Semarang, (Senin, 1 Juni 2026); Melengkapi keterampilan teknis Calon Mahasiswa yang berasal dari Pemerintah Daerah Kabupaten Puncak Provinsi Papua Tengah sedang menjalankan program matrikulasi. Peserta Unggulan Puncak Cerdas 2025 melalui Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) mengikuti “Seminar dengan tema “Satu Tindakan Kecil Satu Nyawa Terselamatkan”. 

Seminar yang digelar di Wisma Diklat PMI Jawa Tengah RT. 11 – RW. 02 Arumsari Kelurahan Sambiroto Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Sebanyak 39 calon mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut, dengan nara sumber utama : Suwiyah A.Md pekerjaan sehari-hari sebagai bidan. Untuk pembicara kedua adalah Nurkasani Satf PMI Jawa Tengah yang ahli bidang sanitasi serta Moderator sdr. Denis Agawal.

Acara seminar yang digelar sejak pk.09.00 berakhir pada pk. 13.00 WIB, mendapatkan apresiasi dari peserta seminar; Hal ini dikarenakan pada sesi seminar tersebut tidak hanya diajarkan teori saja tetapi peserta diajak untuk berpraktek menghadapi bencana yang sesunggungnya melalui model yang diperankan oleh temannya  sendiri.  Sehingga pada pelatihan tersebut mudah dicerna dan dipraktekan.

Pemateri Nurkasani menyampaikan bahwa untuk sesi pelatihan 4 jam (09.00-12.00 WIB), materi yang diberikan bisa diringkas menjadi 3 pokok utama berikut:

  1. Dasar-Dasar Pertolongan Pertama; bertujuan untuk memberikan kemampuan dasar menolong korban sebelum tenaga medis datang. Poin pentingnya :
  • Pastikan lokasi aman bagi penolong dan korban.
  • Lakukan penilaian kondisi korban.
  • Periksa kesadaran, jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi.
  • Hubungi bantuan medis bila diperlukan. • Gunakan prinsip “Jangan menambah cedera korban”.

Pesan utama: “Penolong yang baik adalah penolong yang aman dan tenang.”

  1. Penanganan Perdarahan dan Syok, bertujuan Mencegah korban kehilangan banyak darah dan mencegah kondisi memburuk. Sedangkan point pentingnya adalah :
  • Kenali jenis perdarahan.
  • Hentikan perdarahan dengan penekanan langsung.
  • Gunakan balut atau perban dengan benar.
  • Kenali tanda-tanda syok: Kulit pucat dan dingin, Nadi cepat lemah dan gelisah, Kesadaran menurun
  • Posisikan korban dengan tepat dan segera rujuk ke fasilitas kesehatan.

Pesan utama: “Perdarahan yang tidak ditangani cepat dapat mengancam nyawa.”

  1. Evakuasi Korban dan Sosialisasi Donor Darah bertujuan : Memindahkan korban dengan aman dan meningkatkan kesadaran donor darah, Poin penting Evakuasi:
  • Pindahkan korban hanya bila diperlukan.
  • Gunakan teknik angkat dan pindah yang benar.
  • Jaga kepala, leher, dan tulang belakang korban.
  • Utamakan keselamatan penolong.

Poin penting Donor Darah:

  • Donor darah menyelamatkan nyawa.
  • Donor darah aman dan bermanfaat bagi kesehatan.
  • Donor darah dilakukan secara sukarela dan teratur.
  • Setetes darah dapat menjadi harapan bagi pasien yang membutuhkan.

Pesan utama: “Selamatkan nyawa melalui tindakan pertolongan pertama dan donor darah.”

Kesimpulan Pelatihan : Menolong dengan aman dan benar; Menghentikan perdarahan serta mengenali syok; Melakukan evakuasi korban dengan tepat; Menumbuhkan kepedulian untuk donor darah sukarela. Menurut  Pemateri Nurkasani untuk memberikan kebanggaan batin dan penyemangat jiwa kePMIan maka slogan yang ditanamkan kepada para peserta adalah “Siap Menolong, Siap Bertindak, Siap Menyelamatkan Nyawa.” PMI Jawa Tengah.

Sementara itu menurut Penius Murib salah satu peserta menyampaikan bahwa pelatihan P3K yang ia terima mudah dipahami dan dipraktekan dimanapun ia berada ketika terjadi kecelakaan. Hal yang berkesan adalah ketika terjadi kecelakaan disekitarmu maka teori yang didapatkan bisa diterapkan. Semisal terjadi luka yang berdarah yang harus dilakukan adalah bungkus tangan kita dengan plastik kalau tidak ada kaos tangan; berikutnya bersihkan luka dan dibalut dengan bersih dan berikutnya dibawa ke rumah sakit, atau menunggu dokter atau ambulan.

Janius temannya melengkapi apabila korban membutuhkan tandu untuk diangkat, maka bisa menggunakan selimut untuk mengangkat korban; Apabila kecelakaan yang dialami di kampung dan mengakibatkan patah tulang, maka tulang yang patah kaki atau tangan bisa ditopang menggunakan kayu dan diikat sebelum dibawa ke rumah sakit. Pertolongan pertama musti dilakukan dengan hati-hati agar tidak menambah cidera pada korban. Imbunya.

Pemateri utama Suwiyah, A.Md menyampaikan bahwa seminar kali ini sangat bermanfaat karena akan membekali peserta dengan Pengetahuan dan Keterampilan untuk bertindak cepat dan menjadi penolong disaat terjadi bencana atau kecelakaan dalam keadaan darurat!, Tegasnya.

Denis Agawal yang memandu seminar tersebut; menutup acara dengan santun dan memberikan semangat kepada peserta untuk tetap belajar “Ayo Belajar Pertolongan Pertama” karena keterampilan dan pengetahuan tersebut tidak sia-sia. ***@ jhe saksono 002

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bahasa