Semarang, 24/07/2026;  Penegasan yang disampaikan oleh Kaka Jacson Magal selaku Kepala Asrama Amor Putra saat renungan pada acara “Perayaan Ibadah Awal Tahun Ajaran 2026/2027 Pelajar SMA Asrama Amor Putra dan Putri” bertempat di Aula Asrama Amor Putra Asrma Amor Mangunharjo Jl. Pilangsari No.1 RT.02-RW.05 Kelurahan Mangunharjo Kec. Tembalang Semarang. Hadir 115 siswa Asrama Amor Putra & Putri serta siswa matrikulasi SMP Mitra YPKB yang saat ini sedang menjalani pendampingan studi di Kongergasi Susteran OSF di Gedangan Semarang, serta 12 orang pamong pendamping.

Atas anugerah Tuhan Kaka Jacson bisa berdiri di mimbar acara memimpin ibadah tersebut untuk menyampaikan Firman Tuhan; Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para siswa dari siswa matrikulasi SMP YPKB, kelas X, XI & XII. Kaka Jecson mengajak untuk memahami Yeremia Pasal 1:4-10, Allah secara pribadi memanggil Yeremia untuk menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. Walaupun Yeremia merasa masih muda dan tidak pandai berbicara, Tuhan menegaskan bahwa Dia telah mengenal dan menetapkannya sejak sebelum lahir, serta berjanji akan menyertai dan memperlengkapi.

Demikian juga bagi kita dan para siswa disini dipanggil Tuhan untuk menjadi kepanjangan tangan Tuhan; Belajar dari  sini Tuhan mengubah mental Yeremia; Tuhan mengubah kapasitas keberanian meski masih muda menjadi pemimpin.  Jaminan Tuhan akan menyertai Yeremia;  “Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu.

Bagi anak-anak “kalau kau disuruh oleh Pamong atau Kaka Pendamping; Kau jawab ah; Ah; Ah tidak bisa bapa tidak bisa kaka, itu Bahaya kau akan menjadi pribadi dan kelompok kepala batu! Karena semua akan kembali padamu lagi. Kalau kau keluar asrama dan tambah-tambah masalah lagi, terelebih bagi kelas XII yang hanya tinggal 8 bulan hidup di asrama, maka kau akan menuai masalah ketika kau kuliah.  Itu bertentangan dengan 8K yang diajarkan oleh Binterbusih Imbuhnya!

Ketertegunan para siswa yang hadir atas pesan reflektif tersebut menyertakan contoh Yeremia yang diutus Tuhan menjadi Nabi; juga disadari oleh para siswa kesempatan belajar dan tinggal di Asrama Amor merupakan pemicu semangat untuk tetap taat aturan asrama dan tekun belajar mengejar cita-cita untuk memimpin masa depan Papua disegala sektor.Kegembiraan dan semangat belajar terpancar jelas dari wajah anak-anak serta remaja asal Tanah Papua Mitra YPMAK & YPKB; dengan lagu-lagu pujian rohani Prise & Worship yang dibawakan oleh Veronika Urmami, Gloria Paligain, Elsa Ewata, Petronela Nawina, Nirmala Abugau yang dilatih dan dipersiapkan oleh Kaka Wini Almarit Bisararisi.

Acara yang dipandu MC Wilson & Perlin Wandagau siswa kelas XII berjalan lancar dan memukau; Lagu Pembukaan “Anak-anak Negeri Papua dan Lonceng Gereja menambah semangat untuk tekun menghadap Tuhan pada ibadah kali ini. Sementara siswa yang bertugas untuk mengunjukan doa umat Sefi, Hendrikus Mametapare Duadegida & Ceni tulus melambungkan permohonan untuk kesehatan orang tua di Papua, Para siswa agar berhasil dalam belajar dan Lembaga serta Binerbusih. Doa Penutup dan berkat dimohonkan oleh Kaka Emmanuel Tasuib.

Sambutan Manajer Program Yayasan Binterbusih Bp. Robert Manaku merujuk pada kisah “Film 9 Summers 10 Autumns bercerita tentang kisah nyata Iwan Setyawan, anak seorang sopir angkot di Kota Batu, Malang. Hidup dengan keterbatasan ekonomi, Iwan berjuang keras lewat pendidikan hingga sukses berkarier di perusahaan multinasional di New York, serta berbakti kepada keluarga.

“Perjuangan Hidup dan Keluarga Iwan menjadi contoh inspiratif bagi kita semua bahwa kesederhanaan dan keakraban keluarga!, Siswa-anak dan orang tua-pamong menjadi kunci keberhasilan; Jadi kalian anak-anak asrama kalian dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan Papua; Bapa sudah bicara dengan Bp Pascalis selaku ketua yayasan, kalau ada anak asrama yang tidak siap untuk dididik menjadi calon pemimpin Papua silahkan angkat koper!; Kalau masih ada yang melanggar Aturan Asrama dan bertingkah macam-macam, Saya tidak sebut nama silahkan keluar!! Tegasnya. 

Untuk memperjelas hak dan kewajiban bagi siswa kelas X dan mereview bagi siswa yang lain Pengurus Asrama mempresentasikan 8K yang disampaikan oleh Amia Imelda Ketua Asrama Asrama Amor Putri dan Amon Hanauw Ketua Asrma Amor Putra. Pengertian 8K (Komitmen, Karakter, Kemampuan Akademis, Keterampilan hidup, Kesehatan Jasmani, Kesehatan rohani, Kepemimpinan dan Keterampilan Teknis). Merupakan metode yang telah dikembangkan Yayasan Binterbusih melalui Timja Pembinaan. Metode tersebut selalu diimplementasikan bagi seluruh insan Yayasan Binterbusih. *** @ jhe saksono 002

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bahasa