Tangerang Selatan, (3/2/2026); Latihan Kepemimpinan Tingkat Lanjut (LKTL) Tahun 2026 bagi mahasiswa Provinsi Papua Selatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Binterbusih berkat Kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Papua Selatan, sukses diselenggarakan pada 2–5 Januari 2026 bertempat di Wisma Canossa Pondok Karya. Kegiatan ini menjadi wadah strategis pembinaan kepemimpinan mahasiswa Papua Selatan dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.
Sebanyak 44 mahasiswa mengikuti pelatihan ini, yang berasal dari empat kabupaten di Provinsi Papua Selatan, yakni Kabupaten Asmat (4 mahasiswa), Kabupaten Boven Digoel (9 mahasiswa), Kabupaten Mappi (21 mahasiswa), dan Kabupaten Merauke (10 mahasiswa). Para peserta saat ini menempuh studi di berbagai kota pendidikan di Indonesia, antara lain Bandung, Salatiga, Semarang, Malang, Jakarta, dan Yogyakarta.

Dilihat dari komposisi peserta, kegiatan ini diikuti oleh 32 mahasiswa laki-laki dan 12 mahasiswa perempuan, mencerminkan keterlibatan aktif generasi muda Papua Selatan lintas daerah dan latar belakang pendidikan.
Kegiatan LKTL 2026 secara resmi dibuka oleh Gubernur Provinsi Papua Selatan, serta turut dihadiri oleh Damianus Katayu Ketua Majelis Rakyat Papua Selatan 2023-2028. Kehadiran para pemimpin daerah ini menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan Papua Selatan.
Dalam sambutannya, Gubernur Papua Selatan; Prof. Dr. Ir. Apollo Safanpo, S.T., M.T., IPM menekankan tantangan pendidikan di era Revolusi Industri 4.0, khususnya dalam konteks perguruan tinggi. Ia menyampaikan bahwa disruptive innovation in higher education menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan serius. Menurutnya, disrupsi mendorong perubahan fundamental dalam dunia pendidikan tinggi, termasuk modularisasi pendidikan yang akan mengubah cara universitas mengelola sistem akademik dan pembiayaan. Namun demikian, ia juga menegaskan bahwa kelas daring berkelas tinggi belum tentu mampu mengalahkan sepenuhnya keunggulan pendidikan tatap muka tradisional, terutama dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan.
Selama empat hari pelaksanaan, peserta LKTL 2026 dibekali dengan berbagai materi kepemimpinan lanjutan, refleksi nilai, penguatan karakter, serta dinamika kelompok yang bertujuan menumbuhkan sikap kritis, tangguh, dan bertanggung jawab. Diharapkan, melalui kegiatan ini, para mahasiswa Papua Selatan mampu menjadi pemimpin muda yang adaptif, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah serta bangsa di tengah arus perubahan global.
Kegiatan LKTL 2026 ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul Papua Selatan, yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara karakter dan kepemimpinan.

Disela-sela acara LKTL 2026; rombongan Gubernur menyempatkan diri untuk berdialog intern bersama Pengurus Yayasan Binterbusih untuk membahas isu-isu menarik dan strategis pengembangan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM); mengingat masalah utama yang dihadapi Provinsi Papua Selatan bertumpu pada pembangunan manusia, infrastruktur, dan regulasi.
Penulis : Robert Manaku (Manajer Yayasan Binterbusih)
