Kaliurang (Sabtu, 23 Mei 2026); Yayasan Binterbusih melalui  Tim Kerja Pembinaan melaksanakan Pendampingan Studi bagi mahasiswa se-Jawa Kota Studi Yogyakarta  yang berasal dari Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat Daya selama 2 hari di Wisma Kinasih Jl. Boyong – Kaliurang Yogyakarta.

Acara pembukaan pendampingan studi yang dipandu oleh Daniel Kelanangame sebagai pendamping mahasiswa Kota Studi Yogyakarta; Tepat pk. 17.30 WIB acara dilanjutkan dengan Ibadah pembukaan dipimpin Oleh Antonius Ariyanto staf admin Timja Pembinaan. Tema pendampingan studi kali ini bertajuk “Siapa Menanam Banyak akan Menuai Banyak”. 

Sebanyak 19 mahasiswa ikut ambil bagian pada kegiatan tersebut; Mereka adalah anak muda Papua yang telah lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) memilih untuk melanjutkan studi di kota Yogyakarta. Ada juga beberapa mahasiswa yang lolos seleksi yang diselenggaraka oleh Pemerintah Kabupaten Maybrat sebagai pengelola program bantuan pendidikan dan beasiswa untuk putra-putri daerah melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Kementerian Pendidikan Tinggi; Bahkan ada salah satu peserta yang telah menyelesaikan studi S1-nya. Dimana mahasiswa tersebut yang awalnya mengikuti seleksi pendidikan sekolah menengah atas oleh dinas pendidikan kabupaten maybrat dan lolos telah menyelesaikan studinya dan lanjut ke perguruan tinggi dan sudah diwisuda.

Untuk mengawal para mahasiswa menempuh pendidikan tinggi di Yogyakarta agar berhasil menyelesaikan studinya tepat waktu; Bupati Meybrat Bp. Karel Murafer; Menjalin kerjasama dengan Yayasan Binterbusih yang telah berpengalaman selama 38 tahun mendampingi anak muda Papua; Bentuk kerjasama dengan Yayasan Binterbusih untuk proses pendampingan anak muda Papua Asal Kabupaten Maybrat berupa : Pendampingan Studi; Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar & Tingkat Lanjut, Pembentukan Karakter, Pendampingan Rohani dan Mental Spiritual serta membangun pribadi yang percaya diri.

Dolfinus SJ. Kamesrar selaku pemateri  pada Pendampingan Studi bagi mahasiswa hari pertama dipaparkan bagaimana mereka diminta untuk memaknai keterampilan hidup (soft skill), dengan awalan perhitungan waktu studi dari TK sampai Perguruan Tinggi serta fase produktif sebagai pegawai dan pensiun. Pemaknaan hidup mereka sebagai mahasiswa dan strategi teknis untuk menangkap peluang berprestasi secara akademik diajarkan dengan contoh-contoh para tokoh dan alumni yang telah berhasil dalam hidup saat ini.

Sebagai refleksi dengan melihat waktu ke belakang apakah sudah menanam dan memanen pada tahapan studi? Hasil dari menanam dan memanen berpengaruh pada kehidupan dimasa yang akan datang dalam menjalankan profesi dan apa dampaknya?. Selain itu juga peserta diminta untuk mengatasi berbagi hambatan terbesar dan terberat dalam proses penanaman dan bagaimana mereka melaluinya.

Peserta diminta untuk menggali spiritualitas pendidikan dan menemukan maknanya; Nilai-nilai sebagai pribadi mahasiswa tidak lagi bertumpu pada buku dan teori saja, tetapi mencari cara membaca tantangan hidup. Diharapkan para mahasiswa sadar bahwa pendidikan berproses dan membutuhkan ruang perjumpaan sesama mahasiswa dalam koridor hidup dengan cara yang baru.

Hulda Lidia Soruwe, yang baru saja menyelesaikan studinya di Universitas Gadjah Mada, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan S1 Pariwisata menyampaikan kesan materi yang diterima “saya menjadi tahu bahwa didunia kerja yang akan datang ketika kita menunda waktu masa pensiun kerja akan di potong”. “Selain itu, saya merasa  ada ruang untuk saya bisa membuka suara menyampaikan apa yang selama ini menjadi beban untuk saya, bagaimana relasi di kampus yang dirasakan dan tantangan yang dihadapi”.Tegasnya!.

Dihari kedua diisi dengan presentasi hasil diskusi kegiatan lapangan berupa memindahkan bola pingpong menggunakan sendok. Kelompok 3 yang berhasil memindahkan 7 bola pingpong, pemilihan sendok ukuran sedang merupakan keputusan bersama kelompok untuk mempertimbangkan resiko keberhasilan. Hal yang penting disampaikan oleh Stela Semulya mahasiswi Akademi Analis Kesehatan Manggala Semester 6 mewakili kelompoknya.

Penegasan dan strategi keberhasilan studi dan lulus tepat waktu yang disampaikan oleh Dolfinus SJ. Kamesrar mengakhiri kegiatan Pendampingan Studi mahasiswa asal Kabupaten Meybrat, dengan harapan komitmen dan tertib studi dijalankan dengan disiplin. ***@jhe saksono 002

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bahasa