Semarang, 22/07/2026;  Kegembiraan dan semangat belajar terpancar jelas dari wajah anak-anak asal Tanah Papua yang menjalani Program pendampingan siswa dan mahasiswa pada “Masa Orientasi dan Adaptasi Pendidikan”  yang berasal dari Mitra Yayasan Pendidikan Kamoro Bangkit (YPKB) Timika Provinsi Papua Tengah.

Sebanyak 18 Siswa SMP; masuk program matrikulasi yang dimulai pada Kamis, 23 Juli 2026 di kelas pendampingan Asrama Amor Putra;  Mereka sangat senang sekali ketika Timja Pelajar yang akan membimbing diketuai oleh Bidang Akademik Ibu Laurent Mayasari, S,Pd hadir untuk memberikan penjelasan mata pelajaran komputer, matematika, olah-raga dan Bahasa Indonesia yang akan diajarkan. Selain itu juga kebutuhan seragam dan buku tulis, buku pendukung yang telah disiapkan. Anak-anak akan dijemput dari Kongergasi Susteran OSF Gedangan menuju Asrama Amor menggunakan armada yang telah disiapkan; Usai menjalani pembelajaran pagi hingga siang dan kembali ke Gedangan. Selain guru juga kakak pendamping siap melayani dan mengawasi kebutuhan primer makan, minum, tidur dan kesehatan serta pendampingan belajar Senin-Jumat, tak lupa juga ibadah pagi dan malam serta ke gereja.

Sementara itu tak kalah heboh dan senangnya Anak-anak SMP Asrama Amor Ungaran yang menggelar acara “Memperingati Hari Anak Nasional 2026 “ digawangi oleh Ibu Magdalena Simamora, Pendamping Pelajar SMP Ungaran; Merangkap Ketua WKRI Ranting Kecamatan Ungara Barat & Timur bekerjasama dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Anak dan Perempuan serta Ketua Penggerak PKK Kabupaten Semarang, bertempat di halaman Masjid Agung Al Mabrur Ungaran melibatkan 10 anak-anak dari 14 Panti Asuhan di Ungaran Sabtu, 18 Juli 2026 berlangsung dari Pk. 08.00-11.00 WIB.

Acara yang bertopik “PESTA BOCAH” Melestarikan Tradisi, Mengukir Senyum Di Hati Anak Bangsa; Menampilkan Tarian Nusantara dan Tarian Seka yang dimainkan oleh perwakilan dari masing-masing Panti Asuhan. Acara yang mengelora dan memberikan kegembiraan yang tak terhingga bagi 75 anak yang terlibat pada acara tersebut.

Yayasan Binterbusih yang berfokus pada pendampingan sosial-edukatif putra-putri Papua ini hadir bersama WKRI Kecamatan Ungaran Barat & Timur; Pemerintah yang diwakili Dinas Pemberdayaan Anak dan Perempuan serta PKK Kabupaten Semarang.  Acara ini bertujuan untuk menguatkan pemenuhan hak anak atas pendidikan yang layak serta membentuk karakter generasi muda yang tangguh.

Peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang mengusung kesadaran hak anak ini menjadi momentum penting bagi Yayasan Binterbusih dalam mempertegas komitmennya. Yayasan ini terus mendampingi anak-anak Papua agar mampu bertumbuh menjadi pribadi yang cerdas, beriman, berketerampilan, dan berkarakter kuat melalui ragam kegiatan edukatif dan unjuk bakat. Panggung Ekspresi Budaya: Anak-anak Asrama Amor menampilkan tarian nasional tradisional, serta musik akustik khas Papua sebagai wujud kebanggaan atas identitas budaya mereka.

Ketua Yayasan Binterbusih Pascalis Abner, SE yang dihubungi yayasanbinterbusih.id/  by phone menyatakan bahwa “Menyiapkan Masa Depan Papua yang Mandiri melalui pendampingan yang konsisten merupakan kunci utama dalam mempersiapkan generasi penerus;  “Tantangan yang dihadapi dalam membina peserta beasiswa,adalah bagaimana mendorong peningkatan kualitas mereka pada empat poin penting: akademik, karakter, keterampilan, dan iman,” ujarnya!.

Hingga saat ini, Yayasan Binterbusih mengelola ratusan pelajar dan mahasiswa dari berbagai wilayah & Mitra di Papua, seperti Kabupaten Puncak, Mimika, dan Pegunungan Bintang; YPMAK, YPKB. Melalui momentum Hari Anak Nasional 2026, yayasan berharap sinergi dengan pemerintah daerah dan mitra swasta dapat terus diperkuat demi memastikan masa depan anak-anak Indonesia Timur yang lebih cerah dan setara, imbuhnya!! ***@ jhe saksono 002

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bahasa