Temanggung (18/10/2025) Yayasan Binterbusih dalam rangka program Pendampingan Studi Pelajar SMA-SMK Pegunungan Bintang Tengah Semester” menyelenggarakan pendampingan Studi bagi Pelajar dengan tema “Tujuan Hebat Butuh Otak, Hati, dan Fisik yang Kuat”.

Bertempat di Pertapaan Santa Maria Rowoseneng, Ngemplak, Kec. Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah 56281, sejumlah 27 siswa digembleng untuk mendalami makna belajar di Perguruan Tinggi kelak disertai persiapannya. Sebanyak 7 orang pendamping dan pamong berikut nama-namanya : Paul Sudiyo, Dolfin SJ Kamesrar, Mario Kurniawan Broto, Idha Hastanti, Antonius Ariyanto, Daniel Sunardi, Indah Tafonao. 

Selama dua hari dipaparkan untuk mencapai sebuah tujuan itu membutuhkan otak, hati, jiwa, dan fisik yang kuat. Hal tersebut saling berkesinambungan; dan mencapai sebuah tujuan itu tidak boleh setengah hati namun harus bersunggguh-sungguh dari mulai mempersiapkan diri di bangku sekolah sampai perkuliahan nantinya.

Perkuliahan akan dimulai dari semester pertama yang berkaitan dengan persiapan diri serta adaptasi di kampus serta perolehan IP Semester Pertama yang diisyaratkan oleh Yayasan Binterbusih dan Pemda Pegunungan Bintang. Tentu saja ini tidak mudah untuk melemahkan kehidupan dikehidupan kampus. Untuk itu dari sekarang harus mulai belajar dan mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh baik secara fisik, otak, hati, maupun jiwa.

Untuk menginspirasi, siswa diajak untuk bermain yang tekanan pada kebersamaan dan kerjasama; Siswa dibagi menjadi 3 kelompok (kelas X, XI, XII) untuk mengikuti kegiatan permainan. Dalam permainan ini, setiap kelompok diberikan tali dan bola. Tugasnya setiap individu dalam kelompok harus ikut serta dalam memegang tali untuk memindahkan bola dari ujung ke ujung lapangan.

Setelah kegiatan itu, setiap kelompok diminta untuk membangun sebuah bangunan (bebas) dengan media stick es krim, lem dan spidol warna. Salah satu kelompok, kelompok kelas XI membangun gereja. Mereka kemudian diminta untuk membuat presentasi kelompok dengan daftar pertanyaan yang tersedia seperti kesulitan dan komunikasi kelompok dalam permainan yang mereka lakukan.

Putri Anindita salah satu mahasiswa Program Profesi Psikologi Unika Soegijapranata (SCU) yang saat ini sedang magang di Yayasan Binterbusih secara detail memperhatikan proses memutar kegiatan, baik di kelas maupun di lapangan. Ia merasa sangat terkesan dengan pendampingan studi tersebut. Selain materi yang diberikan kepada siswa juga cara dan pendekatan yang dilakukan oleh para Pendamping & Pamong Yayasan Binterbusih mengingat yayasan ini sudah berpengalaman 38 tahun dan telah melahirkan tokoh dan pemimpin di Papua yang saat ini menjabat jabatan penting di semua provinsi di Papua. (jhe-saksono).

 

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bahasa