Semarang; (17/7/2026) Program pendampingan siswa dan mahasiswa pada “Masa Orientasi dan Adaptasi Pendidikan”  yang berasal dari Mitra Yayasan Pendidikan Kamoro Bangkit (YPKB) Timika Provinsi Papua Tengah; Saat ini mengisi kegiatan program dengan Ziarah dan Wisata Kota Semarang.

Sebanyak 18 Siswa SMP; 4 Siswa SMA dan 45 Mahasiswa mengikuti ziarah dan wisata kota dengan tujuan Goa Maria Kerep Ambarawa; Klenteng Sam Pho Kong dan Lawang Sewu. Didampingi oleh 4 pendamping para siswa mengikuti arahan dan maksud tujuan diselenggarakan kegiatan tersebut. Kakak Wens Amawo yang menggawangi kegiatan tersebut pada Kamis, 16 Juli 2026 menggunakan 4 armada menuju Goa Maria Kerep berangkat dari tempat menginap dan aktivitas selama masa orientasi dan adaptasi di Kongergasi Susteran OSF Gedangan di Jl. Ronggowarsito No. 8, Semarang (Gedangan).

Ziarah dimaksud untuk mendaraskan doa rosario dan memohon penyertaan Bunda Maria menjadi perantara permohonan masing-masing siswa dalam menjalani proses pendidikan dan kuliah di pulau Jawa. Para siswa tersebut akan menjalani pendikan persiapan memasuki jenjang pendidikan formal dan penyesuain dengan sistem yang berlaku di Pulau Jawa. Sedangkan para mahasiswa sedang dipersiapkan untuk proses pendaftaran dan pemilihan kampus serta program studi yang bertumpu pada cita-cita dan harapan pemerintah daerah untuk dipersiapkan menjadi tenaga terampil dan terdidik mengisi pos layanan masyarakat di Papua.

Yuwita Mairimau siswi lulusan SD Negeri Ayuka Distrik Mimika Timur Jauh Kabupaten Mimika yang bercita-cita ingin menjadi Polwan; Memimpin doa rosario dengan kidmat di Pelataran Goa Maria Kereb Ambarawa. Sementara untuk melengkapi kekusukan dan kegembiraan para siswa dan mahasiswa menyempatkan diri foto bersama di depan Patung Maria Assumpta yang  menjulang tinggi menjadi daya tarik baru Gua Maria Kerep Ambarawa (GMKA), serta membasuh kaki dan wajah di arena Air Kehidupan di belakang goa.

Patung Bunda Maria Assumpta  yang diberkati oleh beberapa Uskup pada tanggal 15 Agustus 2015, semakin menarik perhatian para siswa banyak diantara mereka yang menyempatkan diri untuk berfoto mandiri; Patung tersebut merupakan karya tiga seniman patung RA Nugroho Adi P, RBA Koencoro BP dan RA Hartanto Agung, yang kebetulan rumahnya berdekatan dengan Gua Maria Kerep Ambarawa.

Dihari berikutnya Jumaat, 17/7/2026 rombongan diajak untuk menikmati indahnya Klenteng Sampo Khong Kelenteng Gedung Kuno Sam Poo Kong, secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai “Gua Tiga Perlindungan”, adalah sebuah kelenteng di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Istilah “tiga perlindungan” merujuk pada doktrin Buddhisme tentang berlindung pada Triratna (bahasa Sanskerta) atau Tiratana (bahasa Pali), yaitu Buddha, Dharma, dan Sangha.

Para siswa dipandu oleh petugas klenteng dan dijelaskan sejarah dan peristiwa masa lampau yang sampai saat ini masih dilestarikan.  Selain itu juga nampak kekaguman para siswa atas perkembangan teknologi pelayaran masa itu.

Usai berkunjung ke Klenteng Sampo Khong rombongan meluncur ke kota menuju Gedung Lawang Sewu yang letaknya tepat disekitar Tugu Muda; Lawang Sewu dibangun pada 1904 sebagai kantor pusat perusahaan kereta api Hindia Belanda, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Dinamai Lawang Sewu (Pintu Seribu) karena banyaknya pintu dan jendela (mencapai 928 bukaan). Gedung ini juga sempat beralih fungsi menjadi markas tentara dan penjara pada masa pendudukan Jepang. Untuk kali ini siswa dan mahaswa dibuat terperanjat dan kagum dengan keberadaan Gedung Lawang Sewu.

Selain konstruksi dan arsitekturnya yang indah dan kokoh gedung yang dirancant oleh oleh arsitek asal Amsterdam, Prof. Jakob F. Klinkhamer dan B.J. Ouendag. Gedung ini dibangun secara bertahap dan selesai pada Juli 1907 dan diawali masa Konstruksi (1904–1918): Pada masa penjajahan Jepang Jepang (1942–1945): Gedung tersebut diambil alih oleh tentara Jepang dan diubah menjadi Kantor Riyuku Sokyoku (Jawatan Transportasi). Ruang bawah tanah Gedung B juga digunakan sebagai penjara yang kejam, di mana banyak eksekusi mati terjadi di sana.

Para siswa dan mahasiswa dampingan Yayasan Binterbusih tersebut menikmati kegiatan wisata kota; Dan mereka dipicu untuk membaca asal-muasal tempat ziarah dan wisata religi yang mereka kunjungi serta diarahkan oleh para pendamping untuk gemar membaca dan mengingat-ingat peristiwa yang telah dijalani selain para siswa mendapatkan informasi langsung dari Pemandu wisata secara langsung, juga informasi tempat ziarah dan wisata yang diakses melalui media sosial yang ada.

Wisata kota yang dimulai pada pk.13.00 wib hingga menjelang magrib peserta meninggalkan Gedung Lawang Sewu sembari menikmati kudapan ringan yang telah dipersiapkan oleh para pendamping. Keindahan kota Semarang; belum berakhir, masih ada jadual wisata Kota Lama yang terletak di belakang tempat kegiatan Konggergasi Susteran OSF Gedangan di Jl. Ronggowarsito No. 8, Semarang (Gedangan) Semarang; hanya melangkah jalan kaki para siswa bisa menikmati suasana Kota Lama di malam hari dan Musium Kota Lama yang ada diseberang jalan! *** @jhe saksono 002

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bahasa