Semarang, (Selasa, 10 Maret 2026), Kegiatan Orientasi dan Adaptasi mahasiswa dampingan Yayasan Binterbusih tahun 2026, diselenggarakan dalam rangka mengenalkan lembaga pendamping serta program-program pendampingan serta percepatan untuk menyelesaikan studi tepat waktu.
Kegiatan “Orientasi dan Adaptasi Mahasiswa; Tema “DIPANGGIL UNTUK MENJADI BERKAT” bagi Peserta Program Beasiswa YPMAK Bekerjasama dengan Yayasan Binterbusih, Wilayah kerja Jawa Tengah, Jawa Timur & DI Yogyakarta, di Griya Paseban Jalan Dokter Ismangil No.18A, Bongsari, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang, 50148 Senin-Selasa, 9-10 Maret 2026.
Sebanyak 35 peserta yang studi di kampus negeri & swasta wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur dan DI Yogyakarta, bergabung mengikuti paparan materi yang disampaikan oleh Tim Pembinaan Yayasan Binterbusih.
Rincian dari wilayah kerja mahasiswa masing-masing Kota Studi Denpasar 1 mahasiswa; Kota Malang 6 mahasiswa; Kota Semarang 9 mahasiswa; Kota Surabaya 3 mahasiswa; Kota Ungaran 2 mahasiswa; Kota Yogyakarta 14 mahasiswa. Komposisi peserta 9 wanita dan 26 pria mereka studi di berbagai fakultas dan progdi. Para mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa persetujuan baru sebagai mahasiswa pengganti yang telah ditentukan oleh Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) sebagai pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia.

YPMAK menerapkan kebijakan pergantian (replacement) peserta beasiswa secara berkala untuk menggantikan mereka yang telah lulus, mengundurkan diri, atau meninggal dunia. Adapun poin-poin penting terkait kebijakan penggantian penerima beasiswa YPMAK; ke 35 mahasiswa kali ini diterapkan Sistem Penggantian; karena YPMAK tidak melakukan perekrutan massal setiap tahun, melainkan menggantikan peserta lama yang telah lulus dengan peserta baru sesuai dengan kuota yang tersedia.
Selain itu prioritas utama diberikan kepada peserta dari suku Amungme dan Kamoro (Amor), namun peluang juga diberikan kepada anak-anak dari perkawinan campuran dan non-Papua yang berkontribusi di Kabupaten Mimika. Kemudian Kebijakan 2025/2026 YPMAK meluncurkan “Beasiswa Amungme Kamoro Berprestasi” tahun 2025, di mana siswa yang lulus seleksi mandiri di perguruan tinggi negeri dapat mengajukan diri untuk beasiswa ini.
Mengingat terdapat pengetatan aturan, di mana peserta yang tidak memenuhi standar IPK atau melampaui batas waktu studi akan dihentikan dan digantikan; Hal tersebut juga diberlakukan oleh Yayasan Binterbusih; Hari pertama orientasi peserta dikenalkan Program Penguatan 8K yang berlaku bagi mahasiswa agar mereka memahami “Komitmen Pribadi” sebagai syarat perilaku peserta dampingan.
Sebelum pengenalan program setiap mahasiswa diminta untuk mengisi form data pribadi dan menandatangani kontrak beasiswa serta surat pernyataan sebagai syarat menjadi mahasiswa dampingan Yayasan Binterbusih.

Adapun isi dari pernyataan tersebut para mahasiswa bersedia bersedia menjadi penerima beasiswa YPMAK dengan mematuhi semua ketentuan dan peraturan sesuai dengan pedoman beasiswa YPMAK; berjanji tidak akan melakukan minum mabuk, merokok, menggunakan narkoba dan berjudi; berjanji tidak akan melakukan tindakan asusila yang bertentangan dengan ajaran agama dan hukum yang berlaku; berjanji tidak akan pindah jurusan dan pindah ke lembaga study lain; berjanji tidak akan melakukan tindakan apa saja yang bisa merugikan diri saya sendiri, teman, YPMAK, Lembaga Mitra YPMAK, Lembaga Donor YPMAK atau orang lain (seperti menganiaya, Mengancam, Mencuri dan menipu); berjanji akan mentaati semua aturan yang berlaku baik di Lembaga Mitra YPMAK.
Penting untuk dipahami bagi mahasiswa peserta kegiatan kali ini adalah apabila mereka melanggar bersedia untuk dipulangkan ke Papua tanpa menuntut sesuatu kepada YPMAK; dalam rangka dikembalikan kepada orang tua.
Bapak Paul Sudiyo dalam proses pendampingan tersebut menunjukan bahwa kemampuan terbatas dapat dilihat melalui metode 8K (Komitmen, Karakter, Kompetensi Akademik, Ketetampilan Hidup – AC4, Kesehatan Jasmani, Kesehatan rohani, Kepemimpinan dan Keterampilan Teknis).
