Suasana santai sambil makan malam

Surabaya, (14/12/2025) Inisiatif untuk menggalang kerukunan dan keakraban antar mahasiswa dan siswa yang ada di wilayah Kota Studi Surabaya dilakukan pertemuan di Kos Putri west coast 2, yang terletak di jalan Mulyosari I No. 41, Surabaya.

Koordinator Wilayah Theodora Selly menyampaikan bahwa pertemuan ini digagas untuk mengisi liburan akhir tahun, agar masing-masing dapat saling kenal dan berbagi cerita dan  pengalaman sebagai mahasiswa dan siswa yang jauh dari keluarga.

Acara santai yang diisi dengan masak untuk makan malam bersama tersebut dihadiri oleh 3 siswa putri dan 3 mahasiswa putri, dan Koorwil. Pertemuan tersebut bertujuan agar mahasiswa dan pelajar saling mengenal dan tidak ada rasa canggung dalam menyapa dan bercerita baik sebagai pelajar maupun mahasiswa. Meskipun berasal dari pulau yang sama Papua, tetapi kalau belum kenal masih merasa malu; Oleh sebab itu peran Koorwil Kota Studi Surabaya yang merupakan kepanjangan tangan dari Yayasan Binterbusih untuk membina dan mendampingi para siswa dan mahasiswa menjadi penting.

Selama pertemuan tersebut semua yang hadir terlihat bergembira, nyaman dan dapat bercanda ria sambil bekerja sama memasak tanpa terlihat adanya rasa canggung. Pertemuan pertama mahasiswa dan pelajar ini sengaja kami rangkai dalam acara santai agar tidak ada ketegangan dan bisa melihat karakter masing-masing secara bebas, inilah juga yang menjadi tujuan agar saya sebagai koordinator dapat melihat dan mengamati kepribadian para pelajar dan mahasiswa agar dalam pendampingan nanti akan menjadi lebih mudah; tegasnya Theodora selaku koorwil!

Selain itu karena sudah saling mengenal, bercerita dan tertawa bersama sebagai teman, kakak, keluarga, dan dengan adanya pertemuan santai ini kami dapat melihat dengan jelas bagaimana cara kami masing-masing mengutarakan perasaan baik senang, kecewa maupun rasa jengkel secara natural.

Senada disampaikan oleh mahasiswa Univeritas Widya Mandala semester satu Sisilia Potowapea, pertemuan semacam ini akan mengobati rindu pada kampung halaman, dan ia berharap akan diselenggarakan secara rutin, sehingga tatap muka lebih berkualitas dari pada hanya berbagi informasi melalui WAG saja; Imbuhnya!

Dengan demikian keterbukaan akan mudah berinteraksi dan saling memahami sehingga apa yang  dirasakan selama studi, sebagai pelajar maupun mahasisa akan mengurangi hambatan dalam menjalani tugasnya sebagai pelajar maupun mahasiswa.

Tugas seorang Koorwil dengan adanya kebersamaan ini akan mempermudah untuk proses interaksi kedepannya, dengan demikian harapan dan dukungan dari Yayasan Binterbusih, pelaporan perkembangan studi para siswa dan mahasiswa setiap semester dapat berjalan dengan baik.  (jhe saksono-theo 02)

 

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bahasa