
Semarang, (6/2/2026); Pengurapan mental siswa Asrama Amor dampingan Yayasan Binterbusih melalui Tim Kerja Pelajar menyelenggarakan “Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR)” bertempat di Aula SMP Kebon Dalem Jl. Arumsari Raya No. 9 Kelurahan Sambiroto Kecamatan Tembalang Semarang.

Hadir Pengurus & Staf Yayasan Binterbusih sebagai bentuk apresiasi aktif program pembinaan rohani siswa. Pada kesempatan tersebut Pendeta Bagus Tri Prasetya, S.TH membawakan Firman Tuhan bertema “ ROH TUHAN YESUS TELAH MENGURAPAI AKU”.

Acara dibuka dengan pujian dan persembahan doa melalui kelompok pujian tim Pendeta Bagus; Dalam pengantar kotbahnya menyampaikan keinginannya untuk melakukan pelayanan di Papua; sebelum niat tersebut terlaksana; maka melalui Bp. Emanuel Tasuip Tuhan menghantarkan pelayanan pada anak-anak Papua Yayasan Binterbusih.
Bacaan Injil Yesaya 61:1 (TB) menyatakan, “Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara”.
Pendeta Bagus menyampaikan, bahwa persoalan terbesar manusia adalah “Dosa, dan Hukumnya adalah Maut dan Kekal”. Untuk itu kehadiran Yesus akan mengangkat dosa-dosa kita dan membebaskan kita dari dosa kekal, kabar baik berupa Injil Masuk Papua, menjadikan kita tahu bahwa karya keselamatan itu ada.
Usai doa persembahan dan renungan iman; acara dilanjutkan dengan paduan suara siswa Asrama Amor Putri; Novel dan Novia sebagai pembawa acara menghantarkan acara diujung; dengan sambutan ketua panitia Kaka Wini dan dilanjutkan dengan sambutan dari Manager Program Bp. Robert Manaku.
Beliau menyampaikan bahwa berkat dua misionaris Jerman, Carl Wilhelm Ottouw dan Johann Gottlob Geissler, yang menandai awal mula penyebaran Kristen sekaligus peradaban modern di Papua melalui pendidikan dan pelayanan social dimulai pada 5 Februari 1855 di Pulau Mansinam, Manokwari. Oleh sebab itu sebagai ungkapan kasih; acara KKR diselenggarakan dalam rangka memperingati 171 tahun Injil Masuk Papua; agar kita tahu, bahwa hari besar dan libur di Papua itu Natal, Paskah dan Injil Masuk Papua sebagai hari libur khusus.
Acara KKR ditutup dengan makan bersama; makanan khas Papua berupa Kuah Kuning, Ikan dan Sagu serta Ikan Bakar, Nasi, Ketela Pohon dan Petatas. Acara kegiatan KKR, sebagai peringatan Injil Masuk Papua; dikemas oleh Panitia siswa dan Pamong Pendamping dengan baik dan kidmat.

Sementara itu untuk kelompok pelajar SMP yang berpusat di Asrama Amor Ungaran; Peringatan Injil Masuk Papua ke 171 tahun diselenggarakan di Hotel C3, Merbabu Room Ungaran.
Hadir sebagai pemateri dan pengendap iman perihal Injil sebagai salah satu sumber iman adalah Romo Benedictus Adiatma Murti Wibowo, Pr. Topik yang beliau sampaikan berjudul “Injil 5.0 Menjadi Influencer Kebaikan di Era Digital”
Dalam penyampaian topik tersebut, Romo Murti mengajak siswa SMP dampingan Yayasan Binterbusih untuk merefleksikan diri; Apakah kehadiran Injil membawa alih pikir dari tidak tahu menjadi tahu?
Ruang talk show, menjadi tidak sempit, kehadiran injil ke Papua dapat dilihat dari berbagai sudut; sudut iman tentu akan menjadi penguatan dalam berkarya bagi orang tua, menjadi penguat dan penyemangat bagi pelajar SMP untuk meningkatkan pengetahuan, ilmu dan keterampilannya naik jenjang ke SMA-SMK nantinya. Kita tidak bisa menghindari perkembangan Informasi dan Teknologi (IT) yang semakin canggih.
Setiap individu didorong untuk tidak sekadar menjadi konsumen konten, tetapi aktif menjadi agen perubahan positif dengan menjaga integritas dan etika di dunia digital. Integrasi Iman dan Teknologi dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan media sosial sebagai sarana menyampaikan pesan kasih serta transformasi spiritual yang cerdas. Merujuk pada konsep penyebaran nilai-nilai Kristiani yang beradaptasi dengan teknologi mutakhir di era Society 5.0
Selain itu para Pelajar Asrama Amor Ungaran memperingati Hari Injil Masuk Tanah Papua yang ke-171, yang sekaligus diisi dengan penampilan tarian yang menarik dan seru, untuk mengenang pelayanan Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler. *** jhe saksono 002
