Semarang, 15 Agustus 2026; Kelompok Pendamping Mahasiswa Yayasan Pendidikan Kamoro Bangkit (YPMAK) Yayasan Binterbusih menyelenggarakan Pelatihan dan Edukasi “Kesehatan Reproduksi & Risiko Kehidupan Mahasiswa” Sabtu, 15 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Pertemuan GeBIG Lantai 2, Kongregasi Susteran OSF, Jalan Ronggowarsito No. 8, Semarang, dan diikuti oleh 32 mahasiswa.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya pendampingan mahasiswa dalam mempersiapkan mereka menghadapi kehidupan perkuliahan dan lingkungan sosial yang semakin luas. Selain memperoleh pengetahuan akademik, mahasiswa juga perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai kesehatan reproduksi, kemampuan menjaga diri, serta kesadaran terhadap berbagai risiko yang dapat muncul dalam kehidupan mahasiswa.

Sebagai narasumber PILAR PKBI Jawa Tengah. Tim PILAR memberikan edukasi secara interaktif mengenai kesehatan reproduksi, relasi yang sehat, pengambilan keputusan yang bertanggung jawab, serta berbagai risiko yang perlu diwaspadai oleh mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari.
Koordinator Tim PILAR, Hapsari Oktaviana Hariaji, yang akrab dipanggil “Rey” bersama tiga anggota tim, Syahnira Qinanti; Anisa Hafit dan Shinta Maharani memandu dan menyampaikan materi dilakukan secara komunikatif sehingga mahasiswa diberikan ruang untuk memahami materi, berdiskusi, dan menyampaikan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan kehidupan mereka sebagai mahasiswa.
Pada sesi pengambilan keputusan Rey dan teman-teman menyodoorkan pertanyaan “Apabila kalian sudah punya pacar; maka pacarmu berhak memegang tangan dan memelukmu?” Peserta yang berbaris diminta untuk menjawab “ boleh!” bergeser ke kanan, bagi yang menjawab “tidak boleh”! bergeser ke kiri; bagi mereka yang menjawab “ragu-ragu!’ maka posisi tetap ditengah. Lalu Rey mempersilahkan mereka yang menjawab “boleh, tidak boleh dan ragu-ragu” untuk memberikan alasan; Dengan demikian peserta akan mendapatkan makna dari keputusan yang diambil dengan segala resikonya.!

Selain itu Tim Pilar menekankan bahwa pemahaman mengenai kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dari kehidupan mahasiswa. Pengetahuan yang benar diharapkan dapat membantu mahasiswa mengambil keputusan secara lebih bijaksana, menjaga diri, menghargai orang lain, dan bertanggung jawab terhadap setiap pilihan yang dibuat.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga diajak untuk memahami bahwa masa perkuliahan merupakan periode penting dalam membangun masa depan. Kebebasan yang semakin besar harus diimbangi dengan kemampuan mengendalikan diri, mempertimbangkan konsekuensi dari setiap tindakan, serta membangun pergaulan yang sehat dan positif.
Kesan salah satu peserta Nickson.”pelatihan ini sangat bermanfaat bagi saya dan menjadi masukan,juga menjadi peringatan penting untuk menjaga kesehatan reproduksi dan menjaga batasan antara lawan jenis untuk kita yang sudah mulai memasuki dunia kampus”.
Antusiasme dan keterlibatan 32 mahasiswa selama pelatihan, peserta tidak hanya mengikuti penyampaian materi, tetapi juga aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab.
Bagi Kelompok Pendamping Mahasiswa YPMAK dan Yayasan Binterbusih, kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan yang tidak hanya berorientasi pada keberhasilan akademik. Mahasiswa juga perlu dibekali dengan karakter, pengetahuan, keterampilan hidup, kemampuan mengambil keputusan, dan tanggung jawab sosial.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para mahasiswa mampu menjaga kesehatan dirinya, membangun relasi yang sehat, menghindari berbagai risiko kehidupan mahasiswa, serta semakin siap menjalani pendidikan tinggi dengan penuh tanggung jawab.

Edukasi Fungsi dan Menjaga Kesehatan Organ Reproduksi
Dalam sesi edukasi, Tim PILAR PKBI Jawa Tengah juga memberikan pemahaman mengenai fungsi dasar organ reproduksi pria dan wanita serta pentingnya menjaga kesehatan dan keamanannya. Pengetahuan ini diberikan agar mahasiswa mengenal tubuhnya secara benar, mampu merawat kebersihan diri, serta memahami tanda-tanda gangguan kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian.
Pada laki-laki, organ reproduksi memiliki fungsi antara lain dalam produksi dan penyaluran sel reproduksi serta berperan dalam sistem hormonal. Sementara pada perempuan, sistem reproduksi memiliki fungsi yang berkaitan dengan produksi sel telur, pengaturan hormon, menstruasi, dan proses reproduksi.
Mahasiswa diberikan pemahaman bahwa menjaga kesehatan organ reproduksi merupakan bagian dari menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Kebersihan diri perlu diperhatikan dengan baik, termasuk menjaga area genital tetap bersih dan kering, menggunakan pakaian yang bersih dan nyaman, serta menghindari kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko iritasi atau infeksi.
Tim PILAR juga menekankan pentingnya menjaga privasi dan batas tubuh. Setiap mahasiswa memiliki hak untuk merasa aman terhadap tubuhnya dan berhak mengatakan tidak terhadap sentuhan atau perlakuan yang membuat dirinya tidak nyaman. Dalam membangun relasi, mahasiswa perlu menghargai batas pribadi, persetujuan, dan martabat satu sama lain.
Selain itu, mahasiswa diingatkan agar tidak mudah mempercayai informasi kesehatan reproduksi yang belum jelas sumbernya. Apabila mengalami keluhan atau perubahan yang mengkhawatirkan pada organ reproduksi, mahasiswa dianjurkan mencari informasi dan bantuan dari tenaga kesehatan atau layanan kesehatan yang terpercaya.
Materi tersebut menjadi bagian penting dari pelatihan karena kesehatan reproduksi bukan hanya persoalan biologis, tetapi juga berkaitan dengan kebersihan diri, keamanan, tanggung jawab, penghormatan terhadap diri sendiri dan orang lain, serta kemampuan mengambil keputusan yang sehat dan bertanggung jawab.
Yusuf selaku MC memberikan kesimpulan singkat pesan kepada para mahasiswa agar menjadikan pengetahuan yang diperoleh sebagai bekal untuk membangun kehidupan yang sehat, bermartabat, dan berorientasi pada masa depan serta memberikan kontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, dan daerah asalnya, dan kegiatan ditutup dengan foto bersama *** @ jhe saksono 002
