Semarang 10/08/2026; Sebanyak 167 mahasiswa penerima beasiswa Pemerintah Daerah Kabupaten Puncak Provinsi Papua Tengah yang mendapatkan pendampingan dari Yayasan Binterbusih melakukan kunjungan edukatif ke Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah; Berlokasi di Jl. Sriwijaya No.29A, Tegalsari, Kecamatan Candisari, Semarang.
Para mahasiswa diterima ruang pertemuan lantai 4; karena jumlah kursi yang tersedia tidak memadai para mahasiswa ada yang duduk dilantai. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah oleh Rahmah Nur Hayati, S.K.M., M.Kes; Dalam penjelasannya perpustakaan di kota Semarang ada 2 yaitu perpustakaan kota ada di Jalan Dr. Setiabudi No. 201C, Srondol Kulon, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Sedang perpustakaan provinsi ada di tempat yang saat ini kita berada, perbedaannya perpustakaan provinsi koleksinya lebih banyak dan ada di pusat kota.
Untuk pelayanan berlangsung selama 1 minggu penuh dari senin-minggu dengan jam layanan yang berbeda untuk sabtu dan minggu; untuk detail dan informasi lengkap bisa di buka di laman website.

Sementara itu Martinus Widi Cahyadi, SE yang mendampingi kunjungan menjelaskan bahwa “Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan mahasiswa sekaligus menumbuhkan budaya membaca, meningkatkan literasi informasi, dan mengenalkan pemanfaatan layanan perpustakaan berbasis digital; “Kunjungan tersebut juga akan memberikan pengalaman baru bagi para mahasiswa untuk mengenal lebih dekat berbagai fasilitas dan layanan yang tersedia di Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Para mahasiswa tidak hanya diajak melihat koleksi buku dan fasilitas perpustakaan, tetapi juga mendapatkan pengenalan mengenai pemanfaatan teknologi dalam mengakses sumber-sumber pengetahuan!” Tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan penjelasan dan praktik mengenai cara menjadi anggota serta mengakses layanan perpustakaan melalui aplikasi iJateng. Melalui layanan digital tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada kemudahan mengakses berbagai koleksi bacaan secara daring sehingga aktivitas membaca dan mencari referensi dapat dilakukan dengan lebih fleksibel.
Para mahasiswa juga memperoleh pendampingan dalam memahami tahapan penggunaan layanan digital, mulai dari mengakses laman iJateng, melakukan pendaftaran atau aktivasi keanggotaan, hingga mengenal berbagai fitur yang dapat digunakan untuk mencari dan membaca koleksi digital.
Kegiatan semakin menarik karena mahasiswa diberikan kesempatan untuk menjelajahi ruang-ruang perpustakaan, mengenal koleksi bacaan, berdiskusi, serta melakukan aktivitas literasi secara langsung. Antusiasme terlihat dari keaktifan mahasiswa dalam mengikuti penjelasan dan mencoba layanan digital yang diperkenalkan.
Bagi mahasiswa penerima beasiswa asal Kabupaten Puncak, kunjungan ini bukan sekadar kegiatan rekreatif, tetapi menjadi bagian dari proses pembentukan kebiasaan belajar yang positif. Perpustakaan diharapkan dapat menjadi salah satu ruang penting bagi mahasiswa untuk memperkaya pengetahuan, menemukan referensi akademik, serta mengembangkan wawasan di luar materi perkuliahan.
Salah satu peserta kunjungan Murib menanyakan “Bagaimana caranya agar bisa meminjam buku secara langsung; tidak hanya membaca e-books yang ada di laman Ijateng; Petugas yang didampingi oleh 2 orang mahasiswa UNNES yang sedang magang menyampaikan bahwa harus ada Perjanjian Kerjasama (PKS), Asrama memiliki Perpustakaan dan ada petugas perpustakaan; “Jadi ketika buku yang dipinjam mengalami kerusakan dan lusuh; maka akan direstorasi tetapi kalau hilang petugas yang bertanggungjawab; Buku merupakan aset negara jadi harus dipertanggungjawabkan keberaannya”.
Yayasan Binterbusih sebagai lembaga yang mendampingi mahasiswa penerima beasiswa Kabupaten Puncak terus mendorong agar mahasiswa tidak hanya berorientasi pada keberhasilan akademik, tetapi juga memiliki budaya belajar, kemampuan mencari informasi, keterampilan memanfaatkan teknologi, dan kebiasaan membaca.
Kunjungan ke Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah ini diharapkan dapat menjadi pengalaman yang mendorong para mahasiswa untuk menjadikan perpustakaan sebagai bagian dari kehidupan akademik mereka. Dengan memanfaatkan fasilitas perpustakaan, baik secara langsung maupun melalui layanan digital iJateng, mahasiswa memiliki kesempatan lebih luas untuk memperkaya pengetahuan dan mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia Papua yang berpendidikan, berwawasan luas, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan Kabupaten Puncak.
Pendamping mahasiswa urusan administrasi dan data Christoporus Widi Nugroho yang akrap dipanggil Mas Kris; menyampaikan bahwa “Kesempatan menontol film dan literasi hari ini adalah investasi untuk masa depan; Melalui kebiasaan membaca, belajar, dan memanfaatkan berbagai sumber pengetahuan, 167 mahasiswa penerima beasiswa Kabupaten Puncak diharapkan semakin siap menempuh pendidikan tinggi dan kelak kembali memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan Tanah Papua. Imbuhnya! ***@ jhe saksono 002
