Semarang, (Jumat 30/1/2026);  Timja Pelajar Yayasan Binterbusih mengapresiasi kegiatan Bina Iman bagi pelajar SMA-SMK Kelas X, XI & XII bertempat di GOR Asrama Amor Jl. Pilangsari Raya No. 1 RT.02 RW. 05 Kelurahan Mangunharjo Kec. Tembalang Semarang.

Tema kegiatan “Bina Iman & Keluarga Kedua” yang berlangsung mulai Pk.16.00 – 20.WIB, hadir seluruh pamong pendamping dan siswa-siswi Asrama Amor Putra dan Putri sebanyak 84 siswa. Acara yang dikemas cantik dan penuh dengan keakaban kali ini; disisipkan acara perpisahan dengan Pamong Pendamping Bp. FX. Sumbihartono.

Pak Sumbi panggilan akrab sehari-hari bertugas sebagai Pamong Pendamping Asrama Putra; sangat dekat dengan anak-anak dan teman sejawat. Acara yang dimulai dengan ibadah pembukaan dan dilanjutkan renungan dan perpisahan.

Sambutan perpisahan yang disampaikan Pak Sumbi pada kesempatan tersebut “menyampaikan terima kasih atas kerjasama dan selama ia menjadi bagian dari keluarga Timja Pelajar pada khususnya dan Yayasan Binerbusih; sedih dan haru serta merasa kehilangan keluarga tetapi, semua harus merasa bangga dan bahagia menjadi bagian keluarga Yayasan Binterbusih; tegasnya!.

Sementara itu Manajer Program Yayasan Binterbusih Bapak Robert Manaku menyampaikan sambutan balasan “Kedekatan secara pribadi dengan Pak Sumbi merupakan modal untuk bekerjasama dalam pendampingan pelajar; Selain beliau bisa menghidupkan suasana dalam setiap kegiatan, Pak Sumbi mewarnai dinamika pekerjaan selama ini, yang kadang tidak sejalan dengan keinginan kita masing-masing, tetapi harus tetap dijalankan; karena bagaimanapun juga bekerjasama tidak selamanya harmonis, disitulah nilai-nilai keluarga terlihat dan menjadikan kita akrab dan dewasa dalam menghadapi permasalahan pekerjaan”

Kesan salah satu siswa Kasimirus Badogapa; siswa SMA Sint Louis Semarang Kelas XI, saat ini dan besuk lagi ia merasa “tidak bisa minta uang lagi” katanya!; Selain itu menurutnya Pak Sumbi pribadi yang pemerhati dan lucu, tidak menakutkan, sembari tersenyum!!

Grup Whatsapp Yayasan Binterbusih bertebaran ungkapan selamat dan terima kasih diantarnya; Ka. Timja Pembinaan Dolfinus SJ Kamesrar menuliskan : “Terimakasih pak Sumbi, selama ini sudah berbagi, sudah menjadi lilin di tengah kegelapan. Pasti tidak ada yang sia-sia. Semuanya akan indah pada waktunya”.  Tuhan Yesus memberkati pak Sumbi selalu 🙏🏽😇❤️

Bapak Paul Sudiyo, selaku Pembina Yayasan Binterbusih saat itu sedang bertugas di Jakarta menyampaikan ucapan terima kasihnya “Terimakasih pak Sumbi sudah memberi sumbangan yg tak pernah bisa diambil orang lain dalam setiap gerak, kata dan rasa untuk orang muda Papua, akan di kenang 20 tahun lagi, ketika panen tiba, sekarang belum panen, semoga menemukan makna dan sukacita dari setiap gerak, kata dan rasa di tempat yg beda. Mohon maaf atas segala kekurangan dan kekuatan, Tuhan menyertai peziarahan kita”.🙏🙏🌹🌹👍👍

Pembawa Acara (MC) Anamaria Bipoaro siswa kelas XI SMA PL. Don Bosko memberitahukan  acara dilanjutkan dengan jabat tangan dan foto bersama sebagai ungkapan terima kasih atas kebersamaan selama ini bersama Pak Sumbi.

Usai acara perpisahan dilanjutkan dengan pengelompokan antar siswa dan pamong untuk wawan hati; topik wawan hati kali ini adalah seputar kehidupan di Asrama Amor dan aktivitas belajar mengajar. Para Pamong Pendamping setiap kelompok mencoba menggali “Kesukaan dan Ketidasukaan, kesulitan yang dihadapi siswa ketika menjalaninya”

Disinilah peran keluarga kedua menjadi penting untuk mendengarkan setiap pribadi dari siswa dampinganya. Ketika keberanian siswa menyampaikan ketidaksukaan pada proses kehidupan di Asrama; maka kita menjadi tahu kalau ada hal-hal yang membuat siswa berperilaku tidak jujur dan kadang pura-pura sakit, untuk tidak belajar malam & sekolah. Dengan demikian sebagai orang tua acara bina iman yang diselenggarakan setiap Jumat malam dengan topik yang beraneka ragam bisa mengurai simpul persoalan yang dihadapi siswa maupun Timja Pelajar.

Kebersamaan dengan keluarga kedua para siswa dan masing-masing Orang tua kedua ditutup dengan makan bersama dalam lembaran daun pisang; Nasi putih, ikan bawal bakar, daging babi bakar potongan mentimun, sayur kool dan sambal merah pedas siap disantap. Woww sungguh harmonis, dan keakraban berkelas telah terjalin dengan mesra!.

Lepas Tugas 2 Pamong Pendamping.

Pada bulan Januari 2026; Yayasan Binterbusih telah kehilangan dua pribadi yang telah menyertai pengabdian pada pendampingan studi anak muda Papua; 1 Januari 2026; Bapak Andreas Agus Prasetyo telah lepas tugas karena kesehatanya yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan tugas beliau sebagai Pamong Pendamping Kesehatan Siswa Asrama Amor; dan Jumat, 23 Januari 2026 Beliau dipanggil Tuhan; dan saat ini posisi tersebut digantikan oleh Ananda Adit putra Bapak Agus.

Berikutnya Pamong Pendamping Asrama FX. Sumbihartono laki-laki Katolik lahir di Semarang, 20 Desember 1969, menikah dengan  F. Ratnawati dan dikaruniai dua anak E. Juliana Hartono dan Vincentius Septian Hartono tinggal di Jl. Selorejo No 3 RT 01 RW 05 Bendan Duwur, Semarang.

Bergabung dengan Yayasan Binterbusih Juli 2019, dalam perjalanan pengabdiannya, FX. Sumbihartono menyumbangkan banyak ide kreatif dalam setiap kegiatan pendampingan pelajar dan menjebatani Test Potensi Akademik siswa dengan Lembaga Psikologi Terapan Soegijapranata Chatolic University. Selain itu masa kepemimpinannya sebagai ketua Koperasi Sembada menaikan aset koperasi sehingga anggota bisa kredit kendaraan roda dua.

Terima kasih Tuhan, atas semua pribadi yang telah menyertai Yayasan Binterbusih sampai Usia ke 38 tahun berkarya; bersama pribadi-pribadi  yang terpanggil sebagai Fasilitator penyelamat anak muda Papua selama ini!! ***jhe saksono002.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bahasa