Semarang, (6/3/2026); Thania Oksopkur Tapyor merupakan penerima beasiswa dari Pemda Pegunungan Bintang tahun 2021. Perjalanan studinya diawali dari lulus SD YPKP St. Vincensius Mabilabel Oksit; SMP Marganingsih Muntilan dan SMA Stella Duce 2 Yogyakarta kemudian lanjut di Soegijapranata Chatolic University (SCU) Fakultas Teknologi Pertanian, Program Studi Teknologi Pangan. Judul skripsi : Efektivitas Biji Pinang Sebagai Antimikroba (Bakteri & Kapang) Pada Makanan”. Dibimbing oleh Dr. Ir. Lindayani, MP sebagai Pembimbing I dan Dr. Dra. Laksmi Hartajanie, MP Dosen Pembombing II. Thania merupakan anak putri pertama dari pasangan Bapak Yance Tapyor dan Ibu Carnelia Kekyarmabin, lahir di Jayapura, 10 Februari 2002.
Berdasarkan informasi mereka yang kuliah di Teknologi Pangan, program studi ini merupakan program studi unggulan dan berkualitas. Rata-rata mahasiswa yang kuliah di Tek-Pang merupakan mahasiswa yang cerdas dan tahan uji, disamping biaya studinya yang cukup besar karena mereka harus melakukan riset dan praktik di laboratorium dengan menggunakan bahan dan meteri habis pakai, juga menggunakan sarana praktikum yang modern.
Ketika awal kuliah di Semarang ia merasa pesimis untuk bisa menyelesaikan kuliahnya di SCU, karena mengambil jurusan yang menurutnya sulit; Namun hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti, ketika memasuki semester tiga (3); Ia menerima beasiswa dari Yayasan Binterbusih yang bermitra dengan Pemda Pegunungan Bintang yang diusulkan oleh Kaka Terosia Payumka.
Setelah bergabung dengan Yayasan Binterbusih ia baru tahu bahwa Orang Pegunungan Bintang asal daerah saya, ternyata banyak, sebelumnya ia tidak mengena siapapun di Semarang ini. Sejak itu ia mengenal orang Papua dari berbagai kabupaten dan keluarga mahasiswa asal Pegunungan Bintang; sehingga dapat mengikuti program Yayasan Binterbusih : Pendampingan Studi; Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) serta Kepemimpinan Tingkat Lanjut (LKTL) dan rekoleksi serta program pendampingan lainnya.
Tumbuh percaya diri untuk tetap semangat menghadapi kesulitan akademik yang ada di Progdi Teknologi Pangan SCU menjadi tantangan tersendiri; Uraian penguatan diri melalui program Yayasan Binterbusih 8K (Komitmen, Karakter, Kompetensi Akademik, Keterampilan hidup-AC4, Kesehatan Jasmani, Kesehatan rohani, Kepemimpinan dan Keterampilan Teknis), memaksa saya untuk bertahan dan menyelesaikan kesulitan studi.
“Program 8K yang saya terima memompa semangat untuk “Percaya Diri” bahwa Yayasan Binterbusih telah melahirkan alumni dampingan yang telah melewati kesulitan tersebut; Hal itu tidak terjadi pada diri saya saja”, tegas Thania!
“Terima kasih Yayasasan Binterbusih dan Pemerintah Daerah Pegunungan Bintang, kini saya telah menyelesaikan sidang akhir Sripsi dan dinyatakan lulus, pada Sabtu, 11 April 2026 nanti saya akan diwisuda dan berhak menyandang gelar Sarjana Teknologi Pangan – STP dari Kampus SCU Semarang”.
Atas saran dari Ketua Yayasan Binterbusih Pascalis Abner, Thania diminta untuk melanjutkan ke jenjang Program Pascasarjana (S2) mengambil Program Studi Agro Teknologi Pangan di Universitas Sumatra Utara (USU), Medan; disana telah menunggu Koorwil Kota Studi Medan Kaka Rumondang Lusi Simamora, S.H., M.Si, siap mendampingimu untuk studi lanjut; Semoga! *** jhe saksono 002
