Semarang; (3/2/2026); Berita duka datang dari grup whatsapp Yayasan Binterbusih mantan Direktur Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) periode 2019–2024 Vebian Magal, Selasa (3/2) pukul 14.15 WIB meninggal dunia di Rumah Sakit Sint Carolus, Jalan Salemba Raya, Jakarta.
Jenazah Vebian, tokoh muda Papua asal Mimika, Provinsi Papua Tengah berusia 44 tahun, kemudian disemayamkan di Lantai 6 Ruangan Gabriel RS St Carolus. Suasana haru tampak terasa saat Selasa (3/2) sekitar pukul 21.15 WIB jenazah Vebian diletakkan dalam Ruangan Gabriel.
Sontak berita mengejutkan tersebut tersebar dan diterima Pengurus dan staf Yayasan Binterbusih; ucapan duka dan kesedihan mengalir di grup whatsap; Pak Antok yang bertugas sebagai koordinator transportasi asrama Amor, mempunyai kesan yang mendalam terhadap beliau; setidaknya beliau orang baik dan ramah pada siapapun; “Pak Vebian bisa meredam dan meyakinkan anak-anak Asrama Amor, ketika peristiwa eksodus, tahun 2019 yang lalu”.
Sekretaris Yayasan Binterbusih; Widhi Cahyadi menyampaikan : Selamat pagi, salam sehat. Turut berduka cita yang mendalam atas kepergian Bapak Vebian Magal, terus membangun komunikasi yang baik dengan kami, mulai dari menjadi peserta beasiswa hingga manjadi Direktur YPMAK.
Terus mengembangkan pendidikan, kesehatan, ekonomi yang baik bagi masyarakat Timika khususnya.
Semoga diampuni segala dosanya dan damai bersama Bapa di surga.
Sementara itu, dikutip dari laman https://www.odiyaiwuu.com/wakil-bupati-emanuel-melayat-di-rs-sint-carolus-paul-sudibyo-mimika-kehilangan-vebian-magal/
Pembina Yayasan Binterbusih Bapak Paul Sudibyo menyampaikan duka mendalam berpulangnya Vebian Magal di usia yang sangat muda. Paul mengaku, Almarhum Vebian Magal adalah salah satu tokoh muda asal Mimika yang potensial dan berbakat. Namun, belum lama mengabdikan diri demi kemajuan masyarakat dan daerah keburuh dipanggil Tuhan.
“Berpulangnya Vebian Magal adalah sebuah kehilangan besar. Vebian adalah salah satu di antara sosok anak muda Mimika potensial yang sedianya akan menggantikan generasi tua malah berkurang. Beliau sejak kecil sangat disiplin, aktif mengembangkan potensi dirinya melalui berbagai pembinaan sehingga usai kuliah dalam waktu yang tidak lama langsung berkembang dengan baik,” ujar Paul di RS Sint Carolus, Jakarta, Selasa (3/2) malam.
Paul juga mengaku, Vebian Magal juga merenda karir di YPMAK mulai dari staf biasa, kemudian kepala biro Pendidikan hingga dipercaya menjadi direktur. Semua tahapan itu, kata Paul, dijalankan Vebian dengan tekun dan sungguh-sungguh.
“Kami semua sungguh kehilangan karena sosok seperti Almarhum diharapkan menjadi pemimpin bukan hanya di YPMAK tetapi di berbagai bidang pengabdian yang lain di tanah Papua. Tetapi, sebagai umat beragama tentu kita semua mengikuti apa kehendak Tuhan itulah yang terbaik bagi kita,” kata Paul. (*)
Kami semua; pimpinan dan staf Yayasan Binterbusih berduka dan selalu mendoakan semoga prosesi penghiburan dan pemakaman berjalan dengan baik dan lancar, Tuhan Memberkati ***jhe saksono002
