Semarang, (Sabtu, 14 Maret 2026), …………. Bukan lagi aku sendiri yang hidup melainkan Kristus  yang hidup di dalam aku” Galatika 2 : 20; Misa harian dengan intensi syukur dalam rangka HUT ke 75 Bp. Paul Sudiyo diselenggarakan di Gereja St. Petrus Paroki Sambiroto Semarang Pk.05.30 WIB. Misa yang dipimpin oleh Romo FX. Suhanto Pr, sangat mendukung atas syukur dan karunia Tuhan usia 75 tahun dan saat ini masih berkarya sebagai Pembina Yayasan Binterbusih Semarang; Dan terlibat langsung di dalam Timja Pembinaan dengan memberikan materi kepemimpinan baik tingkat dasar, lanjut serta pendampingan kewirausahaan dan pelatihan menghadapi dunia kerja bagi siswa dan mahasiswa dampingan Yayasan Binterbusih.

Undangan terbatas yang disampaikan dalam Grup WA Yayasan Binterbusih yang dikirim oleh Pjs. Personalia Widhi Cahyadi tersebut mengharap dukungan doa kita atas rahmad kesehatan 75 tahun Bp. Paul Sudiyo ditujukan kepada seluruh Staf & Karyawan Yayasan Binterbusih dengan pesan dress code batik. Semoga dengan doa-doa kita Bp. Paul senantiasa terus diberikan kesehatan yang baik, umur panjang dan senantiasa menjadi berkat bagi kita semua dan khususnya masyarakat Papua tercinta.

Sebanyak kurang lebih 150 orang hadir pada misa kali ini sebagian  Siswa-siswi Asrama Amor, Pengurus, pimpinan, Staf & karyawanYayasan Binterbusih serta sebagian bersama keluarga memenuhi deret bangku Gereja St. Petrus Sambiroto juga umat yang lain yang ikut hadir dengan tertib. Sementara itu di deret bangku depan kedua Bp. Paul bersama Ibu Anik serta putra-putri duduk berjajar rapi mengenakan dress code batik.

Bacaan Pertama Misa kali ini adalah Hosea 6:1-6; berkisah tentang “Aku menyukai kasih setia, dan bukan kurban sembelihan.”serta Aku telah membunuh mereka dengan perkataan mulut-Ku, dan hukum-Ku keluar seperti terang. Sebab Aku menyukai pengenalan akan Allah, lebih daripada kurban-kurban bakaran.”.

Sedangkan bacaan Injil pada hari ini adalah  Injil – Lukas 18:9-14 : Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini: “Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.

Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.

Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”  Demikianlah Injil Tuhan  –  Umat “Terpujilah Kristus”

Homili yang disampaikan Romo Hanto menyampaikan bahwa bagaimana kita mensyukuri atas kesetiaan yang kita miliki untuk Tuhan; Berkat akan mengalir memenuhi kebutuhan kita.

Misa syukur atas usia dan karya akan berjalan dengan harmonis ketika sang pemilik tubuh menyadari atas karya keselamatan yang dimilikinya, juga dibagikan untuk orang lain; Terlebih apa yang telah dilakukan oleh Bp. Paul Sudiyo selama 50 tahun untuk keadilan, damai dan kesejahteraan masyarakat Papua melalui pendampingan dan pendidikan, yang bisa dikategorikan sebagai “Bapak Bagi Anak Papua”.

Berita Syukur atas 75 Tahun sepekan sebelumnya telah dirilis di website Yayasan Binterbusih https://yayasanbinterbusih.id/2026/03/09/sepekan-menyongsong-75-tahun-drs-paulus-sudiyo-memberikan-diri-bagi-anak-papua/ ; berjudul “Sepekan Menyongsong 75 Tahun Drs. Paulus Sudiyo, “Memberikan Diri Bagi Anak Papua”. Telah dikunjungi lebih dari 125 pengunjung dengan berbagai ucapan syukur, doa serta komentar menarik; Bahkan sekelompok siswa beserta pendamping menyampaikan rekaman video ucapan selamat.

Usai misa harian dengan intensi khusus HUT ke 75 Bp. Paulus Sudiyo; menerima banyak ucapan selamat dan doa diiringi paduan suara menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun” menggema diikuti oleh umat yang hadir. Semua umat mengalir ke selasar samping kiri gereja; disana telah siap sarapan pagi “Soto Ayam Pak Yan” berderet, kudapan godogan, minum kopi, teh dan air putih tersedia dengan rapi. Sementara pembawa acara Pak Sumbi Hartono dan Bunda Jeki siap membuka dengan riang; Solo Organ Mas Eko siap mengiringi lagu pembuka, membuat suasana yang riuh gembira; Sementara Bp. Paul Sudiyo masih sibuk menerima ucapan selamat dan permintaan foto selvi.

Acara dilanjutkan dengan sambutan singkat dari Ketua Yayasan Binterbusih Pascalis Abner, SE; Beliau menyampaikan syukur atas upaya mendampingi anak-anak Papua yang tak kenal lelah, karena berkat dari Tuhan, semoga Bp. Paul tetap sehat dan bahagia.

Berikutnya adalah pemotongan tumpeng syukur diiringi lagu-lagu meriah; Potongan tumpeng diserahkan dengan penuh cinta kepada Ketua Yayasan Binterbusih Pascalis Abner, SE. Ucapan selamat juga diberikan dengan penuh hormat dan cinta dari Romo FX. Suhanto, PR dan para karyawan, serta umat yang hadir serta relasi yang datang.

Tarian dari siswa-siswa SMP Asrama Amor Ungaran menambah meriah suasana penuh dengan kegembiraan disela-sela foto bersama karyawan Yayasan Binterbusih beserta keluarga. Selamat Ulang Tahun ke 75 dan 50 tahun berkarya untuk Papua tercinta; Tuhan Memberkati Bp. Paulus Sudiyo. ***jhe saksono002

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bahasa