Semarang, (Senin, 9 Maret 2026), “Seorang Pemimpin adalah orang yang melihat lebih banyak dari pada yang dilihat orang lain, melihat lebih jauh dari pada yang dilihat orang lain, dan melihat sebelum orang lain melihat. (Leroy Eims)”
Sementara pengertian Kepemimpinan Secara etimologi, pemimpin (Leader) berarti bergerak lebih awal, berjalan di depan, mengambil langkah pertama, mengarahkan pikiran-pendapat dan tindakan orang lain; Sedangkan (John Pfiffner) memberikan pengertian “Kepemimpinan adalah seni untuk mengkoordinasikan dan memberikan dorongan terhadap individu atau kelompok untuk mencapai tujuan yang diinginkan”.
Mendukung pengerian tersebut “Kepemimpinan adalah proses mengarahkan dan mempengaruhi kegiatan yang berhubungan dengan tugas dari anggota kelompok. (Stoner) Kepemimpinan adalah suatu hubungan dua orang atau lebih di mana yang satu mempengaruhi yang lain untuk tercapain tujuan bersama; ditegaskan oleh Ivancevich.
Paulus Sudiyo dilahirkan di Yogyakarta, Selasa Kliwon 13 Maret 1951, Jumat, 13 Maret 2026 genap berusia 75 tahun. Kesetiaan, jujur, disiplin serta integritas beliau dalam mewujudkan Papua yang damai, adil dan sejahtera menjadi mimpi nyata melalui sebuah lembaga bernama Yayasan Binterbusih.
Fokus integritas yang dituju menggunakan sarana perubahan pola asuh pikir anak-anak Papua bersandar pada “kepemimpinan”; Hal tersebut merujuk pada sumber agen perubahan, menjadi harta logika iman yang dipengaruhi oleh proses pendidikan. Perjalanan mendampingi, mendidik, memahami, melayani bahkan mendoakan adalah kekuatan yang terus menerus mengalir bagai nutrisi ilahi yang menjalar pada urat dan nadi Paul Sudiyo.

Ketika berbagi peran dengan cara mentranfusi nutrisi ilahi yang dimiliki pada mereka yang mendekat apakah itu anak Papua, Orang Jawa dan Orang NTT atau pribadi lain; Itu adalah karunia Tuhan Ia tidak jalan sendirian. 38 tahun lebih berlayar bersama perahu Yayasan Binterbusi menjemput dan mengajak serta memuat anak-anak Papua untuk berlayar bersamanya, menuju tanah harapan yang adil, damai dan sejahtera.
Dahulu anak-anak Papua yang bersandar di bangku Perahu kayu Yayasan Binterbusih, dihempas oleh ombak dan dinginnya badai berlindung dalam pelukan Alma Mater (Alma=Susuan, Mater Ibu) Yayasan Binterbusih kini anak-anak itu telah menjadi sosok pemimpin, sebagaimana yang diharapkan oleh Paul Sudiyo. Agen perubahan untuk dirinya sendiri, Mendapatkan pekerjaan lebih baik, Melanjutkan pendidikan ditingkat Diploma,Sarjana, Pascasarjana (S1,S2,S3 dan Program Profesi), Menjadi ASN, Memiliki kehidupan yang lebih baik, Menjadi Anggota DPR, KPU, Bupati, Gubernur, Menteri; Juga ada yang menjalani profesi sebagai Tenaga Kesehatan, Dokter, Guru, Dosen, Akuntan, Berkiprah dalam bidang Hukum, Direktur LSM dan masih banyak lagi yang bertekun pada Pemberitaan dan Lingkungan; Bahkan ada yang konsen di Budaya serta Kekayaan Adat.

Ketika penulis menanyakan “Apakah refleksi sepekan menyongsong 75 tahun masih ada yang belum terwujud? ”Helaan nafas dan tunduk kebumi Beliau katakan “Kenyataan yang ada di masyarakat Papua, mewujudkan masyarakat Papua yang adil, damai dan sejahtera masih jauh dari harapan dan mimpi saya!.
Penjelasan dari beliau dengan tegas Yayasan Binterbusih kedepan mesti harus memberi teladan!, Fokus pada bidang ekonomi adalah obesesi. Para pemimpin yang telah dilahirkan oleh Yayasan Binterbusih mesti harus memberikan peluang untuk mengembangkan usaha dan memberikan kesempatan untuk kerja pada masyarakat Papua; Meskipun saat ini sudah terlaksana tetapi masih jauh dari harapan.
