Semarang (Senin, 6 April 2026) Menghayati dan memaknai kebangkitan Kristus sebagai kekuatan untuk membarui kemanusiaan dan menjadi alat keselamatan bagi sesama, perlu diimplementasikan pada sebuah tindakan nyata.

Libur sekolah pada siswa dampingan Yayasan Binterbusih dalam rangka memperingati Tri Hari Suci tahun 2026 menjadi momentum pribadi. Libur sekolah tersebut di Indonesia umumnya jatuh pada tanggal 2 April hingga 5 April 2026. Berdasarkan kalender akademik dan ketetapan hari libur nasional, terinci dalam perayaan berikut : Kamis Putih 2 April 2026; Wafat Yesus Kristus / Jumat Agung 3 April 2026; Sabtu Suci 4 April 2026; Hari Raya Paskah 5 April 2026; Jatuh pada hari Minggu yang merupakan hari libur mingguan.
Untuk mengisi liburan tersebut Timja Pelajar telah merancang aktivitas bagi siswa bertumpu pada metode yayasan berbasis 8K. Selain itu proses pendampingan dan pembinaan mengambil beberapa tempat antara lain adalah Gereja disana siswa dilibatkan dengan jadual aktivitas gereja sesuai dengan kalender gereja.
Elpidius Wisnu Satriya Nugroho Pendamping Asrama Amor Putra Mangunharjo Semarang yang akrab dipanggil Kaka Wisnu menyampaikan sebagai berikut “Selamat pagi Bapak Ibu semua, kemarin Jumat pagi adik Hugo, adik Amon, adik Gloria, dan adik Petronella sukses mengikuti Visualisasi Kisah Sengsara Tuhan Yesus dengan totalitas. Terima kasih kami ucapkan untuk Ibu Maya, Pak Robert, Pak Yul, dan Pak Eman karena sudah mengijinkan 4 adik ini ikut aktif di kegiatan OMK Gereja Katolik Santo Petrus Sambiroto; Puji Tuhan respon umat sangat positif dengan keterlibatan adik-adik pelajar SMA dari Yayasan Binterbusih, dan ada salah satu umat bernama Pak Purwoko bangga melihat adik-adik Papua; Beliau meminta agar lebih banyak adik-adik Papua yang terlibat dalam setiap kegiatan gereja karna senang melihat keberagaman.

Keterlibatan pelajar Asrama Amor awalnya teman-teman OMK merasa takut untuk bergaul dengan Anak Papua; Mereka merasa teman baru tersebut pendiam dan terlihat menjaga jarak; tetapi dengan berjalannya waktu mereka menerima dan merasa senang; Demikian halnya dengan Pelajar SMA yang gabung dikegiatan gereja; Mereka merasa menyesuaikan dengan lingkungan baru, teman baru dan suasana baru, beruntungnya mereka telah mendapatkan materi adaptasi dan sosialisasi berupa metode 8K dan itu sangat membantu.
Untuk selanjutnya Adik Nelson & Huga serta Petronela akan mendaftarkan diri untuk ambil bagian pada kegiatan lektor dan pemasmur, sedangkan adik Yonas dan Yusuf akan ambil bagian di Organisasi OMK. Selama Tri Hari Suci mereka juga membantu pelayanan packing snack untuk petugas misa dan panitia, serta bertugas menjadi Tatib Gereja dan melayani umat untuk mendapatkan lilin.

Sementara itu bagi siswa matrikulasi SMA penerima beasiswa program “Puncak Cerdas” menyelenggarakan nonton film bersama berjudul The Passion of The Christ sebagai persiapan memasuki perayaan Paskah, dengan pendamping Kaka Yoram Wamuni, bertempat di Wisma Diklat PMI.
Mengisi liburan adik-adik SMP di Asrama Amor Putra-Putri Ungaran selain mengikuti aktivitas gereja juga menyelenggarakan program meningkatkan kemampuan dan keterampilan berbahasa Inggris melalui percakapan. Pamong Pendamping sekaligus Kepala Asrama Meylita Michelina Simamora, yang akrab dipanggil oleh anak-anak “Mami Lita” menyampaikan dalam laporan paginya bahwa peningkatan keterampilan berbahasa Inggris dirasa perlu dan pas untuk mengisi liburan dengan percakapan sederhana mulai memperkenalkan diri dan bercerita dalam dialog interaktif bersama teman.
Tersampaikan di grup WA Binterbusih yang dibagikan oleh Mami Lita “Bapak Ibu, anak anak SMP semua hari ini belajar conversation sederhana Bahasa Inggris, bisa dicoba di SMA supaya anak anak terlatih terus. Masih banyak yang ga sempurna sebenarnya tapi keberanian tampil dan keberanian mencoba dan jam terbang akan membuat mereka lebih lancar. Saya sendiri agak kaget lihat anak anak yang sebelumnya ga bisa lebih berani tampil akhirnya bisa juga. Ayo kita latih terus mereka kapan saja, di setiap kesempatan”. Jelasnya!.

Melengkapi aktivitas siswa SMA pada Minggu Paskah siswa nama Necson Uamang SMA Sint Louis kelas XI, telah menerima sakramen Baptis, ketika menerima sakramen baptis ia didampingi oleh kedua orang tuanya dan tantenya, bersamaan juga dua anak putra-putri Ibu Maya dan Pak Robert siswa SD. Kebon Dalem (Ferdinand & Alfania) juga menerima sakramen tersebut. Lengkaplah kebahagiaan yang dirasakan oleh para siswa dan Pamong Pendamping Asrama Amor.

Sementara itu untuk meningkatkan kepedulian dan mengkaji kehidupan nyata bahwa pembelajaran hidup tidaklah mudah, maka diprogram juga bagi siswa melalui pembinaan khusus dan terjun di masyarakat, sebanyak 5 anak 1). Hendrikus Matirani, 2). Christopel, 3). Barnabas, 4). Intan, 5). Yorince. Mereka akan melakukan perawatan kandang dan memberi makan di Peternakan Kuda Mranggen pada Sabtu,04 April 2026, Jam 06.00- 12.00 WIB.
Sedangkan untuk dua siswa SMA Depinus dan Alinesius akan tinggal bersama anak-anak di Sekolah Kehidupan dalam rangka mengikuti pembinaan khusus selama tiga hari. Sekolah Kehidupan merupakan lembaga yang melayani anak-anak yang kurang beruntung serta difabel di bawah naungan Yayasan Sekolah Kehidupan / School of Life Foundation, beralamat di Jalan Cakrawala Utara III, 50144 Kota Semarang.
Untuk meningkatkan potensi adaptasi dan sosialisasi terhadap lingkungan asrama, beberapa anak Asrama Amor Putra melakukan kunjungan silaturahmi ke rumah Ketua RT.02 dan Ketua RW. V Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tembalang kota Semarang, didampingi oleh Pamong dan Kaka Melly. Kunjungan ke Ketua RT. 02 diterima oleh Bp. Denny Sedangkan kunjungan ke rumah Ketua RW. V diterima oleh Bp. Suwarno beserta Ibu; dalam kunjungan tersebut anak-anak menerima wejangan dan harapan kedepan agar kelak menjadi “Orang Gede” di Papua ***jhe saksono 002
