Semarang, (Kamis, 7 Mei 2026); Upaya terprogram Yayasan Binterbusih untuk meningkatkan kapasitas staf dalam mempersiapkan, melaksanakan dan melakukan evaluasi kegiatan dalam implementasi layanan program Yayasan Binterbusih, menyelenggarakan Training of Trainer bagi 18 orang staf.
Bertempat di Aula Griya Paseban Jl. Dokter Ismangil No. 18A, Bongsari, Kec. Semarang Barat 50148, selama tiga hari mereka akan melakukan kontrak belajar dan digembleng dengan materi dan pelatihan yang telah disiapkan oleh tim yang digawangi Ch. Arie Sulistiono seorang profesional yang malang melintang di dunia Human Resource Development. Doktor lingkungan lulusan SCU ini akan mendampingi dan membimbing peserta ToT dengan tujuan peserta mampu menggali potensi dirinya mengimplementasi program Yayasan Binterbusih dengan baik dan berkualitas.

Ketua Yayasan Binterbusih Pascalis Abner, SE dalam membuka acara menyampaikan “kegiatan ToT ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan Koorwil, Pamong dan Pendamping dalam proses pendampingan siswa dan mahasiswa; Untuk jangka panjang kita mempersiapkan siswa dan mahasiswa dampingan Yayasan Binterbusih menjadi tuan di negeri sendiri. Ini artinya peserta ToT perlu mempersiapkan diri dan berproses untuk selaras memaknai dan mendalami visi dan misi lembaga, dengan mempersiapkan Anak Muda Papua menjadi pemimpin masa depan.
Peserta yang terlibat tersebut merupakan staf Yayasan Binterbusih yang tercatat dan bertugas sebagai Koordinator wilayah Kota Studi Jakarta, Salatiga, Yogyakarta, Bandung, Magelang, Malang, Ungaran, Semarang dan Para Kepala Asrama dan Koordinator Asrama serta Bidang Akademik. Setiap hari mereka bersentuhan dengan siswa dan mahasiswa dampingannya; tugas utama mereka adalah memastikan semua aktivitas siswa dan mahasiswa dampingannya menjalankan tugas dan kewajibannya.
Selain itu mereka selalu berkoordinasi dengan orangtua, sekolah dan kampus untuk memastikan perilaku siswa dan mahasiswa dampingan memenuhi harapan Yayasan Binterbusih serta siap untuk menjadi anggota masyarakat terpandang dan mampu menjadi pemimpin masa Papua.
Oleh sebab itu mereka akan menerima materi dalam bentuk ceramah, Games, Identifikasi Diri serta Diskusi dihari pertama; berikutnya mereka akan mengimplementasikan pelatihan tersebut berupa identifikasi kebutuhan training dan merancang training untuk siswa dan mahasiswa; Tidak hanya sebatas itu tetapi peserta juga akan mendapatkan materi komunikasi efektif, identifikasi kemampuan audience dalam menerima dan memahami konsep dampingan.
Peserta juga akan diajarkan bagaimana menyiapkan dan menyajikan materi training dan merancang dan menjalankan acara ice breaking, agar para siswa dan mahasiswa dampinganya kelak tidak merasa bosan tetapi justru akan lebih dinamis untuk menjalani hari-harinya sebagai siswa dan mahasiswa.
Hingga pada satu titik peserta dapat mengevaluasi proses baik dalam pendampingan maupun mengisi dan meyelenggarakan acara yang telah diprogramkan. Hasil konkrit ada pada pelaporan perkembangan studi bagi setiap siswa dan mahasiswa persemester dapat dimunculkan “Potensi-potensi rinci siswa dan mahasiswa” berdasarkan aktivitas akademik maupun non akademik sebagai informasi utama dalam pemberian rekomendasi yang mendasar; Untuk siswa yang akan lanjut ke Perguruan Tinggi, bagi mahasiswa yang telah lulus mampu menjawab tantangan kerja maupun lanjut ke Jenjang Magister maupun Program Doktoral.
Laporan perkembangan studi setiap semester maupun rekomendasi tersebut akan disampaikan kepada mitra Yayasan Binterbusih baik itu YPMAK, YPKB, Pemda Pegunungan Bintang, Pemda Kabupaten Puncak serta mitra yang lai sebagai pertanggungjawaban atas implementasi program dan dampak positif bagi siswa dan mahasiswa yang dipercayakan proses pendampingannya melalui Yayasan Binterbusih.
Yanuarita S.Y Tamung, Pamong Asrama Putri Ungaran yang ikut pada pelatihan tersebut merasa senang karen pelatihan tersebut menarik, Ia menjadi tahu untuk menjadi seorang trainer kita harus mempunyia pemahaman materi dan bagaimana cara kita untuk mentransfer materi dan aplikatif kepada para trainee. Selain itu ia paham metode dan bagaimana caranya mengatasi masalah dan mempengaruhi lingkunganya menjadi lebih baik sehingga ada perubahan yang signifikan bagi siswa di Asrama, tegasnya! ***@jhe saksono002.