Alumni Yayasan Binterbusih “Kalau Dirinya Bersinar, Tidak Hanya Menyinari Dirinya Sendiri!; Tetapi Menyinari Orang Lain dan Masyarakat Sekitarnya” pesan Beliau tegas dan jelas, itu bagian dari refleksi diri Beliau menyongsong 75 tahun.

Tentu pesan tersebut bukan sekedar harapan, tetapi keharusan yang harus dilakukan dan diteladankan oleh semua insan Yayasan Binterbusih, tidak hanya pada Alumni saja. Beliau menyampaikan kepada kita semua insan Yayasan Binterbusih tak terkecuali, pria maupun wanita, muda maupun tua. Bentuk dari bersinar adalah “Beriman, Disiplin, Jujur, Setia dan Integritas” tegas Beliau!; ***jhe saksono 002
Catatan kaki :
Paul Sudiyo menurut pasaran bayi yang lahir Kliwon mempunyai ketrampilan; Pandai bicara, mudah bergaul, periang dan ambisius serta setia pada janji juga pribadi pedoa; Namun ceroboh memilih makanan dan berpotensi mengabaikan kesehatan.
Lahir pada tanggal 13 Maret 1951 memiliki zodiak Pisces, dikenal sebagai individu yang intuitif, imajinatif, dan memiliki empati yang dalam.
Kepribadian & Karakteristik (Lahir 13 Maret)
- Si Pemimpi Intuitif: Anda cenderung memiliki kedalaman emosional dan imajinasi yang tinggi, sering kali bertindak sebagai penyembuh atau konselor bagi orang di sekitar Anda.
- Kreatif dan Sensitif: Anda memiliki jiwa seni dan mampu melihat keindahan dalam segala hal. Namun, sensitivitas ini juga membuat Anda mudah tersentuh.
- Mandiri namun Empatik: Anda menghargai kebebasan dan mandiri, tetapi memiliki cara yang unik dan penuh kasih sayang dalam berhubungan dengan orang lain.
- Mandiri dan Penyayang: Sebagai Pisces, Anda dikenal sangat peduli, setia, dan memiliki empati kuat, seringkali mengutamakan kebutuhan orang lain.
Ramalan untuk Tahun 2026 (Usia 75 Tahun)
- Keuangan & Kekayaan: Horoskop 2026 menunjukkan peluang untuk menciptakan stabilitas finansial yang kuat. Uranus membawa pertumbuhan tak terduga, sementara Saturnus mendorong pengambilan keputusan yang lebih disiplin dalam investasi.
- Karier/Aktivitas: Jika masih aktif berkarya, tahun 2026 adalah waktu yang ajaib di mana visi jangka panjang Anda dapat terwujud, terutama dalam proyek kreatif atau yang selaras secara spiritual.
- Cinta & Sosial: Fokus pada diri sendiri dan kebahagiaan batin (self-love) sangat disarankan. Antara Januari dan Juni 2026, kehidupan sosial atau hubungan Anda akan terasa menyenangkan dan memuaskan secara emosional.
- Kesehatan: Perhatikan kesehatan, terutama potensi iritasi tenggorokan atau flu. Istirahat yang cukup sangat penting untuk menjaga tubuh tetap bugar.
Riwayat Pendidikan
- Tahun 1967 SMP Kanisius Klepu Yogyakarta, Tahun 1970 SPG PL Seduyu Yogyakarta
- Tahun 1975 menyelesaikan Pendidikan di IPI Malang, dan bercita-cita menjadi tentara atau polisi.
- Menjadi guru SMA Gabungan, STM, SKK, SMP & SGO Negeri semua ada di Jayapura.
- Menggantikan Pater Dr Van den Berg Ofm sebagai Pastor Katedral, mengisi mimbar rohani di RRI Nusantara V Jayapura.
- Mempopulerkan Noken ( tas asli Papua) untuk dipakai ke sekolah
- Tahun 1977 ikut kursus Drama Radio, Sanggar Pratiwi dari Jakarta, maka mulailah mengisi mimbar dengan drama radio dan drama panggung Balada Penyaliban.
