Bekasi, 27/09/2026 Pascalis Abner, SE selaku Ketua Yayasan Binterbusih disela-sela kesibukannya mendampingi 13 mahasiswa yang telah lolos sebagai mahasiswa baru Politeknik Transportasi Darat Indonesia – STTD (PTDI-STTD) di Kampus di Jalan Raya Setu No.89 Bekasi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17520. Menyatakan “Yetmu untuk kita semua, 13 anak-anak Pegunungan Bintang untuk melanjutkan studi di STTD Sekolah Kedinasan, terima kasih atas dukungan dari Bp. Bupati dan seluruh jajaran pemerintah daerah dan seluruh masyarakat kabupaten Pegunungan Bintang, hari ini kita membuat sejarah besar keberlangsungan generasi muda sumber daya manusia Pegunungan Bintang untuk tahun-tahun mendatang, mohon doa restu supaya mereka berhasil dengan baik dan sukses dan kembali membangun daerah mereka! Tegasnya.

Penyerahan dan pendampingan ke-13 mahasiswa tersebut diawali pada 22 Juli 2026 di Semarang dan selama lebih dari 1⅕ bulan para mahasiswa mendapatkan pendampingan baik akademik maupun adaptasi dan sosialisasi kehidupan dan system Pendidikan di Jawa yang diberikan oleh Timja Pembinaan Yayasan Binterbusih yang diketuai oleh Dolfinus Kamesrar.
Disisi lain untuk mendekatkan pada pola adaptasi yang sesungguhnya pada mahasiswa juga menjalani kuliah matrikulasi di Fakultas Ilmu Komputer Soegijapranata Chatolic University untuk mata kuliah konsentrasi Bahasa Inggris dengan bobot 2 SKS dan Mata Kuliah Komputer dasar dengan bobot 3 SKS.

Kuliah matrikulasi yang dijalani oleh para mahasiswa tersebut sangat membantu untuk proses pengembangan keberanian untuk bertanya dan menyerap keterampilan dan pengetahuan. Satu hal yang membekas dalam ingatan pada dosen dan pendamping di SCU membawa para mahasiswa ini untuk berimajinasi atau dengan kata lain berabstraksi, bahwa kelak 4 tahun mendatang mereka sudah mengalami perubahan baik pola pikir akademik, fisik serta memiliki nilai kompetensi dan inovasi demi transportasi Indonesia yang modern, aman, dan berkelanjutan; Juga pola transportasi di Papua pada umumnya.
Penegasan Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang di bawah kepemimpinan Bupati Spei Yan Bidana, S.T., M.Si., terus membuktikan komitmen nyatanya dalam membangun masa depan Papua melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Mendorong kemajuan daerah tertinggal dan terisolasi tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik, melainkan harus dimulai dari penyiapan generasi muda daerah yang terampil, berdisiplin, dan siap mengabdi.
Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui pengiriman 13 mahasiswa asal Pegunungan Bintang untuk menempuh pendidikan kedinasan di Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi, Jawa Barat. Langkah ini mencatatkan sejarah baru bagi Kabupaten Pegunungan Bintang karena untuk pertama kalinya pemerintah daerah mengirimkan putra-putri daerah ke STTD, terlebih dalam jumlah yang cukup signifikan.
Menariknya, dari 13 mahasiswa yang dikirim, 6 di antaranya adalah perempuan. Kehadiran para mahasiswi ini menjadi simbol harapan baru sekaligus bukti nyata bahwa perempuan muda Papua memiliki kesempatan yang sama luasnya untuk belajar dan menguasai bidang teknis kedinasan yang menantang.

Melalui kerja sama strategis dan program pola pembibitan ini, para mahasiswa ditempa dengan ilmu perhubungan, kedisiplinan tinggi, serta wawasan tata kelola transportasi darat modern. Harapannya, kembali dari studi dari Bekasi, mereka tidak hanya membawa pulang ijazah, tetapi juga kompetensi nyata untuk merancang serta mengelola sistem transportasi dan konektivitas di wilayah Pegunungan Bintang. Pengiriman ini menjadi investasi jangka panjang demi lahirnya generasi penerus yang berdaya saing dan siap membangun tanah kelahirannya.

Pra Taplo salah satu mahasiswa yang menerima manfaat beasiswa tersebut merasa bangga dan bersyukur dapat kuliah di Jawa dan didampingi oleh Yayasan Binterbusih; Ia berjanji untuk giat belajar, dan itu ia buktikan dinyatakan lulus dan hadir kuliah 100% ketika kuliah matrikulasi di SCU Semarang, yang telah ia lalui.
Pendamping Mahasiswa Pegunungan Bintang, Penny Maling, turut menyampaikan rasa syukurnya. “Kami sangat bersyukur bisa mengantarkan anak-anak mahasiswa STTD ke kampus hingga mereka dapat mengikuti pelatihan. Untuk masuk ke sekolah kedinasan itu tidak mudah, banyak hal yang perlu dipersiapkan, mulai dari kelengkapan berkas hingga berbagai tahapan seleksi yang ketat, dan seluruh proses tersebut telah berhasil mereka lalui,” ujarnya. *** @ penny maling – jhe saksono 002
