Semarang (18/3/2026); “Saya Berubah, Papua Berubah”, itulah naluri kuat yang dirasaka oleh Peserta Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) yang diselenggarakan oleh Timja Pembinaan dan Timja Mahasiswa Yayasan Binterbusih Semarang dari 59 mahasiswa asal Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan; Mereka diuji dengan beberapa materi pengetahuan dan keterampilan.
Setelah mereka menerima materi pidato & sambutan peserta langsung mempraktekannya terbagi beberapa kelompok, masing-masing mengambil tempat yang berbeda untuk mempraktekan pidato atau sambutan dengan topik peristiwa. Untuk menguji kemampuan serapan teori peserta mempraktekkan pidato di depan teman kelompok untuk dinilai sesama peserta. Beberapa topik acara yang dibawakan bervasiasi; Pelepasan siswa Kelas XII; Ulang Tahun ke 20 Distrik; Peresmian gedung baru dan lain sebagainya.

Usai praktek pidato dimasing-masing kelompok peserta memilih satu orang untuk mewakili kelompoknya untuk berpidato pada forum; Masing-masing kolompok mensuport wakilnya untuk tampil prima dan mengesankan.
Demikian halnya dengan materi tentang “organisasi” yang disampaikan oleh Bp. Robert Manaku, tidak saja teori tetapi bagaimana mengimplementasikan teori kepemimpinan pribadi dengan syarat mutlak dapat dipercaya!; dituangkan dalam tugas membuat struktur ordanisai per kelompok; Organisasi memiliki Stuktur & Job discription sebagai syarat manajerial yang baik, hasil tugas membuat struktur organisasi dipresentasikan dihadapan peserta dan dibuka tanya jawab yang menarik. Sesama peserta melengkapi pengetahuannya dengan saling belajar dan menyempurnakan tugas yang sudah dipaparkan.
Dihari terakhir para peserta tampil kompak dengan atribut kaos berwarna orange, Tertulis dipunggung “Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar, Mahasiswa Kabupaten Pegunungan Bintang- Yayasasn Binterbusih Tahun 2026.
Prosesi penutup seluruh peserta dibuka aura batinnya dengan perenungan mendalam yang disampaikan oleh Bp. Paul Sudiyo; Peserta duduk melingkar dengan ditutup matanya menggunakan penutup kain. Maksud ditutup matanya adalah merujuk pada bacaan injil tentang orang buta yang disembuhkan oleh Yesus Kristus.
Selain itu penutupan mata dimaksudkan untuk fokus pada suasana hening yang dikondisikan oleh panitia agar resapan batin terhadap perenungan dari Bp. Paul bisa diterima dan membasuk luka batin dan keputusan-keputusan masa lalu yang menghambat studi mereka. Oleh sebab itu, komitmen yang telah ditulis oleh masing-masing peserta; Sebagamana ditulis oleh Julianus Murkim “Saya akan fokus kuliah dan menyelesaikan studi tepat waktu” Sementara itu Apin Mimin berkomitmen “Mulai dari sekarang saya akan berubah untuk dalam beberapa semester ini di kampus IVET Semarang; Saya berjanji tugas-tugas yang diberikan oleh dosen akan saya kerjakan dengan tepat waktu” Peserta yang terpilih sebagai “Peserta Terfavorit – Ronal Asemki menuliskan dilembar komitmen “Akan mengurangi Aktivitas Bermedia Sosial; Tidak Begadang Apabila Tidak Ada Hal Penting; Menghapus Aplikasi Medsos Yang Sering Menyita Waktu”.

LKTD yang berlangsung selama 4 hari (15-18/3/2026) di Rumah Retret Griya Paseban jalan Dr. Ismangil No. 18A, Bongsari, Semarang Barat 50148. Peserta pelatihan merupakan penerima beasiswa Pemerintah Daerah Pegunungan Bintang melalui mitranya Yayasan Binterbusih Semarang; Dan mereka adalah mahasiswa asal Pegunungan Bintang yang tengah kuliah di Kota Semarang; Yogyakarta dan Salatiga.
Berdasarkan penilaian peserta dan panitia maka telah diputuskan sebagai peserta terfavorit Ronal Asemki; sedangkan juara lomba pidato adalah : Juara 1 Ronal Asemki; Juara 2 AgustinusKalakyarmabin; Juara 3 Dolarina Yawaika. Penghargaan dan ucapan selamat bagi peserta terbaik; Juara 1. Agustinus Kakyarmabin; Juara 2. Hendrik Taplo; Juara 3. Elvionita Kristina Bidana.
Pada sesi penutupan, Ketua Yayasan Binterbusih Pascalis Abner,SE menyampaikan ucapan terima kasih dan syukur atas terselenggaranya LKTD; di dalam tas kalian yang akan diterima ada buku karya 50 tahun untuk Papua berjudul KISAH KASI DI TANAH PAPUA; Maksud pemberian buku tersebut untuk dibaca dan ditelaah. Buku tersebut berisi apa telah dikerjakan untuk Papua oleh Bp. Paul Sudiyo; Namun yang perlu dikaji adalah satu yang perlu kita pahami yaitu “kesetiaan”. Semoga kalian kedepan menjadi pemimpin yang berpegang teguh pada kesetiaan yang tidak pernah patah ara.
Ucapaan terima kasih juga disampaikan kepada Bupati Pegunungan Bintang dan Pemerintah Daerah, karena itu kerjasama dengan Yayasan Binterbusih bisa terjalin sampai saat ini; Juga kepada Sekjen KOMAPO atas perhatian dan kerjasamanya yang baik.
Sementara itu peserta merasa bahagia dan bersyukur atas terselenggaranya LKTL kali ini; kesan peserta yang disampaikan; Titus Alwolmabin; Kami sangat terima kasih banyak untuk Yayasan Binterbusuh yang sudah selalu mendidik dasar-dasar untuk membentuk karakter, pengenalan lingkungan karena kami datang dengan latar belakang pendiddikan dasar sampai menengah dengan fasilitas yang kurang sehingga kami harus belajar beradaptasi lebih baik; Septo Taplo; Kamis berterima kasih juga sudah meluangkan waktu untuk kegiatan latihan kepemimpinan tingkat dasar, Kabaupaten Pegunungan Bintang memiliki banyak keterbatasan yaitu geografis, yang kurang mendukung sehingga ativitas terbatas sehingga kami meangalami kekurang pelayanan kesehatan dan pendidikan 50 tahun kedepan akan kami mnegatasi masalah tersebut.
Pendamping kegiatan Andir Meku bangga dengan Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang dan Yayasan Binterbusih yang mengutamakan pembinaan melalui program yaitu LKTD .Generasi Pegunungan Bintang Sungguh sangat berguna untuk menjadi manusia yang unggul dan setia dalam pelayanan. Kami bangga juga karena kami dikaderkan atau melibatkan dalam pelatihan Pembiaan untuk mendampingi adik-adik terutama Program Beasiswa Pemerintah Pegunungan Bintang. Telep Tuhan Berkati Yayasan Binterbusih.
Meskipun kegiatan telah berakhir dan ditutup dengan makan siang dan pembagian uang transportasi, tetapi kegembiraan dan kebersamaan belum terbayarkan, masih banyak peserta yang tidak mau berpisah, sehingga sesi foto selvi dan kebersamaan bernyanyi masih menggema; Selamat kuliah di kampus yang baru dan selamat berjuang; Tuhan Memberkati. ***jhe saksono 002
