Semarang; (8/7/2026) Timja Pembinaan Yayasan Binterbusih menyelenggarakan Program Penguatan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 yang diikuti oleh 39 mahasiswa sebagai bagian dari proses pembinaan awal sebelum mereka memasuki dunia perkuliahan. Para mahasiswa tersebut merupakan kelanjutan dari Matrikulasi Program Beasiswa Unggulan “Puncak Cerdas” Pemda Kabupaten Puncak Provinsi Papua Tengah Tahun 2025 bekerjasama dengan Yayasan Binterbusih di Semarang.

Selama 2 hari (7-8 Juli 2026) bertempat di Wisma Samadi Nasaret Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang; Program ini dirancang untuk membekali para mahasiswa dengan karakter yang kuat, semangat belajar, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan menghadapi tantangan kehidupan akademik di perguruan tinggi. Pada hari pertama sesi refleksi, para mahasiswa diminta untuk menentukan langkah-langkah mengawali menjadi mahasiswa dan memprofilkan perguruan tinggi serta fakultas dan program studi yang dipilih.

Refleksi tersebut merupakan pendalaman sikap apakah para mahasiswa bisa mengelola waktu dan kegiatan sehari-hari untuk mempersiapkan diri ketika masuk ruang kuliah. Hal ini dirasa  penting mengelola waktu, kegiatan serta kewajiban sebagai mahasiswa, dengan kata lain “ujian kemandirian menjadi tolok ukur yang akan berpengaruh pada kemampuan akademik” 

Hasil dari refleksi kelompok tersebut dipresentasikan pada hari kedua dengan kajian mendalam dan detail bagaimana para mahasiswa tersebut dapat mempertahankan komitmen mereka; Namun pada sesi tanya jawab sifat asli bahwa, para mahasiswa menyadari masih banyak kelemahan bahkan hanyut pada keterikatan media sosial melalui sarana Gadget, google, tik-tok, you tube, IG dan aplikasi lainnya.

Sebagaimana dipaparkan oleh Kelompok 2 Hambatan yang dialami selama matrikulasi antara lain adalah : Tidak bisa merefleksikan materi ulang, Penyesuaian lingkungan & tempat tinggal, Berusaha membaca tetapi tidak mengerti isi buku, Susah memahami pelajaran, Malu bertanya dan tidak percaya diri; Namun demikian aplikasi yang ada pada Gadget semisal Canva, ChatGPT dan aplikasi AI bisa membantu dan memberikan informasi untuk tugas-tugas kuliah. Selain itu kegiatan fisik berupa olah raga atau kumpul komunitas menjadi tantangan tersendiri, agar para mahasiswa tidak tergoda, dan lupa waktu.

Pemateri Utama Bp. Paul Sudiyo dalam pengantarnya menegaskan bahwa keberhasilan seorang mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh karakter, kedisiplinan, integritas, dan kemampuan membangun relasi yang baik dengan lingkungan sekitar.

“Program ini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia Papua yang unggul, melalui Program Beasiswa Unggulan  Puncak Cerdas, kerjasama Pemerintah Kabupaten Puncak dengan Yayasan Binterbusih.  Kami ingin setiap mahasiswa memiliki fondasi karakter yang kokoh sehingga mampu menyelesaikan studi tepat waktu, menjadi pribadi yang bertanggung jawab, serta kelak kembali membangun daerah asalnya,” ujarnya.

Sementara itu Revanth Genar Kagoya yang sedang menunggu tes terakhir di Fakultas Kedokteran Ukrida Jakarta menyatakan kesannya, bahwa ia merasa menerima banyak sekali materi yang mempersiapkan diri untuk memasuki dunia pendidikan tinggi khususnya di Fakultas Kedokteran.Selama mengikuti program penguatan, para mahasiswa memperoleh berbagai materi yang meliputi pengembangan karakter, motivasi belajar, kepemimpinan, manajemen waktu, etika pergaulan, komunikasi efektif, pengelolaan keuangan mahasiswa, kesehatan mental, kehidupan rohani, serta pengenalan budaya belajar di perguruan tinggi.

Selain pembelajaran di dalam kelas, peserta juga mengikuti kegiatan dinamika kelompok, refleksi, diskusi, dan berbagai aktivitas yang bertujuan menumbuhkan rasa kebersamaan, kepedulian, serta semangat saling mendukung sebagai keluarga besar Yayasan Binterbusih.

Program ini juga menjadi momentum bagi para mahasiswa untuk mengenal visi dan misi Yayasan Binterbusih sebagai lembaga yang berkomitmen mendampingi generasi muda Papua dalam menempuh pendidikan. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, yayasan berharap setiap mahasiswa tidak hanya berhasil secara akademik, tetapi juga berkembang menjadi pemimpin yang memiliki kepedulian sosial, moral yang baik, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Para peserta menyambut kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Mereka mengaku memperoleh banyak wawasan baru mengenai kehidupan sebagai mahasiswa serta semakin termotivasi untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Bagi sebagian besar peserta, program ini menjadi pengalaman pertama untuk beradaptasi dengan lingkungan baru dan membangun persahabatan dengan sesama mahasiswa dari berbagai daerah di Tanah Papua.

Melalui Program Penguatan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027, Yayasan Binterbusih kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi muda Papua yang cerdas, berkarakter, mandiri, berintegritas, dan siap menjadi agen perubahan bagi kemajuan daerah serta Indonesia! ***@ jhe saksono 002

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bahasa