Semarang, 30/09/2026 ; Menindaklanjuti 9 point rekomendasi dari hasil survey tahun 2023/2024 tentang “Efektivitas Pengelolaan Beasiswa dan Asrama YPMAK oleh tim survey Yayasan Nusantara Sejati bagi Yayasan Binterbusih, selama 2 hari tim survey Eka T.P. Simanjuntak dan Dharmputra T. Palekahelu melakukan kunjungan ke Yayasan Binterbusih.
Kunjungan hari pertama kali ini dijadualkan pada kantor utama Yayasan Binterbusih di Wanamas Residen I No.1 Kelurahan Sambiroto Semarang 50276 dan Asrama Amor Putra Jl.Pilangsari Raya No.1 RT.02 RW.05 Kelurahan Mangunharjo Semarang. Maksud kunjungan selain menindaklanjuti 9 point rekomendasi 3 tahun lalu juga akan melihat dan mengumpulkan bukti-bukti yang relevan serta melakukan observasi lapangan, berdikusi dengan para korwil kota studi dan pamong asrama.

Untuk mengkonfirmasi prasarana, peningkatan akademik dan melihat Efektivitas Pengelolaan Beasiswa dan Asrama YPMAK juga dilakukan wawancara pada para Korwil Kota Studi dan Pamong pendamping asrama Amor Putra maupun Putri serta siswa-siswi Asrama Amor.
Sebagai institusi yang mengkhususkan diri dalam melakukan pengembangan kapasitas dan kegiatan penelitian terkait isu tata kelola pemerintahan dan pendidikan yang baik, terutama pada sektor pembangunan daerah di Indonesia. Yayasan Nusantara Sejati yang didirikan pada tahun 1999, secara aktif melakukan studi kebijakan strategis serta program pembangunan yang inovatif sejak saat itu.

Sebagai organisasi independen Yayasan Nusantara Sejati menggunakan pendekatan berbasis pengetahuan terhadap aspek-aspek pembangunan manusia sebagai basis utama yang memiliki hubungan yang sangat erat dengan sektor pendidikan guna mendorong dan meningkatkan Good Governance, sebaliknya program-program pendidikan yang baik tidak akan berjalan efektif dan massif tanpa adanya Good Governance. Oleh karena itu, dalam 5 tahun terakhir YNS mulai fokus pada sektor pendidikan.
Dalam gelar pendapat berbasis 9 point rekomendasi dari hasil survey tahun 2023/2024 meliputi : Penguatan calon peserta; Pengatan sistem seleksi; Program matrikulasi; Kerjasama formal dengan sekolah / PT; Sistem informasi program; Program senior; Program praktikal; Penguatan pasca kuliah; Penguatan pendampingan serta Penguatan Akademik.

Informasi awal yang disampaikan oleh tim survey adalah mengevaluasi evektivitas pengelolaan program beasiswa dalam rangka meningkatkan kesuksesan penerima manfaat beasiswa serta mengevaluasi pengelolaan Asrama Amor sebagai penunjang belajar siswa di bawah tata kelola dan administrasi baik bagi siswa maupun mahasiswa pada Yayasan Binterbusih.
Gelar pendapat yang berlangsung di ruang rapat Yayasan Binterbusih alur topik yang dibahas dititik beratkan pada hasil temuan survey 2023/2024 lalu dan peningkatan serta perubahan berbasis inovasi pendampingan juga mengurai kendala baik pada tingkat perencanaan maupun implementasi program, dimulai pada Seleksi Peserta, Pemilihan Program Studi, Pendampingan Reguler hingga Kelulusan. Pada pokok bahasan tersebut penempatan pada universitas dan kota studi, hingga pendampingan dan pembinaan berjenjang.

Hadir pada gelar pendapat tersebut, Tim Survey dari Yayasan Nusantara Sejati, Bapak Paul Sudiyo selaku Pembina Yayasan Binterbusih; Ketua Yayasan Pascalis Abner, SE, Martinus Widi Cahyadi, SE selaku Sekretaris; Robert Manaku, SH.,MH Manajer Program serta sejumlah Korwil Kota Studi Malang, Bandung, Jakarta serta Koordinator Asrama dan staf.
Eka T.P. Simanjuntak menyampaikan bahwa kedatangan ke Yayasan Binterbusih ingin tahu tantangan dan apalagi yang bisa dilakukan bagi anak-anak Papua, agar lebih baik meniti pendidikan. Selain itu kami juga akan melihat kondisi-kondisi dan situasi yang dihadapi oleh Yayasan Binterbusih, sehingga bisa kami sampaikan ke Pembina dan Pengurus YPMAK untuk kajian dan perbaikan kebijakan bagi mitra.

