Semarang, (Kamis, 4 Juni 2026); Pada tahun 2015 Bapa Paus Fransiskus mengingatkan; Bahwa para pendidik dipanggil untuk terus berjalan bersama kaum muda, menciptakan ruang belajar yang menumbuhkan kedalaman hati sekaligus ketajaman nalar. Pendidik tidak boleh berhenti bergerak, Ia harus terus berinovasi agar tetap menjadi jalan yang membawa harapan.

Untuk saat ini Papua telah berubah banyak kaum muda tampil sebagai pemimpin meskipun tantangan masih ada; Namun semangat sukacita untuk bekerjasama tetap terpelihara; Kita tetap percaya bahwa pendidikan yang melahirkan pemimpin muda Papua dapat terus bertumbuh menjadi unggul, berwibawa dan memancarkan harapan bagi generasi yang akan datang.
Yayasan Binterbusih melalui Timja Pembinaan selama 4 hari (4-7 Juni 2026) menggelar LKTD; Bertempat di Aula Griya Paseban Jl. Dokter Ismangil No. 18A, Bongsari, Kec. Semarang Barat 50148; Tema “Aku Berubah Papua Berubah”. Sebanyak 56 mahasiswa dari berbagai kota studi di Jawa terlibat sebagai peserta. Mereka akan mendapatkan materi yang diberikan oleh Pemateri Utama sebanyak 4 orang dan didampingi oleh 15 orang tim tata tertib, admin keuangan dan tim dokumentasi-publikasi.

Aktivitas awal peserta meliputi regristrasi, foto diri, pengisian bio data dan penetapan tata tertib yang harus ditaati peserta selama kegiatan berlangsung. Pembukaan pelatihan peserta wajib menggunakan pakaian hitam-putih menggunakan dasi hitam; Sekaligus goodybag yang telah dibagikan beserta isinya wajib dijaga.
Usai acara prosesi pembukaan LKTD, dilanjutkan dengan ibadah pembukaan dipimpin oleh Bp. Paul Sudiyo; “Gembalakanlah Kawanan Domba Allah; injil Petrus 5 :1-10 sebagai bahan refleksi dalam perenungan dan kotbahnya, ditekankan pada kepemimpinan “jangan dengan paksa tetapi dengan suka rela dan keteladanan; kita membutuhkan orang yang dipercaya !.” Berintegritas dan Rendah Hati: Menjunjung tinggi kejujuran, moralitas, dan kesederhanaan. Kerendahan hati diperlukan agar pemimpin mau mendengarkan masukan, menyadari keterbatasannya, serta selalu mengandalkan Tuhan.

Sudut pandang dan mengidentitaskan diri peserta LKTD, 20 tahun mendatang adalah Pemimpin Masa Depan Papua; yang selama 4 hari dimulai dari keputusan-keputusan yang diambil selama proses pelatihan; Anda adalah pemimpin; Oleh sebab itu perubahan diri ditentukan hari ini; Demikian yang ditekankan oleh Bp. Paul Sudiyo mengakhiri kotbah dan renungannya pada ibadah pembukaan LKTD!!.
Perkenalan masing-masing peserta dirasa penting karena tidak semua sudah kenal; Adapun perkenalan singkat meliputi Nama. Perguruan Tinggi, Fakultas & Jurusan serta semester yang sedang ditempuh.
Materi Kepemimpinan Pribadi (Manusia seutuhnya) yang disampaikan oleh Bp. Paul Sudiyo, uraian dari materi tersebut membahas 3 pilar utama manusia. Hal ini adalah dasar-dasar bagaimana orang bisa melihat dirinya dan orang lain memiliki keterampilan kepemimpinan. Sumber utama kepemimpinan merujuk pada ajaran Gereja Katolik adalah sosok yang meneladani Yesus Kristus: menjadi pelayan yang berpusat pada kasih, bukan pada kekuasaan. Kepemimpinan harus dijalankan dengan kerendahan hati untuk mengabdi, memperjuangkan keadilan, membawa kedamaian, dan senantiasa menghormati martabat setiap manusia yang dibutuhkan di Papua.
Salah satu pendamping, Ananda Christy Dimara yang menempuh kuliah di Universitas Kristen Satya Wacana merasa bangga karena mendapatkan kesempatan masuk dalam kepanitiaan LKTD Mahasiswa Beasiswa YPMAK-Binterbusih. Hal ini membuat pendamping ini merasa bisa mendapatkan pengalaman baru dan juga suasana baru bersama anak-anak beasiswa YPMAK-Binterbusih dari berbagai Kota Studi serta kepanitiaan yang ada. Ini menjadi momen baru dan penting untuk dia bisa mengenal karakter-karakter dari suku yang lain.
Sementara itu salah satu peserta Martin Beanal; Kuliah di STT Jaffray Jakarta semester 6 Jurusan Teologi/Pastoral, harapan saya mengikuti LKTD untuk bagaimana cara belajar menjadi pemimpin yang rendah hati, jujur, dan menjadi teladan bagi pengikut kita. Intinya mengikuti teladan Yesus dalam kepemimpinan, dimana tempat yang Tuhan menempatkan kita; Imbuhnya.
Bp. Paul Sudiyo mewakili Ketua Yayasan Binterbusih dalam sambutan pembukaan LKTD menyampaikan bahwa “Kebutuhan pemimpin di Papua sangat banyak, pemimpin kepala daerah, kepala dinas, kepala distrik, keagamaan, organisasi olah raga dan lain sebagainya jumlahnya ratusan. Kita berkumpul disini untuk mempersiapkan menjadi pemimpin; tidak ada anak yang lahir menjadi pemimpin.
Kita bersama-sama membentuk diri menjadi pemimpin-pemimpin masa depan; keputusan setiap orang yang baik dan benar di tempat ini, akan berdampak dimasa depan. Kita harus mengambil keputusan meskipun itu sulit dan berat; Setiap orang dibentuk oleh dirinya sendiri untuk mengambil keputusan dirinya setiap hari. Oleh sebab itu selama 4 hari pikiran, hati dan fisik anda disatukan untuk membentuk diri sebagai pemimpin dalam proses LKTD kali ini! Tegasnya.
Ketika berita ini diturunkan masih proses perkenalan Timja Pembinaan, Staf dan Pendamping Yayasan Binterbusih. *** @ jhe saksono 002.
