Asrama Amor Putra-Putri Semarang (9 Desember 2025); Sejumlah 89 siswa kelas X, XI & XII menjalani program Live in bertempat di beberapa desa dan institusi profesi. Yayasan Binterbusih dalam rangka mempelajari, memahami, mengenal, merasakan dan merefleksikan kegiatan, pola kehidupan dan nilai-nilai budaya masyarakat setempat dengan bimbingan keluarga dimana para siswa akan bertempat tinggal, diharapkan akan menjadi pengalaman hidup yang berharga.
Salah satu lokasi live in yang ditinggali siswa adalah Desa Tlumpak, Kec. Tuntang-Salatiga, di desa tersebut sebanyak 37 siswa kelas X yang bersekolah di sekolah mitra Yayasan Binterbusih. Aktivitas Selama Live in, peserta diajak hidup bersama warga desa, mengikuti kegiatan dalam hidup kesehariannya di setiap keluarga selama peserta berada di pondokkan; Adapun tujuan dari live in adalah Meningkatkan kepekaan sosial bagi siswa, Membentuk karakter positif, Belajar mandiri dan bekerja sama, Menumbuhkan rasa toleransi dan beradaptasi dengan lingkungan baru serta juga mendukung pembelajaran multikulturalisme, yang saat ini kadang bagi siswa yang berasal dari Papua merasa canggung.
Sementara itu bagi kelas XI & XII live in diarahkan untuk menggenapi proses kejelasan menuju cita-cita, mereka ditempatkan di berbagai lembaga antara lain, KPPT, Gereje Kristen, STT Sangkakala Salatiga; Polairut, Penerbad Semarang; Kelurahan, Rumah Sakit/Klinik, Apotik, Kampung Sawah di Kecamatan Boro Kabupaten Gunung Kidul, Gereja Katolik Paroki Bedono Kabupaten Semarang dan masih ada beberapa tempat yang memungkinkan para siswa dapat mengembangkan berkarakter dalam kehidupan sosialnya.
Secara resmi para siswa diserahkan kepada bapak/Ibu/Pendamping dimana mereka akan tinggal dan para pamong asrama yang berjumlah 18 orang akan melepas mereka dengan tinggal di tempat yang berbeda.
Interaksi bersama masyarakat dan institusi akan ditulis dalam bentuk laporan yang dilengkapi dengan foto-foto kegiatan dalam buku siswa yang telah diterima saat siswa diserahkan kepada pendamping yang baru. Gambaran dan refleksi selama live in akan dipresentasikan pada hari Sabtu, 13 Desember 2025 di Asrama maing-masing.
Perjuangan menuju lokasi live in pun membutuhkan keberanian dan perhitungan yang matang mengingat jumlah siswa dan pamong yang cukup banyak dan tinggal beberapa hari dilokasi; bahkan ada yang sempat kesasar bagi mereka yang akan tinggal di Kecamatan Boro karena kelurahan yang dituju jalannya belum bagus yang mengakibatkan mobil slip dijalan desa. (jhe-saksono002)
