Semarang, (Rabu, 3 Juni 2026); Dalam rangka meningkatkan kompetensi belajar dan membuka wawasan mahasiswa dampingan; Timja Pembinaan Yayasan Binterbusih menyelenggarakan “Orientasi Adaptasi dan Pendampingan Studi 42 Mahasiswa Asal Pemda Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan”; Bertempat di Aula Griya Paseban Jl. Dokter Ismangil No. 18A, Bongsari, Kec. Semarang Barat 50148; Tema “Dipanggil Untuk Menjadi Berkat Bagi Orang Lain”.

Menurut catatan ada 57 mahasiswa yang bergabung di bawah bimbingan dan koordinasi administrasi Yayasan Binterbusih, karena masih ada yang ujian tengah semester dan aktivitas lain, 15 mahasiswa batal hadir.
Para mahasiswa berasal dari Kota Studi Jakarta 2 mahasiswa; Yogyakarta 9, Salatiga 16, Jawa Timur 1. Semarang 8, Kudus, 1, Bandung 4, Malang 1, Surakarta 1; Mereka telah menempuh studi di kota studi masing-masing semenster 3 dan semestar 5, 7 bahkan sudah ada yang telah menyelesaikan Program Studi Keperawatan serta Nurs tinggal menunggu wisuda. Selama 3 hari para mahasiswa akan menjalani proses adaptasi dan pendampingan studi.
Rincian kegiatan penting bagi mereka adalah : Mengenal sejarah perjalanan Yayasan Binterbusih; Metode pembelajaran melalui 8K (Komitmen, Karakter, Kemampuan Akademik, Keterampilan Hidup, Kesehatan Jasmani, Kesehatan Rohani, Kepemimpinan dan Keterampilan Teknis).

Selain itu para mahasiswa tersebut juga mendapatkan materi : Belajar Efektif, Hak dan Kewajiban serta Peraturan Penerima Beasiswa; Untuk meningkatkan percaya diri dan mampu beradaptasi peserta diminta untuk bergabung pada diskusi kelompok dan menjawab pertanyaan refleksi.
Pada sesi refleksi hasil diskusi kelompok yang disampaikan dengan pertanyaan reflektif :
- Anda ingin menjadi orang seperti apa 20 tahun lagi?
- Bagaimana cara anda belajar saat ini?
- Apa dampaknya ?
Pertanyaan dan jawaban dari hasil refleksi masing-masing kelompok akan dibahas dan dianalisa oleh Tim Pendamping kemudian akan disampaikan kepada peserta. Kemungkinan untuk gagal pada studi sudah diantisipasi oleh Pendamping dengan pendampingan dan dukungan dari Korwil Kota Studi yang mendampingi setiap hari.

Septemina Siktaop, yang saat ini kuliah di STIE Widya Manggala Semarang menyampaikan kesan pertamanya mengikuti kegiatan; “Setelah mengikuti kegiatan orientasi ini saya memperoleh banyak infomasi yang bermafaat mengenai lingkungan, aturan dan budaya organisasi. Kegiatan ini membantu saya beradaptasi lebih cepat, mengenal rekan-rekan baru, serta memahami peran dan tanggung jawab yang akan saya jalankan. Secara keseluruhan, orintasi berlangsung dengan baik, informatif, dan memberikan pengalaman yang positif”!.
Pada hari ketiga kegiatan tersebut; diisi dengan permainan memindahkan bola pingpong dan air dari baskom plastik ke gelas plastik yang berjarak. Bola pingpong diasumsikan sebagai nyawa dari masing-masing kelompok; ternyata pada proses permainan tidak ada satu kelompokpun yang berhasil memasukan bola.
Usai turun minum dan snack dilanjutkan dengan refleksi; Pelajaran terbesar apa dari permainan tadi yang bisa dipetik dan diterapkan dilingkungan kampus sehari-hari?
Hasil presentasi dari kelompok yang dipaparkan adalah “Ternyata Kekompakan, Saling percaya, Komunikasi, Kerjasama dan memahami kemampuan dan kapasitas sesama teman menjadi Kunci Keberhasilan dari permainan memindahkan bola pingpong. Pernyataan tersebut mewakili semua kelompok; Sehingga kita semua perlu meningkatkan komunikasi sebagai dasar untuk menyatakan maksud dan tujuan.

Sementara itu Pendamping Mahasiswa Kota Studi Salatiga, Jatim dan Sulawesi Penny Maling menyampaikan rasa syukur dan berterima kasih banyak kepada Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang yang telah berkomitmen membangun Sumber Daya Manusia (SDM) melalu kerjasama dengan Yayasan Binterbusih yang terus mencetak pemimbin-pemimpin Papua yang berkarakter, berpengetahuan dan beriman untuk membangun daerah kami sendiri. Melalui pembinaan-pembinaan seperti Orientasi adaptasi dan Pendampingan studi yang telah di laksanakan dari tanggal 1-3 juni 2026. Semoga adik-adik yang baru bergabung dalam penerima beasiswa Kabupaten Pegunungan Bintang ini terus kami dorong agar mereka bisa menyelesaikan studi tepat waktu.
Diakhir acara penekanan pada perolehan nilai semester dan jumlah SKS yang telah lulus serta sisa SKS yang belum diambil menjadi catatan penting untuk menyusun strategi studi berikutnya. Tugas utama para mahasiswa adalah menyelesaikan seluruh tugas akademik. Untuk itu Bp. Paul Sudiyo didampingi para korwil memberikan pencerahan tuntunan strategi untuk menghitung sisa waktu menempuh studi, agar studi bisa selesai tepat waktu dengan perolehan IPK di atas tiga. Sehingga target 4B (Beriman, Berpengetahuan, Berketerampilan dan Berkarakter) Alumni dampingan Yayasan Binterbusih bisa terpenuhi. *** @ jhe saksono 002)
