliki kesan  setelah lulus SMP; Senang sekaligus gugup, cita-cita ingin menjadi Pelaut (ABK) Anak Buah Kapal;  pernah berprestasi Juara 3 Liga Pelajar Basket yang diselenggarakan oleh Pemda Kabupaten Magelang; Motto hidupnya adalah “Jangan Pernah Menyerah; Pantang Menyerah, Dalam Semua Hal Terbaik.!. 

Williboldus Mamiri alumni SMP Marganingsih Muntilan yang bercita-cita pembisnis tambang; sangat bersyukur atas kelulusan SMP yang ia terima meskipun pernah melakukan pelanggaran di Asrama “tidak mengumpulkan HP menjelang tidur” Namun merasa pelanggaran itu menjadi pengingat; Untuk kedepan ia akan lebih baik dan tertib dalam perilakunya. Saat ini ia sudah diterima di SMA Santa Clara Surabaya; Prestasi yang pernah diraih “Menjuarai Bola Basket dan Juara 1 Merching Band SMP di Tingkat Kabupaten Magelang; Motto hidupnya “Sesuatu hal yang kamu anggap susah; bukanya kamu tidak bisa tetapi kamu belum mencobanya”

Sementara itu mewakili Pimpinan Yayasan Binterbusih Manajer Program Robert Manaku, SH.MH. Menekankan para siswa dan khususnya yang telah lulus  bahwa tetap belajar setiap saat; kalian perlu tahu bahwa bapak ibu gurumu dan para pamong pendamping itu juga setiap hari belajar. Terlebih para pendamping akademik untuk mendampingi kalian semua tidak mengenal waktu untuk belajar; Kalian masih muda dan masih panjang perjalanan studimu. Pilihan SMA akan menghantarkan kalian untuk memilih perguruan tinggi dan meraih cita-cita.

Kepala Sekolah SMP Mardi Rahayu Ungaran adalah Thomas Sugiyatno, berpesan bahwa setiap siswa yang telah menyelesaikan studinya harus “tahan banting dan mengetahui perutusan yang telah ditetapkan oleh Tuhan” Untuk menghadapi hal tersebut diperlukan Penalaran kritis, Kolaboratif dan Kerja tim.  Selain itu Pak Thom juga menguraikan 10 perintah kepala sekolah yang harus diimplementasikan dengan disiplin dalam kehidupan sebagai siswa SMA nantinya”

Cicilia Gratia Karen salah satu pendamping yang ada di Asrama Amor Ungaran, melihat adik-adik terutama Ibali Emanuel Kaladana sudah melangkah ke jenjang yang lebih serius, saya merasa senang akhirnya bisa melihat Ibali menjadi pribadi yang lebih baik. Saya harap semua hal yang sudah dilihat, didengar, dilakukan, dan dilalui oleh Ibali baik itu hal baik maupun hal yang tidak baik dapat memberikan pelajaran berharga kepada dirinya sendiri. Semoga ditempat yang baru nanti, Ibali tidak melupakan nilai-nilai baik yang sudah diajarkan dan kiranya dapat mengembangkan pribadinya agar dapat terus bertumbuh menjadi manusia yang berguna dan bermanfaat tidak hanya untuk dirinya sendiri namun juga untuk daerahnya.

Malam itu menjadi arena kegembiraan yang luar biasa, dengan tarian di akhir acara dan makan malam bersama; kebersamaan terjalin dan realitanya harus berpisah esok hari. *** @ jhe saksono 002.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bahasa