Semarang, (17/3/2026) Sebuah tanggungjawab berat yang ditanggung oleh pendamping dan panitia sebuah kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Binterbusih. Hal ini karena betumpu pada sebuah panggilan Ilahi, dan proses pembentukan sebuah pribadi kearah yang lebih baik, disiplin dan berkarakter bagi peserta kegiatan.

Firlasia Priska Rosevela Gombo; yang akrab dipanggil “Priska” lahir di Abmisibil, 29 Juni 2002, tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian & Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga; Gadis Hitam panjang, tinggi badan 172 dan Berat Badan 70 kg; ini memiliki hobby Futsal dan sepak bola; hari-harinya di Salatiga selain aktif perkuliahan ia juga bergabung di KOMAPO sejak tahun 2022 sebuah organisasi atau wadah perkumpulan mahasiswa dan pelajar dari wilayah Aplim-Apom, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, yang sedang menempuh studi di luar Pulau Papua (khususnya Jawa, Bali, Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera). Komunitas ini berfungsi sebagai tempat kaderisasi pemimpin, mempererat persaudaraan, dan pendampingan akademis.
Perkenalanya dengan KOMAPO diawali dengan kegiatan Ibadah Paskah dan Rapat Umum Anggota KOMAPO di Bandungan, bertugas sebagai MC, seiring berjalannya waktu ia mendapatkan tawaran ikut Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) yang menjadi awal pertemuannya bersama Yayasan BINTERBUSI. Pada pelatihan tersebut Priska mendapatkan teori dan teman serta wawasan untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan Papua. Ia baru menyadari untuk menjadi seorang pemimpin itu perlu latihan dan pengetahuan.
Priska tidak merasa kecil hati meskipun ia tidak tercatat sebagai penerima beasiswa dari Pemda Pegunungan Bintang, sampai saat ini seluruh biaya kuliah dan biaya hidup ditanggung oleh orang tua, sementara hampir semua temannya terdaftar sebagai penerima beasiswa Pemda Pegunungan Bintang.
Berbekal pengalaman dan pengetahuan LKTD ia memberanikan diri untuk melengkapi pengetahuan teori dan keterampilan ia mendaftarkan diri ikut latihan kepemimpinan tingkat lanjut (LKTL); Dari pengalaman pelatihan tingkat lanjut Priska menjadi lebih mantap.
Pada periode LKTD 15-18 Maret 2026; Priska ditunjuk untuk menjadi pendamping bersama teman-teman; LKTD periode ini peserta berasal dari Penerima Beasiswa Pemda Pegunungan Bintang berjumlah 59 mahasiswa dari kota studi Salatiga, Semarang dan Yogyakarta.
Pengalaman mendampingi peserta yang Priska rasakan, awalnya ia mengalami kesulitan karena kegiatan ini menjadi kegiatana perdana ia menjadi seorang pendamping, namun seiring berjalannya waktu priska mulai belajar untuk menyesuaikan diri bersama teman-teman pendamping maupun kaka-kaka senior, berdasarkan arahan-arahan yang di berikan oleh tim Yayasan Binterbusih. Pengalaman dalam mendampingi peserta juga mengajarkan saya, agar lebih disiplin, sabar dan bertangungjawab atas setiap tugas dan tangung jawab yang Priska dapatkan sebagai bagian dari Tim Tata Tertip (TATIP).
Di dalam Tim tata tertib (TATIP); Priska belajar banyak untuk bagaimana Priska dapat mengontrol semua jalannya acara, dari; Bagaimana menjadi seorang MC, bagaimana Priska mengarahkan peserta untuk harus mengikuti setiap peraturan yang sudah di terapkan oleh Tim Tata Tertib (TATIB), bagimana untuk mengarahkan peserta dalam memimpin diri sendiri, belajar bertangunng jawab juga dengan diri sendiri berdasarkan setiap materi yang sudah di berikan, agar tetap menjadi teladan bagi diri dan untuk sesama. Selain tim TATIP Priska juga belajar menjadi seorang pendamping di dalam kelompok untuk membimbing, dan mengarahkan peserta untuk agar lebih memahami setiap tugas dan tangung jawab yang di berikan oleh para pemateri.
Adapun harapan yang di sampaikan oleh Priska sendiri, bahwa Priska berharap setiap kegiatan dan pendampingan yang ia lakukan dapat membantu menyukseskan Visi Yayasan Binterbusih yang di anggap mulia untuk menjadikan yayasan yang mandiri, handal, dan terpercaya dalam mendidik serta membina generasi muda Papua pada umumnya dan Pegunungan Bintang khususnya, dalam menuju Papua yang damai adil dan sejaterah. *** jhe saksono – Priska