Melalui metode 8K, mahasiswa diajak untuk melihat setiap persoalan dari dalam dirinya dan harus berani dan meyakinan bisa diselesaikan melalui metode tersebut. “Kebiasaan belajar yang tidak serius misalnya; Penyebab utamaya adalah lemahnya pada K-1 yaitu “Komitmen” demikian juga dengan lemahnya komitmen akan berpengaruh pada K-2 yaitu pembentukan “Karakter” dengan demikian juga dengan hal K yang lain, terjadi pelemahan.
Keterkaitan pada metode 8K akan mempengaruhi sikap hidup selanjutnya. Ketika mahasiswa baru menyadari pada tahun-tahun berjalan maka akan berpengaruh pada perolehan IPK dan IPS setiap semesternya.
Untuk meyakinkan para mahasiswa terhadap kemampuan dirinya sendiri serta proses pemahaman 8K, maka diskusi kelompok dengan tema refleksi atas proses perjalanan studi “menanam & menuai” mereka sampai saat dipaparkan melalui presentasi
Ketua kelompok : 3 Anastasia Fangohoi yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa Universitas Respati Yogyakarta Programa studi S1 Hubungan Internasional, semester 6 mamaparkan hasil diskusi kelompok, mengenai apa yang didapatkan selama perkuliahan. Ia merasa bisa beradaptasi dalam lingkungan perkuliahan; Hal ini sebagai modal, juga keberanian untuk bicara di depan public, tanggungjawab sebagai implementasi 8K, mengikuti organisasi di kemahasiswaan, serta mempunyai etika yang baik.
Modal tersebut menjadi nilai tawar terhadap adaptasi di dunia kerja; Demikain juga dengan keterampilan teknik yang diperoleh oleh teman-teman kelompoknya dalam hal kemampuan edukasi kesehatan dan lingkungan kepada masyarakat, rangkaian listrik, komponen digital,kepemimpinan berpolitik, bisa menjadikan ladang pengabdian di Papua kelak, Tegasnya!.
Sementara itu Narik Tabuni selaku Pendamping Mahasiswa Kota Studi Semarang menyampaikan bahwa; pada pendampingan tersebut sebagai mahasiswa peserta program YPMAK mitra Binterbusih tentu tidak terlepas dari ketentuan-ketentuan yang sudah di tentukan oleh pihak donatur dalam memberikan beasiswa kepada peserta. Kegiatan orientasi adaptasi mahasiswa ini memberikan bekal terkait pedoman sebagai peserta beasiswa YPMAK Mitra Binterbusih. Melalui materi Bpk. Robert Manaku, terkait kontrak Beasiswa, yang mengantur antara pihak pertama dan kedua ( Donatur YPMAK pihak pertama dan Mahasiswa sebagai pihak kedua). Tidak terlepas dari itu, adanya pernyataan sebagai peserta beasiswa, dan Identitas Mahasiswa sebagai peserta program beasiswa wajib untuk mengikuti kegiatan dan tandatangan kontrak beasiswa.
Harapan saya melalui kegiatan ini memberikan edukasi yang baik kepada peserta agar mereka menyadari bahwa banyak orang diluar sana tidak mendapatkan akses pendidikan dan masa depan generasi muda Papua terputus (Lost Generation). Motivasi Peserta program adalah kuliah, selesaikan studi tepat waktu dan balik ke Papua bangun Papua dan menjadi terang dalam kegelapan.
Sangat disayangkan kalau motivasi peserta hanya terletak pada uang saku, hidup euforia, dan tidak bertanggungjawab atas kesempatan yang didapatkan sebagai mahasiswa peserta program beasiswa YPMAK mitra Binterbusih.
Orang Papua harus bangkit dan memimpin dirinya sendiri, sebagaimana yang disampaikan oleh Pdt. Samuel Ishak Kejne. Itulah Visi yang sedang dijalankan oleh Yayasan Binterbusih, menyiapkan sumber daya manusia Papua. Agar orang Papua sendiri berdiri membangun Papua dengan cara-nya sendiri. Imbuhnya!!.
Kegiatan penutup akademik Orientasi & Adaptasi mahasiswa YPMAK kali ini melihat kemampuan akademik dan perolehan nilai melalui form Pemetaan Akademik Mahasiswa; Richardo Bagau SKS wajib yang harus ditempuh di kampusnya adalah 150 SKS saat ini ia semester 3 telah menempuh 80 SKS, sedangkan yang telah lulus 60 SKS, ia memetakan 2 tahun lagi telah menyelesaikan kuliahnya.
Doa penguatan yang dipimpin oleh Bp. Paul sebagai pamungkas sembari para mahasiswa membentuk lingkaran dan bergandengan tangan. ***jhe saksono 002
