Semarang, 08/08/2026; Meningkatkan pemahaman tentang peran mahasiswa  sebagai agen perubahan bagi dirinya dan masyarakat Timika, kedepan pengelolaan sumber daya alam yang ada di Papua perlu diperhatikan. Hal tersebut menyatu pada hasil akhir diskusi dan tanya jawab seminar yang telah diikuti bersama. Intinya dapat dipahami bahwa dunia perkuliahan merupakan salah satu tahap penting mempersiapkan diri menuju dunia kerja maupun dunia usaha.

Mahasiswa perlu membangun pengetahuan, keterampilan, tanggungjawab dan berani mengambil peluang serta mampu memahami resiko dalam setiap keputusan. Kesimpulan tersebut disampaikan oleh Moderator kaka Lomolidim Sumampouw yang akrab dipanggil “Lomo”!

Seminar intern yang diselenggarakan oleh kelompok Pendampingan Mahasiswa Yayasan Pendidikan Kamoro Bangkit (YPKB) bertempat di Gedung Gebig lantai 2 Susteran Kongergasi OSF Jl. Ronggowarsito No. 8, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, sangat seru dan menarik. Topik seminar “Dunia Kampus dan Realita Kerja; Bisnis dan Resiko Menjadi Pengusaha dihadiri sebanyak 40 mahasiswa dan 3 orang pendamping.

Wens Amawo yang mewakili Yayasan Binterbusih dalam kata sambutannya merasa senang dan bersyukur karena nara sumber yang setiap hari sibuk, masih menyempatkan diri untuk hadir dan memberikan bekal dan berbagi pengalaman kepada mahasiswa YPKB; Semoga para mahasiswa dapat memetik manfaat untuk bekal dimasa depan.

Nara sumber utama Kartika Kumala Sari S.Psi yang tinggal di Jl. Cemara Kuning 1 F, Bukit Cemara Resident-Bulusan-Tembalanng Semarang. Merupakan seorang pengusaha dan pemilik beberapa perusahaan dibidang perikanan dalam dan luar negeri, salah satunya ada di Afrika. Diantara perusahaan yang saat ini ia kelola  diantaranya PT. Oceans Best Indonesia / PT. Fishindo Lestari Bersama & currently CEO (Chief Executive Officer) 

Alumni Fakultas Psikologi lulus tahun 2005 Universitas Chatolic Soegijapranata (SCU) mengawali karirnya malang melintang di dunia marketing. Ketika berbagi pengalaman waktu kuliah dan menapaki karirnya Tika jujur menyampaikan bahwa ilmu yang ditekuni di bidang psikologi sangat membantu bagaimana ia mengenal karekter mitra bisnisnya dan mengatasi persoalan karyawan diperusahaannya.

Dihadapan para mahasiswa asal Kabupaten Timika Provinsi Papua Tengah suku Kamoro; Ia menyampaikan dengan tegas bahwa “Pendidikan merupakan basic menjadi pengusaha atau orang sukses di masa depan” Kunci yang utamanya adalah harus “Jujur dan Bisa Dipercaya”. Kunci tersebut tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Paulinus Mapuapiri yang telah terdaftar di STIE Yogyakarta program studi Manajemen Pemasaran salah satu peserta menanyakan “Bagaimana mengelola perusahaan dan perusahaan ada dibeberapa kota dan resiko terbesar menjadi pengusaha apa?  Kaka Tika menjawab “Bahwa resiko menjadi pengusaha adalah, Siap ditipu oleh orang!”. Pengalamannya ketika bermitra dengan pengusaha ikan lokal di Papua; Ia di Jakarta; Orang tersebut mengirim foto Loading Countainer, berisi ikan dan countainer ditutup, orang tersebut minta ditransfer uang; Setelah ditunggu-tunggu container tidak sampai di pelabuhan Jakarta; Ternyata foto loading countainer tersebut milik orang lain dan dikirim ke kota negara lain.!

Sedangkan untuk mengelola perusahaan dibeberapa kota; kuncinya adalah menempatkan orang kepercayaan diperusahaan di masing-masing kota dan berkomunikasi setiap saat untuk mengetahui perkembangan dan kendala serta dapat mengelola waktu dengan baik; Meskipun dirasakan juga keluarga kadang tidak kebagian waktu”!.

Kaka Tika yang sering diminta untuk menjadi pembicara dan berbagi pengalaman dibidang perikanan baik berpatner dengan kepala dinas perikanan kota maupun kabupaten serta menjadi dosen tamu di beberapa perguruan tinggi, memiliki pembawaan yang humoris dan berbobot dalam menyampaikan informasi bisnis perikanan yang digelutinya.

Kesan mendalam tersebut diterima oleh mahasiswa peserta seminar intern tersebut; bahkan komitmen yang ditawarkan untuk menemani kaka Tika nanti kalau lagi mengurus usahanya di Timika; Sejumlah peserta mengangkat tangannya; tidak berhenti sampai disitu bahkan akan dibuat grup untuk calon pengusaha Timika yang saat ini lagi menimba ilmu di Jawa ini; dan dijawab oleh peserta “Amin”.

Sementara itu Martha Yulita D. Mobilala menyampaikan kesan : “yang paling menyenangkan dalam pertemuan ini adalah. kita belajar dalam menghadapi dunia kerja dan perkuliahan sebuah bentuk motivasi mempersiapakan diri dalam menghadapi dunia kerja maupun bisnis, bahkan untuk mahasiswa kita perlu membangun pengentahuan, keterampilan dan karakter serta menganalisis solusi dalam mengambil sebuah keputusan”  “Jika Martha masih mempunyai kesempatan berjumpa dengan kak Tika kesempatan itu akan menjadi kesempatan yang paling menyenangkan yang akan Martha  gunakan sebaik mungkin untuk belajar mengetahui lebih jauh dunia kerja dan bisnis!”.

Kegembiraan dan semangat untuk tetap belajar terpancar jelas dari peserta seminar kagiatan ini merupakan bagian dari Masa Orientasi dan Adaptasi Pendidikan; yang diselenggarakan oleh Yayasan Binterbusih. Usai seminar masih di tempat rehat, masih ada beberaa mahasiswa yang ingin bertanya lebih jauh seputar bisnis; Dan yang lebih menarik hadir kaka Dita yang menemani kaka Tika; beliau alumni Psikologi juga satu almamater dengan kaka Tika; tetapi ahli dalam bidang Grafologi.

Gembira juga karena saat yang sama kaka Lomolidim Sumampouw merayakan ulang tahunnya yang ke 22; gebrakan dan kejutan yang dilakukan oleh teman-temannya membuat Kaka Lomo menangis senang! “potong kue dan lagu selamat ulang tahun” memperindah persahabatan dan persaudaraan diantara mereka.! *** @ jhe saksono 002.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bahasa