Bogor; (Senin, 11 Mei 2026); “Menggali naluri seni yang tersembunyi dibalik pribadi siswa-siswi merupakan kemampuan yang diajarkan secara terus menerus oleh Yayasan Binterbusih pada para Staf, Pamong-Pendamping & Koorwil Kota Studi melalui metode 8K (komitmen, karakter, kompetensi akademik, keterampilan hidup, kesehatan jasmani, kesehatan rohani, kepemimpinan dan keterampilan teknis.  Metode ini telah terbukti bertahun-tahun untuk mengenali potensi akademik dan non akademik serta mendalami bakat serta minat yang ada pada anak-anak Papua dampingan Yayasan Binterbusih baik siswa maupun mahasiswa.

Untuk mengimplementasikan metode tersebut harus diawali dari diri sendiri baik staf maupun pendamping asrama dan di  kota studi. Tidak Mudah dan harus terus berlatih kepekaan rasa, agar kontak batin antara Pamong-Pendamping dan Koordinator Kota Studi menjadi terasah; Pembuktian kalau sudah terasah maka proses komunikasi dampingan menjadi tajam.

Buah dari komunikasi tersebut terbukti dengan kabar dari Kota Studi Jakarta Koorwil Petrus Pugiye menyampaikan berita gembira sebagai berikut :

Selamat sore Bpk & ibu,

Dengan rasa penuh bersyukur kami Korwil Jakarta menyampaikan banyak terima kasih atas dukungan dana, doa serta perhatian untuk peserta pelajar Atas nama : Veronica Putri Patricia Pugiye, dalam mengikuti lomba Cipta lagu sekota Bogor tahun 2026; Dengan pertolongan Tuhan Patricia telah meraih Juara 3 lomba Cipta Lagu sekota Bogor.

Kiranya talenta yang Tuhan percayakan berkat bagi banyak orang terutama dalam tugas pelayanan di Gereja dan dunia musik. 

Sekali lagi kami menyampaikan banyak terima kasih. Tuhan Yesus memberkati dalam tugas pelayanan Bapak & Ibu sekalian. 

Anak kita ananda  Veronica Putri Patricia Pugiye siswa SMA Regina Pacis Bogor Kelas : X NISN/NIM. 0102019491 mewakili sekolahnya mendaftarkan diri pada Lomba lagu / Seni Penciptaan-Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional  (FLS3N) Dikmen (FLS3N-DIKMEN) dengan momor pendaftaran FLS3NDIKMEN26-470856051701528249732, yang diselenggarakan oleh Puspresnas atau Pusat Prestasi Nasional dan BPTI (Balai Pengembangan Talenta Indonesia) Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi kota Bogor; Adapun Judul lagu : Ketika Dunia Berbisik Pelan 

Ananda Veronica menyampaikan “proses Penciptaan Lagu dibimbing oleh Guru Seni Bartoloma Kristi Wibowo; Dimulai dengan membaca petunjuk teknis dari Puspresnas, kemudian dilanjutkan dengan membaca dan memahami puisi-puisi pilihan yang disediakan untuk diolah menjadi lirik lagu”. “Saya membutuhkan sekitar 2–3 hari untuk memahami makna setiap puisi sambil mempertimbangkan tempo, suasana, dan jenis musik yang sesuai. Setelah berdiskusi dengan keluarga dan teman serta menyesuaikannya dengan gaya musik yang biasa saya mainkan, saya akhirnya memilih puisi 1/puisi 3 berjudul “Ketika Dunia Berbisik Pelan”.

“Hari berikutnya, saya mulai memilih beberapa bait puisi yang dirasa cocok untuk dijadikan verse, chorus, dan bridge. Setelah itu, saya mendengarkan beberapa lagu dengan tempo pelan dan nuansa emosional karena saya ingin lagu diawali dengan suasana yang penuh kebingungan dan perasaan mendalam, menyesuaikan dengan bait yang saya pilih sebagai verse pertama. Yang setelahnya saya pun menentukan progresi chord untuk verse pertama, dilanjutkan dengan nada”.

“Hal tersebut saya lakukan pada chorus, verse ketiga, dan interlude, namun pada verse kedua saya mengubah tempo dan nuansa lagu yang awalnya emosional menjadi lebih ceria dan hangat. Perubahan ini dilakukan karena bait puisi yang saya pilih pada bagian tersebut terasa lebih cocok dipadukan dengan suasana yang penuh semangat dan harapan. Selain menyesuaikan isi puisi, perubahan nuansa ini juga bertujuan agar lagu tidak terdengar monoton dan lebih menarik untuk dinikmati”.

“Pada bagian interlude, saya menambahkan unsur musik tradisional sebagai salah satu ketentuan dalam lomba. Karena saya berasal dari sekolah yang berada di Jawa Barat, saya memilih menggunakan tangga nada pentatonik Sunda agar lagu tetap memiliki identitas daerah. Untuk memahami karakter nadanya, saya mendengarkan beberapa referensi musik Sunda melalui YouTube, kemudian mengolahnya kembali menjadi melodi interlude yang sesuai dengan suasana lagu”.

“Pada bagian bridge, saya membuat suasana lagu terasa sedikit lebih ringan dibandingkan verse pertama, pre chorus dan chorus, tetapi tetap mempertahankan nuansa emosionalnya”. “Perubahan ini dilakukan agar alur emosi dalam lagu terasa lebih dinamis dan tidak terlalu berat, sekaligus menjadi penghubung sebelum lagu memasuki bagian akhir”. “Selain interlude, pada intro dan outro, saya juga menambahkan nada pentatonis guna memperkuat unsur daerah”. Jelas Vero pada web master binterbusih.id.!!.

Ketika kabar berita prestasi yang diterima di WAG Yayasan Binterbusih, bertubi-tubi kegembiraan dan syukur atas upaya Vero dan Orangtuanya yang juga bertugas sebagai Koorwil Kota Studi Jakarta mendapatkan apresiasi dan ucapan selamat!. Tentu ini adalah sebuah proses pendampingan yang tak kenal lelah dan percaya atas kemampuan bakat seni yang telah tertanam jauh disanubari Veronica.

Selain itu kegembiraan juga dirasakan di sekolah atas pengumuman juara pada Sabtu, 9 Mei 2025; Ungkapan syukur dan apresiasi atas kemenangan Veronica meskipun berhasil menyabet juara 3, tetapi itu adalah sebuah bukti bahwa kerjasama antara Orangtua, Sekolah SMAS Regina Pacis Bogor, Guru Pembimbing dan Yayasan Binterbusih saling bersinergi. Harapannya akan muncul prestasi-prestasi akademik dan non akademik bagi siswa-siswi dapingan Yayasan Binterbusih di masing-masing kota Studi.

Mewakili Ketua Yayasan Binterbusih; Manajer Program Robert Manaku, SH menyampaikan kegembiraanya atas prestasi seni yang telah diraih oleh Veronica Pugiye tingkat kota Bogor, semoga prestasi ini menjadi sarana motivasi bagi siswa dan para pamong pendamping untuk lebih tekun mendampingi dan melayani siswa dampingannya. ***@jhe saksono002

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bahasa