Semarang; (13/7/2026) Komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, dalam membangun sumber daya manusia terus diwujudkan melalui sektor pendidikan. Hal tersebut ditandai dengan penyerahan sebanyak 317 calon mahasiswa baru kepada Yayasan Binterbusih untuk mendapatkan pendampingan dan pembinaan sebelum melanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi.

Acara yang digelar dengan topik “Penyerahan dan Penerimaan Peserta Beasiswa Unggulan Puncak Cerdas Tahun Anggaran 2026 Dari Pemerintah Daerah Kepada Yayasan Binterbusih” Senin, 13/7 di Gedung BPLKLK d’Elang Semarang Aula Semeru Jl. Elang Raya No.2, Mangunharjo, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50272, dihadiri oleh para calon mahasiswa dan para mahasiswa penerima beasiswa angkatan pertama. Mereka adalah putra-putri terbaik Asal Kabupaten Puncak sebagai bagian dari pelaksanaan Program Prioritas Pemerintah Kabupaten Puncak, yaitu Beasiswa Unggulan Puncak Cerdas Tahun 2026 dalam keadaan sehat walafiat.
Untuk meyakinkan para mahasiswa yang akan studi di Jawa Sekda mengajak rombongan yang menyertai Sekda Puncak :
- Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Puncak;
- Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabulaten Puncak;
- Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga serta Sekretaris beserta para Kepala Bidang dan staf yang sudah hadir di Semarang;
- Ibu Direktur RSUD Ilaga dan para Dokter serta Staf yang Hadir;
- Pimpinan DPRK diwakili Ketua Komisi I Kabupaten Puncak yang Sudah hadir;
- Kabag Kesra Setda Puncak;
- Kabag Hukum Setda Puncak;

Dalam paparan pidato dan kuliah umumnya Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak Nenu Tabuni, S.Sos, dihadapan calon mahasiswa dan udangan meyampaikan bahwa Kabupaten Puncak merupakan salah satu kabupaten di wilayah pegunungan Provinsi Papua Tengah. Sejak dimekarkan dari Kabupaten Puncak Jaya berdasarkan Undang-Undang No. 7 Tahun 2008; hingga tahun 2026 ini Kabupaten Puncak telah memasuki usia penyelenggaraan pemerintahan selama 18 tahun hingga tahun 2026 ini.
Lambatnya pembangunan di Kabupaten Puncak, infrastruktur, tingginya harga barang kebutuhan masyarakat, terbatasnya aktivitas ekonomi, serta belum optimalnya penyelenggaraan pendidikan dan pelayanan kesehatan di berbagai wilayah Kabupaten Puncak; Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Puncak tidak ingin menjadikan berbagai keterbatasan tersebut sebagai alasan untuk menyerah. Justru dari kondisi inilah lahir sebuah tekad bahwa masa depan Kabupaten Puncak harus dibangun melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Atas dasar itulah Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak menetapkan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu program prioritas daerah melalui Program Beasiswa Unggulan Puncak Cerdas. Program ini bertujuan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada putra-putri asli Kabupaten Puncak untuk memperoleh pendidikan terbaik sehingga kelak memiliki karakter, disiplin, wawasan, keterampilan, dan kompetensi yang mampu membawa perubahan bagi daerahnya; Pernyataan tersebut mendapatkan sorak-sorai dari para calon mahasiswa yang hadir!.

Diakhir paparan kuliah umumnya Sekda Nenu Tabuni, menegaskan “Hari ini Pemerintah Kabupaten Puncak menyerahkan kalian kepada Yayasan Binterbusih. Yang kami titipkan bukan hanya mahasiswa, tetapi masa depan Daerah kami akan menjadi Dokter Guru, Insinyur, Pengusaha, Birokrat, Pemimpin, dan Pelayan Masyarakat yang akan membangun Kabupaten Puncak menjadi Daerah Yang Maju Mandiri damai dan Sejahtera.
Selain itu juga beliau mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi berkembang pesat; Jangan jadikan AI ancaman nyata; Orang Papua, khususnya mahasiswa Puncak, tidak boleh hanya menjadi objek AI. Mahasiswa Puncak harus menjadi subjek. Kalau mahasiswa tidak belajar dan diam, maka AI tentang Puncak dan Papua akan dibuat oleh orang luar tanpa memahami konteks budaya kita. Jika mahasiswa Puncak dan Papua maju dan menguasai AI, maka AI bisa menjadi alat untuk mempercepat pembangunan, menjaga budaya, dan menyuarakan keadilan, terutama terkait hak asasi manusia.
Sementara itu diawal acara Ketua Yayasan Binterbusih Pascalis Abner, SE dalam pidato pengantar menyampaikan paparan data, bahwa Gelombang 1 calon mahasiswa yang datang sebanyak 200 mahasiswa dan gelombang ke 2 sebanyak 117 mahasiswa total peserta adalah 316 calon mahasiswa dengan formasi Perempuan 79 dan Laki-laki 237; Satu peserta tidak jadi studi; Untuk peserta matrikulasi tahun 2025/2026 sebanyak 41 mahasiswa yang saat ini telah terdaftar di berbagai perguruan tinggi dengan formasi 12 program studi dengan rincian Kedokteran 4; Analis Kesehatan 3; Perhotelan 1; Keperawatan 4; Kesehatan Masyakarat 8; Hukum 1; Bidan 2; Ekonomi 3; IPDN 2; Guru 3; Teologi 1. Mereka tersebar di 6 kota studi di Jawa.
Dalam hal implementasi 8K; terpilih 2 siswa yang mendapatkan apresiasi dari Yayasan Binterbusih masing-masing Denis Agabal sebagai peserta matrikulasi “Terdisipin” dan Deis Murib sebagai peserta “Teraktif”.
Penandatanganan berita acara serah terima dilaksanakan dengan kidmat oleh kedua belah pihak; Sekda Kabupaten Puncak dan Ketua Yayasan Binterbusih disaksikan oleh Pejabat Pendamping Pemda Puncak dan Jajaran Pembinda dan Pimpinan Yayasan Binterbusih. *** @ jhe Saksono 002
