Semarang, Asrama Amor Putra (Kamis, 7 Mei 2026);Asrama adalah tempat mempersiapkan pemimpin Papua 15 – 20 tahun lagi, Tegas Bp. Paul Sudiyo!” kalian yang ada disini harus siap!. Hampir semua pemimpin di Papua berasal dari Asrama; Bagai sebuah gerbong kereta api semua penumpang yang telah membekali dirinya dengan tiket menuju masa depan Papua. Ilustrasi tersebut beliau sampaikan pada acara “Konsolidasi & Penataan Hidup di Asrama” bertempat di Asrma Amor Mangunharjo Jl. Pilangsari No.1 RT.02-RW.05 Kelurahan  Mangunharjo Kec. Tembalang Semarang.

Hadir 70 siswa Asrama Putra & Putri didampingi oleh Manajer Program serta 12 Pamong Pendamping Asrama.  Acara yang sederhana dibuka dengan menyanyikan lagu “Tanah Papua dengan kidmat dilanjut dengan lagu Mars Binterbusih”.  Kaka Whisnu yang memandu acara mempersilahkan Bp. Yohanes Pardji untuk mengawali dengan doa pembukaan.

Emanuel Tasuib selaku Ketua Asrama menyampaikan bahwa pada gelar acara Konsolidasi & Penataan Hidup di Asrama merupakan rancangan tindak lanjut dari pemilihan dan pembekalan serta Pengukuhan Pelantikan Pengurus Asrama tahun 2026 baik putra maupun putri. Ini adalah sebuah momen yang baik untuk konsolidasi antara pengurus asrama, anggota, para pamong dan staf Yayasan Binterbusih, sekilas ditayangkan aktivitas siswa asrama sehari-hari mulai bebenah ruang, kebersihan dan keakraban yang telah terjalin di Asrama.

Bp. Paul Sudiyo mengawali paparan dengan informasi pembangunan Asrama Amor pada tahun 1997, dalam perjalanan asrama yang telah berusia 29 tahun dan telah membentuk pemimpin Papua saat ini, Angkatan pertama adalah Nenu Tabuni yang sekarang menjadi Sekda Kabupaten Puncak; dalam pernyataannya usai pelantikan : “berkomitmen untuk bekerja dengan penuh dedikasi, profesional dan loyalitas tinggi, serta siap mendukung sepenuhnya visi dan misi bupati dan wakil bupati” Ini adalah buah komitmen 8K yang diajar. Paul ketika beliau Pak Sekda  di Asrama Yayasan Binterbusih, dan sampai saat ini masih konsisten.

Masih ada banyak tokoh-tokoh yang lain telah menjadi pemimpin dan orang penting di Papua, mereka pernah tinggal di Asrama yang ada Wana Mukti ada 13 rumah yang kami kontrak untuk menjadikan asrama; Hanya Pak Paul yang mengurus anak-anak Papua baik yang sekolah maupun yang kuliah, pagi hari harus mengantar anak-anak sekolah, balik lagi untuk mengantar yang lain menggunakan mobil Kijang Biru, tidak hanya lima atau enam siswa tetapi belasan siswa yang harus diantar. (lihat : https://binterbusihsemarang.site/wp/cemas-kalau-ada-anak-tidak-berangkat-sekolah-ungkap-pak-yulius-pamong-asrama-amor-putra-yayasan-binterbusih/)

Asrama itu menjadi sangat penting menjadi pembentukan anak-anak Papua mengapa? Karena di rumah kita masing-masing belum menjadi tempat pembiasaan-pembiasaan yang baik dari orang tua. Mengapa Orangtua bisa mendidik dengan baik, karena dulu orang tua kita hidup dalam adat sangat baik suku Damal, Mee, Kamoro, Amungme atau suku-suku yang lain. Sehingga ketika mereka dewasa dan dilepas oleh orang tuanya, bekerja, menikah dan punya anak mereka membangun lingkungannya di masyarakat.

Lalu jaman modern masuk misi masuk, pemerintah masuk dan adat kita menjadi hilang!. Orang tua tidak mempersiapkan akan terjadi perubahan saat itu. Oleh sebab  itu sistem modern hidup di Asrama menggantikan sistem  pendidikan adat.

Oleh sebab itu sistem hidup di Asrama merupakan proses mempersiapkan generasi untuk menjawab tantangan dan perubahan jaman yang harus diterima oleh anak-anak Papua. Terbukti mereka yang taat dan patuh pada aturan asrama mereka akan terbiasa tertib ketika mereka meninggalkan asrama dan menjalani hidup  dan studi di perguruan tinggi di kota studi masing-masing.  Tidak bisa dipungkiri bahwa metode pembelajaran dan pengetahuan 8K yang telah diterapkan di Asrama Amor menghasilkan pemimpin Papua saat ini.

Kepengurusan Asrama baik putra maupun putri; Bersyukur mereka yang telah menjadi pengurus asrama ada 16 siswa di asrama putra dan 16 siswi di asrama putri. Ini adalah kesempatan pembelajaran untuk menjadi dan berlatih menjadi  pemimpin. Tujuannya jelas yaitu membentuk diri. Kesadaran ini menjadi penting yang dimulai dari “Kedisiplinan”.

Berjalan dan bekerjasama baik komunikasi formal maupun informal, berkoordinasi Pengurus Asrama bersama anggota, Pamong & Pendamping, Security serta Staf  Yayasan Binterbusih mengarah pada tujuan yang sama yaitu mempersiap mendorong “Gerbong Kereta Asrama Amor Yayasan Binterbusih” menuju Papua yang adil, Aman dan Sejahtera.

Tasya salah satu siswa yang hadir menyampaikan bahwa; saat ini kami terlambat tidur malam karena AC di kamar rusak suasana panas dan susah tidur!  Bp. Paul menyampaikan ini adalah kesempatan yang baik untuk mengurus, agar keluhan anggota bisa difasilitasi; koordinasi dengan pamong dan tim perbaikan untuk segera diatasi persoalan ini, himbaunya.!

Pamong Asrama Putri Bunda Chris merasa bersyukur karena;  Peserta antusias mendengarkan pengalaman Bp. Paul dalam membangun asrama dan mengelola asrama seorang diri  dengan kerja sama bersama anak-anak asrama dari beberapa asrama. Anak-anak merasa senang Bp.  Paul menyebutkan nama tokoh-tokoh dari alumni asrama yang berhasil dan sukses. Semangat Bp. Paul dalam menyampaikan materi luar biasa, sepanjang proses berbicara tidak pernah duduk, tetap berdiri  dengan komunikatif serta terbuka terhadap pertanyaan maupun tanggapan peserta.

Diakhir acara peserta diminta untuk menandatangani konsensus bersama yang tertuang dalam surat No.065/CMAN-BIN/V/2026; Inti dari konsensus tersebut semau siswa asrama berkehendak baik untuk menjalankan 8K dalam setiap aktivitas; Meskipun telah terpasang di dinding Visi Asrama Amor : “Menjadi Asrama yang berkualitas dalam membangun anggotanya menjadi “Beriman Kuat, Berkarakter, Berpengetahuan dan Berketerampilan”.

Pesan yang sangat penting untuk diingat dan digarisbawahi, bagi siswa Asrama Amor yang tidak mau ikut dalam gerbong kereta yang menuju tujuan yang jelas yaitu “Dipersiapkan Menjadi Pemimpin Masa Depan Papua, Silahkan Turun, surat pernyataan mengundurkan diri sudah disiapkan oleh para Pamong dan Pendamping. ***@jhe saksono002

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bahasa