Magelang, 24 Juni 2026; Suasana penuh keceriaan dan kebersamaan mewarnai kegiatan wisata edukatif siswa Asrama Amor yang berada di bawah koordinasi Timja Pelajar Yayasan Binterbusih. Para siswa mengikuti kegiatan wisata arung jeram di Sungai Elo, Magelang, sebagai bagian dari program pengembangan karakter, rekreasi positif, serta penguatan kebersamaan antar siswa.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan setelah menjalani berbagai aktivitas pembinaan, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi siswa untuk melatih keberanian, kerja sama tim, komunikasi, dan kemampuan menghadapi tantangan. Dengan menyusuri derasnya aliran Sungai Elo, para siswa belajar bahwa setiap tantangan dapat dilewati melalui kekompakan dan saling mendukung.

Menggunakan jasa Amfibi Rafting yang telah mengemas paket wisata alternatif dengan sarana alam bebas sebagai medianya. Menjelajahi dan menyusuri sungai (alam) dengan segala tantangannya, siswa dilatih untuk bersikap waspada, berani mengambil keputusan tidak secara spekulatif dan melatih aspek psikologis sehingga dalam menghadapi lanjutan-lanjutan tidak terlalu shock. Rafting Sungai Elo  Grade II + III Etape 12 Km dengan durasi 2,5 – 3 Jam dipilih untuk para siswa dan pendamping. Untuk sarana dan fasilitas yang diterima pengguna adalah Boat dan peralatan Rafting; Pemandu bersertifikat; Angkutan Lokal; Snack+Kelapa muda di rest area; Makan Prasmanan 1x; Asuransi; Dokumentasi (optional) untuk 1 boat maksimal 4 orang + 1 pemandu; Fasilitas yang disediakan dimanfaatkan maksimal oleh siswa dan pendamping.

Hesti Ari Respati; Pendamping siswa SMK PL. Tarcisius Semarang yang ikut acara tersebut menyampaikan bahwa kegiatan luar ruang seperti arung jeram memiliki nilai penting dalam proses pendampingan siswa. Pengalaman langsung di alam membantu siswa membangun kepercayaan diri, kepemimpinan, serta rasa tanggung jawab.“Melalui kegiatan seperti ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman rekreasi, tetapi juga belajar tentang kerja sama, disiplin, dan bagaimana menghadapi tantangan bersama,” ungkapnya!.

Sepanjang kegiatan, para siswa tampak antusias mengikuti arahan instruktur, menjaga keselamatan, serta menikmati acara tersebut; Sebagaimana yang dituturkan oleh Hugo Bipoaro siswa naik kelas XI SMA Sint Louis Semarang yang sempat diwawancara oleh https://yayasanbinterbusih.id menyampaikan rasa bahagianya karena bisa menyelesaikan rangkaian acara yang digelar oleh Timja Pelajar Yayasan Binterbusih, mulai Rekoleksi; Pendampingan Studi; Perluasan Wawasan dan Menyaksikan Pelepasan Kelas XII.

 

Acak pendapat para siswa merasa senang dan berkesan terlebih kesempatan untuk presentasi atas kunjungan ke Musium Misi Muntilan; Candi Borobudur, Candi Mendut dan aktivitas Pendampingan Studi untuk melihat hasil studi berupa raport semester genap 2025/2026. Selain menjadi bahan refleksi juga menjadi bahan penguatan dan motivasi untuk siap menghadapi tantangan jaman dan mempersiapkan diri untuk menjalani studi di jenjang perguruan tinggi nantinya, dan siap menjadi pemimpin masa depan Papua.

Acara yang dimulai pada Minggu, 21 Juni 2026 diikuti oleh 120 siswa dari Kota Studi Semarang, Yogyakarta, Salatiga, Surabaya dan Purbolinggo dan didampingi oleh 18 orang Pamong, Pendamping dan Pemateri Utama. Siang hari, Rabu, 24 Juni 2026  kegiatan berakhir di Rumah Makan & Pemancingan  Pesona Rejosari Jl. Raya Borobudur No.KM. 3, Ngaseman, Pabelan, Kec. Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 56512; Pk.14.00 WIB usai kegiatan Arung Jeram Sungai Elo yang berkesan. *** @ jhe saksono 002

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bahasa