Semarang, (Minggu, 21 Juni 2026); “Disanalah Limneng Berdiri, Ia tidak turun dari langit, tidak pula muncul dari laut, Limneng hadir dari keheningan tempat disemua kemungkinan berdiam sebelum menjadi nyata. Tubuhnya tidak tinggi dan tidak pendek, tidak muda dan tidak tua. Ia seperti bayangan yang tahu dirinya sendiri. Ia bukan bentuk, melainkan niat yang menemukan wujud.  Ketika Limneng melangkah, tanah belum mengenal jejak. Batu belum tahu arti berat dan Angin belum memiliki arah.!! (dikutip dari Buku Gunung Lim Apom & Air Kehidupan; Mithologi Papua tentang relasi manusis dengan alam – karangan Andir Meku; Hal 15).

 Pesan filosofis dari hati alam dan manusia Papua yang ditulis Andir merupakan telaah kepemimpinan alam atas dirinya dan diri manusia sahabatnya.  Harapan ini akan ditanamkan kepada 37 anak muda Papua dalam kegiatan LKTL.

Bertempat di Susteran St. Fransiskus, OSF Semarang Jl. Ronggowarsito No.8, Tanjung Mas, Kec. Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah 50174; Sebanyak 37 peserta dan 12 orang Panitia mendampingi pemateri utama untuk memberikan pemahaman kepada peserta; Latihan Kepemimpinan Tingkat Lanjut (LKTL) yang berlangsung pada Kamis-Minggu, 18-21 Juni 2026. Hal ini  merupakan bagian kesinambungan dari Pelatihan Kepemimpinan Tingkat Dasar yang telah diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari baik di kost, kontrakan maupun di kampus, serta di komunitas.

Peserta LKTL kali ini rata-rata sedang menempuh semester 4 dan beberapa mereka yg menempuh tugas akhir; Mereka mahasiswa penerima beasiswa YPMAK yang kuliah dibeberapa kampus di Jawa di Kota studi Ungaran, Semarang, Malang, Surabaya, Jakarta, Bandung dan Salatiga.

Ketua Yayasan Binterbusih, Pascalis Abner SE, menyampaikan salam hormat dan ucapan terima kasih kepada Bapak Paul Sudiyo selaku pemateri utama serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat Lanjut (LKTL) ini.

Pascalis dalam sambutannya pembukaan, menyampaikan bahwa “kita akan menjalani sebuah hal yang berbeda yaitu akan ada berbagai kegiatan lanjutan yang bermanfaat bagi mahasiswa”. “Kegiatan ini mempunyai suasana yang berbeda dari sebelumnya; Pada LKTD yang telah dilalui, diharapkan semua yang didapatkan bisa diterapkan di kehidupan agar di kegiatan LKTL bisa lebih meningkat. Dunia sekarang ditantang dengan modal kepemimpinan global maupun regional dan lokal; Semua bersumber pada keberanian untuk mengambil keputusan yang strategis dan inovatif  sesuai dengan perkembangan jaman.

Selain itu pada LKTL ini; peserta dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan praktis tentang teknik pengambilan keputusan; Kepemimpinan Antar Pribadi, Manajemen Konflik; Cara membuat Visi, Misi, Strategi dan Program serta contoh bentuk-bentuk diskusi Umum Modern.

Pada proses pelatihan kepemimpinan tersebut diawal Merfriance Nawipa salah satu peserta yang tercatat sebagai mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa tahun 2024 Progdi PGSD; menyampaikan bahwa ia sangat ingin belajar memimpin tetapi ia menyadari bahwa ia tergolong pribadi yang introvert; memiliki kepribadian yang cenderung menyendiri atau refleksi internal, alih-alih bersosialisasi dengan banyak orang; ia mengalami kesulitan. Harapannya ia bisa mengesampingkan kekurangannya dan LKTL bagian dari terapi pribadinya.!

Penilain peserta terbaik oleh panitia pada kegiatan LKTL bertema “Berbeda Itu Biasa Tetap Satu Visi” dan terpilih sebagai peserta terbaik 1. Talianus Riky Ricardo Elas mahasiswa Univ. Dr Soetomo Surabaya, Fakultas Ekonomi dan Bisnis progdi Manajemen Angkatan 2023; Terbaik 2. Nela Abugau mahasiswa Univ. Ngudi Waluyo Ungaran, Fakultas Kesehatan jurusan Keperawatan angkatan 2024; Dan Terbaik 3. Ulin Sefrianus Tipagau mahasiswa Univ. Ngudi Waluyo Ungaran, Fakultas Kesehatan jurusan Kesehatan Masyarakat Angkatan 2024. Sedangkan peserta terfavorit adalah Wilem Hilimagai mahasiswa Universitas Merdeka Malang Fakultas Hukum Angkatan 2023.

Pada sesi penutupan, proses penguatan melalui ibadah penutup dipimpin oleh Bp. Paul Sudiyo sebagai pemateri utama; dengan Firman Injil Yes 43: 16-21 dan Yoh 8 : 1-11 pada perenungan dan refleksi tersebut peserta diminta untuk tetap tekun berdoa dalam naungan dan lindungan Tuhan dalam menjalani studinya.

……………… “Limneng berdiri di puncak Gunung Lim, memandang segala arah, dari sana, ia melihat dunia yang telah siap, tetapi belum hidup, Gunung berdiri, lembah terhampar, seperti tubuh tanpa darah.

Ia menunduk dan berkata lirih : “Sal tidak boleh sendiri !” Sal laki-laki pemula, penjaga dan penentu arah; Namun Limneng tahu, kekuatan tanpa keseimbangan hanya akan melahirkan kesunyian yang keras. Dunia tidak bisa hanya berdiri; Ia harus berdenyut. Tidak cukup hanya ada arah; Harus ada aliran.

Gunung Lim mendengar kata itu. Batu-batunya meresapi. Untuk pertama kalinya gunung memahami bahwa ia bukan tujuan akhir, melainkan awal dari perjumpaan!! (Andir Meku).

Diakhir acara syukur atas terselenggaranya LKTL ditutup oleh Bp. Paul Sudiyo, dengan pesan semua peserta ‘Siap Melayani Masyarakat Papua dengan rendah hati” secara simbolis ditutup dengan pemukulan tifa *** @ jhe saksono 002

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bahasa