Semarang (15/3/2026); Peserta Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) yang diselenggarakan oleh Timja Pembinaan dan Timja Mahasiswa Yayasan Bina Teruna Indonesia Bumi Cendrawasih (Binterbusih) Semarang bertema “Saya Berubah, Papua Berubah”, diikuti 59 mahasiswa asal Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan.

LKTD yang berlangsung selama 4 hari (15-18/3/2026) di Rumah Retret Griya Paseban jalan Dr. Ismangil No. 18A, Bongsari, Semarang Barat 50148. Peserta pelatihan merupakan penerima beasiswa Pemerintah Daerah Pegunungan Bintang melalui mitranya Yayasan Binterbusih Semarang; Dan mereka adalah mahasiswa asal Pegunungan Bintang yang tengah kuliah di Kota Semarang; Yogyakarta dan Salatiga.

Peserta LKTD akan menerima materi yang berkaitan dengan peran seorang pemimpin; meliputi Kepemimpinan Pribadi, Kepimimpinan antar pribadi, Manajerial dan Manajemen Organisasi serta keterampilan teknis berupa kesekretariatan, Teknik Berpidato, Memimpin Rapat dan Diskusi. Disamping pengetahuan dan keterampilan juga diberikan pemahaman tentang Anugerah Istimewa Manusia yang memiliki 4 kecerdasan (Kecerdasan spiritual, fisik, emosional dan Pikiran). Keempat kecerdasan tersebut memungkinkan manusia bisa berubah; Sebagaimana tema pada pelatihan kepemimpinan kali ini.

Pada pembukaan LKTD, Ketua Yayasan Binterbusih Pascalis Abner, SE menyampaikan “Pegunungan Bintang membutuhkan pempimpin yang berkualitas, kenapa? agar orang yang berkulitas itu mampu membangun masyarakat kita, mampu membawa masyarakat kita menjadi masyarakat yang lebih baik, sejahtera, bahagia, gembira, sukacita, sekolah tidak sulit, fasilitas kesehatan mudah”! “Nah realita yang ada di masyarakat apakah sudah seperti itu?” Kalau belum, maka kalianlah yang akan mewujudkan perubahan itu pada masyarakat!.”

Kita mengikuti latihan ini supaya mempersiapkan dan mengkaderkan pemimpin masa depan yang berkualitas, maka setelah 20-30 tahun sekarang muncul tokoh-tokoh dari berbagai kegiatan seperti ini, seperti Natalius Pigai, Apolo Safanpo, Thomas Safanpo, adalah tokoh tokoh yang sudah berhasil.

Beberapa puluh tahun ke depan adalah kalian yang sekarang duduk di sini akan menggantikan tokoh masa depan di Papua, Apakah kalian siap!” Siap jawab peserta!” Pembinaan saat ini yang kalian terima berupa materi kepemiminan akan mengajarkan hal sederhana tetapi berdampak besar bagi perkembangan Papua, hidup kita menjadi inspirasi dan membawa perubahan”. Tegasnya.

Yayasan Binterbusih sudah mendampingi dan membina banyak siswa dan mahasiswa asal tanah Papua hingga meraih sukses dan mendedikasikan ilmu pengetahuan , keterampilan serta tenaganya bagi kemajuan bumi Cenderawasih.

Beberapa nama yang telah mengecap pendidikan dan pelatihan Yayasan Binterbusih adalah;  Bupati Pegunungan Bintang Spei Bidana, Natalius Pigai mantan komisioner Komnas HAM dan tokoh muda nasional, staf pengajar Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga (UKSW) dan Ketua Gugus Tugas Papua Pemuda Katolik Republik Indonesia Melkior NN Sitokdana, Prof Dr Apolo Safanpo, ST, MT, Penjabat Gubernur Papua Selatan, Ketua Penghubung Komisi Yudisial Perwakilan Papua Dr Methodius Kosay, SH, M.Hum, dan masih banyak lagi yang sudah mendedikasikan dirinya untuk Papua.

Sementara itu Koordinator Pendamping dalam kepanitiaan Elia A. Mimin, menyampaikan bahwa ia merasa bangga, karena peserta semenjak mereka datang untuk regristrasi, persiapan pembukaan hingga penerimaan materi yang diberikan oleh nara sumber, berjalan tertib, hampir semua tata tertib ditaati dengan penuh kesadaran; berikutnya peserta ketika dicek mencatat materi dengan rapi; Selebihnya proses perubahan terjadi, mulai dari antri makan dan minum serta responsif terhadap diskusi dan kesempatan untuk bertanya.

Ronal Asemki salah satu peserta LKTD, kuliah di STIE Widya Manggala; menyampaikan dengan mengikuti kegiatan ini ia merasakan ada perubahan karaker individu yang dirasakan; ia mendapatkan pengetahuan  dan menjiwai leadership untuk memimpin diri sendiri maupun orang lain dalam aktivitas dengan modal dapat dipercaya.

Sementara itu Ibu Idha Hastanti yang mengkoordinir administratif kegiatan merasa terbantu dengan peran para pendamping, sehingga semua kebutuhan dan pembiayaan menjadi jelas dan terprogram dengan baik, karena semua data dan kelengkapan peserta dan pemateri dapat disiapkan dengan baik sesuai dengan schedule yang telah ditentukan.

Dalam konteks kepemimpinan itulah keputusan merubah pandangan dengan menggunakan 4 kecerdasan yang dapat dibaca sebagai refleksi strategis atas risiko legitimasi LKTD; Harapannya semua peserta merasa tertantang untuk menjadi pribadi yang baik dan professional; dapat menyeimbangkan karakter moral yang kuat dengan standar kerja yang tinggi; Fokus pada hubungan antarmanusia dan integritas diri; Sikap profesional berfokus pada kualitas kerja dan etika di lingkungan kerja kelak!

Saat berita ini diturunkan, kegiatan LKTD pada hari ke 2 sedang berlangsung  dengan tertib ***jhe saksono 002. 

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bahasa