Robert Manaku selaku manajer program menyampaikan juga bahwa pada hakekatnya Binterbusih menerima kiriman calon mahasiswa karena mereka merupakan penerima manfaat beasiswa lanjutan dari fase SMA berdasarkan kuota YPMAK sehingga sebagai “fasilitator penyelamat” sebagaimana yang diajarkan pada kami oleh Bapak Paul, kami berupaya untuk memberikan pendampingan sesuai dengan program kerja mahasiswa. Disisi lain untuk para siswa yang telah kami test melalui seleksi di Timika, ada juga yang kondisi kesehatannya tidak prima sehingga kami harus mengambil keputusan untuk pengobatan sampai tuntas meskipun harus pulang ke Timika dan melakukan sekolah daring.
Kesempatan penyampaian informasi dari para Korwil Kota Studi Yogyakarta, Bandung, Semarang, Jakarta dan Malang, pada prinsipnya adalah kendala dilapangan secara teknik bisa diatasi. Demikian halnya pendampingan dan koordinasi serta kunjungan ke kost dan kampus rutin dilaporkan koordinasi setiap hari usai ibadah pagi yang diselenggarakan di kantor Yayasan Binterbusih; Namun yang perlu digarisbawahi adalah soal keterlambatan pengiriman pembiayaan kuliah yang sering terhambat.
Dalam kunjungannya ke Asrama Putra Amor Eka T.P. Simanjuntak dan Dharmputra T. Palekahelu menanyakan “Apa masalah yang sering dihadapi di Asrama? Ibu Maya yang membidangi akademik menyampaikan bahwa standar kehidupan asrama itu tidak sama antara di Papua dan Jawa. Selain itu juga dalam proses pendampingan siswa asrama banyak dilakukan aktivitas yang intinya adalah pengembangan kepribadian melalui metode 8K yang dikembangkan di Yayasan Binterbusih; Masalah yang sering dihadapi adalah proses adaptasi dan iklim belajar di Jawa.
Timja Pelajar berupaya membangun kepribadian yang kokoh dan berkelanjutan, termuat dalam program kerja tahun 2026 sebanyak 53 program dan menggandeng Biro Psikologi untuk mempersiapkan para siswa memahami potensi untuk mewujudkan cita-citanya melalui pilihan fakultas maupun program studi diperguruan tinggi nantinya. Kesempatan untuk bertatap muka dan berbagi informasi dari pihak Yayasan Nusantara Sejati juga bertemu dengan para siswa-siswi asrama untuk melengkapi laporan dan data yang diperlukan.

Hari kedua 1/10/2026 bertempat di Rumah Noto UKSW berlokasi di dalam area Universitas Kristen Satya Wacana, tepatnya di Jl. Diponegoro No.52-60 Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah 50711, Tim Evaluasi-survey bertemu dengan 15 mahasiswa penerima beasiswa YPMAK, menanyakan tentang kendala akademis? “Jawaban para mahasiswa Korwil Kota Studi Salatiga Kaka Tri selalu mendampingi para mahasiswa untuk bertemu dengan Dekan maupun Kaprogdi untuk mencari solusi dan menyelesaikan masalah yang dihadapi mahasiswa baik urusan kesulitan dengan mata kuliah, tugas akhir maupun persoalan pembayaran.
Selain itu juga di lapangan mahasiswa selalu mendapatkan perhatian yang berkaitan dengan kesehatan dan kebutuhan studi, termasuk penyelesaian masalah perselisihan atau sengketa dengan warga ditempat kost mahasiswa tinggal, bila ada.
Pertanyaan terkait dengan apa yang dilakukan oleh Yayasan Binterbusih, untuk proses penguatan? Para mahasiswa menjawan “Binterbusih melakukan pendampingan yang baik dari evaluasi studi, Pelatihan kepemimpinan tingkat dasar maupun lanjut serta pelatihan menghadapi dunia kerja dan kewirausahaan”.
Ketua Yayasan Binterbusih, Pascalis Abner, SE disela-sela kesibukan menerima tim evaluasi Yayasan Nusantara Sejati menyampaikan “Apresiasi terhadap kunjungan dalam rangka menindaklanjuti temuan 9 point rekomendasi dari hasil survey tahun 2023/2024; Harapannya evaluasi kedua tentang “Efektivitas Pengelolaan Beasiswa dan Asrama YPMAK oleh tim survey Yayasan Nusantara Sejati bagi Yayasan Binterbusih, selama 2 hari kali ini dapat menghasilkan kebijakan dan strategi baru bagi dua lembaga baik YPMAK maupun Yayasan Binterbusih; Khususnya integrasi data dan laporan real time agar proses komunikasi administratif dan pembiayaan tidak terhambat program yang telah dirancang, tegasnya!!. *** @ jhe saksono 002
