Semarang, (1/7/2026); Integritas Yayasan Binterbusih dalam pendampingan kaum muda Papua telah terbukti dan terpercaya meghantarkan anak muda Papua menjadi pemimpin dan tuan di negeri sendiri. Keberadaan tersebut merupakan implemetasi nyata visi dan misi Yayasan Binterbusih yang telah berjalan 39 tahun melayani dan mengabdi tak pernah berhenti di Tanah Papua dengan penuh suka cita.

Berjalannya waktu dan tuntutan jaman berbasis pendidikan akan menghantarkan anak Papua mewujudkan cita-citanya melalui dekapan erat penuh iman para pendamping dengan program pembinaan berbasis metode 8K (Komitmen, Karakter, Kemampuan Akademis, Keterampilan hidup, Kesehatan Jasmani, Kesehatan rohani, Kepemimpinan dan Keterampilan Teknis). Metode tersebut telah dikembangkan Yayasan Binterbusih melalui Timja Pembinaan.

Penerimaan dan pendampingan 317 calon mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 ini merupakan kelanjutan dari penerimaan tahap pertama pada tahun ajaran 2025/2026, sebanyak 123 calon mahasiswa Program Beasiswa Unggulan Puncak Cerdas.

Pada tahap pertama, setelah melalui tahapan seleksi administrasi, tes akademik, dan tes kesehatan dan pendampingan oleh Yayasan Binterbusih  sebanyak 119 mahasiswa aktif, yang terdiri dari 78 mahasiswa program kuliah reguler dan 41 mahasiswa program matrikulasi. Saat ini mereka telah menempuh pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia dengan pilihan jurusan yang beragam, antara lain Teknik, Kedokteran, Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Kebidanan, Gizi, Elektromedis, Ilmu Sosial dan Politik, Ekonomi, IPDN, Pendidikan Guru, Teologi, hingga Penerbangan dengan komposisi 80 laki-laki dan 39 perempuan.

Pendamping calon mahasiswa yayasanbinterbusih.id  Aranus Wantik melaporkan; Pada acara pelepasan 317 putra-putri Kabupaten Puncak untuk melanjutkan pendidikan ke luar daerah yang berlangsung di Aula Negelar, Ilaga, Senin (29/6/2026), Sambutan Bupati Puncak, Elvis Tabuni, dibacakan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Kabupaten Puncak, Elkana Rumaropen, S.E. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan prioritas utama Pemerintah Kabupaten Puncak. Menurut Bupati, kekayaan alam yang dimiliki Kabupaten Puncak tidak akan berarti tanpa didukung oleh generasi muda yang berpendidikan, berkarakter, dan memiliki daya saing.

Perjalanan 317 peserta beasiswa  dari Ilaga Papua Tengah menempuh waktu cukup panjang; Mereka setelah dilepas oleh Bupati Puncak menuju Bandara Ilaga kemudian menggunakan penerbangan perintis. Penerbangan perintis dari Ilaga (Kabupaten Puncak, Papua Tengah) ke Timika dilayani menggunakan pesawat sayap tetap (fixed-wing) bermesin turboprop seperti Cessna 208 Caravan, Pilatus PC-6, dan Twin Otter. Pesawat-pesawat ini dioperasikan oleh maskapai penerbangan perintis setempat seperti Asian One Air, Smart Air, atau Dabi Air Nusantara.

Penerbangan ini lepas landas dari Bandara Aminggaru di Ilaga dan mendarat di Bandara Mozes Kilangin di Timika. Mengingat kondisi cuaca dan ketersediaan armada yang sering berubah, Lama penerbangan Ilaga–Timika sekitar 40–60 menit tergantung cuaca, rute udara, dan kondisi operasional. Karena Ilaga berada di wilayah pegunungan dengan cuaca cepat berubah, jadwal penerbangan sangat bergantung pada kondisi lapangan dan jarak pandang.

Tim dari Yayasan Binterbusih (1/7/2026); menjadualkan 3 kali domestic flight dari Ilaga ke Timika masing-masing dari Timika ke Yogyakarta kemudian menggunakan 4 bus peserta beasiswa akan diangkut menuju Semarang. Pada rombongan ini, Timika-Yogyakarta, menggunakan Maskapai Lion Air–Batik Air landing di Yogyakarta International Airport pada Pk.19.10 WIB dengan jumlah penumpang 37 calon mahasiswa dan 2 pendamping; Sedangkan flight ke 2 menggunakan Maskapai Sriwijaya mengangkut 146 anak dan 4 pendamping; Untuk rombongan ini, sambil menunggu jadual penerbangan transit semalam di Hotel Horison Ultima dan Hotel Serayu Timika. Kemudian flight ke 3 Timika-Jakarta-Semarang tiba di Bandara Achmad Yani Pk.17.35 WIB, dengan penumpang 20 anak dan 2 pendamping.

Peserta penerima beasiswa Puncak Cerdas, rencana sisanya akan diterbangkan dari Ilaga-Timika-Jakarta-Semarang pada Minggu, 5 Juli 2026, dan secara resmi 317 calon mahasiswa akan diserahkan kepada Yayasan Binterbusih pada Kamis, 2 Juli 2026 bertempat di Graha Diklat PMI Provinsi Jawa Tengah) berlokasi di Jl. Arum Sari Raya, RT. 11 / RW. 02, Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50276.

Selama di Diklat PMI peserta beasiswa akan mendapatkan pendampingan studi, matrikulasi dan pendataan secara administratif kelengkapan persyaratan pendaftaran ke perguruan tinggi. Selain itu juga akan diselenggarakan orientasi dan pengenalan serta penjajakan kepeminatan program studi, jurusan maupun kampus serta kota studi. Timja Pembinaan Yayasan Binterbusih akan memotori kegiatan tersebut, agar peserta beasiswa tidak salah pilih jurusan dan kampus, untuk kenyamanan selama mereka studi. *** @ jhe saksono 002

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bahasa