- Bersahabat dengan Almarhum Agus Alloa menjadi Ketua MRP Papua yang pertama , Mgr John Saklil Pr jadi Uskup Timika, , Daniel Buto Ketua DPRD Nabire yang dahulu pernah menjadi mudirnya di SMA Jayapura
- Pater Yan You pernah jadi Vikjen di Jayapura sahabat dan adik kelas
- Menyelesaikan program Doktoral di Malang sejak tahun 1979.
Pengalaman Kerja
- Awal tahun 1982 kami kembali ke Jayapura ditugaskan Uskup ditempatkan di PPK (Pusat Pembinaan Kader) di Epouto atau tim pastoral Epouto.
- Tahun 1983 Pastor Paroki Epouto dan Pimpinan Pusat Pembinaan Kader Epouto Keuskupan Jayapura
- Waktu tugas di Epouto sering bertemu dengan Panglima OPM di Pegunungan Tengah Tadheus Yogi dengan segala keaktifannya dan disini pula kami berhubungan dengan Dandim dan Danrem.
- Kembali ke Jawa 1988 mendampingi istri yang ambil spesialis anak di UNDIP Semarang.
- Tahun 1988 istri mengambil Spesialis Anak di Undip Semarang, dan saya memulai petualangan baru dengan Pembinaan mahasiswa asal Papua se Jawa Bali dalam naungan Yayasan Binterbusih.
- Sebagai Koordinator Wilayah Untuk DIY dan JATENG tahun 1988-1994. Sekaligus sebagai ketua tim Pembinaan untuk seluruh Jawa dan Bali, tahun 1995 – 2000,
- Direktur tahun 2000-2010 dan terakhir sebagai / Ketua Yayayan 2010 sampai 2020.
- Bersama dengan beberapa Pemda Kabupaten di Papua dan Lembaga Masyarakat Adat LPMAK dari tahun 1999 sampai sekarang memberikan beasiswa penuh, ratusan siswa dan mahasiwa sudah berhasil menyelesaikan studynya.
- Bersama Family Health International melakukan penaggulangan HIV AIDS di kalangan mahasiswa dan Pelajar berasal dari Papua yang study di Jawa dan Bali, sudah ribuan mahasiswa dan pelajar berasal dari Papua sudah melakukan VCT .
- Menyelenggarakan Pembinaan kepada para dan Pelajar Mahasiswa untk pengembngan mental ,spiritual, emosional, Leadership, kewirausahaan, persiapan memasuki dunia kerja; di Jawa, Jayapura dan Manado.
- Beberapa Pembinaan yang dapat kami sebutkan antara lain :
- Menyelenggarakan KOA Yogyakarta 1999 ; Kursus Orientasi Adaptasi Budaya bertujuan supaya generasi muda Papua selain belajar dari budaya sendiri, juga belajar budaya orang lain agar bisa mengambil nilai-nilai positif budaya orang lain, untuk membekali diri hidup masa depan. Pemateri budayawan terkemuka Yogyakarta: Gubernur Baas Suebu, Romo Mangun, Romo Kuntoro, Jamaludin Ancok, Tukiman Taruna, G Mujanto dll.
- KIM I (Kursus Integrasi Motivasi I), di Jakarta 1990; Mengintegrasikan generasi muda Papua kedalam kehidupan berbangsa dan bernegara IPOLEKSOSBUDHAMKAMNAS, selama 1 minggu. Pemateri : Para Menteri, staf Ahli Menteri, PANGAB, LEMHANAS, Ketua UMUM Partai Politik yang ada waktu itu masih tiga yaitu GOLKAR, PDI dan PPP, Pimpinan MUI, Pimpinan
- KIM II ( di Jakarta ) Pemateri sama dengan KIM I hanya pesertanya diperluas, tidak hanya dari Jawa tetapi dari Papua, Menado dan Makasar.
- Bekerjasama dengan DEPNAKER , mengadakan Latihan-latihan kerja bagi mahasiswa-mahasiswa droup out.
- Menyelenggarakan Trainning jurnalistik berkerjasama dengan Jawa Pos dan Surya Surabaya, untuk para mahasiswa se Jawa-Bali.
- Menyelenggarakan Training Kewirausahaan untuk para mahasiswa yang mau menyelesaikan study untuk bekal pulang ke Papua dari tahun 2005 – sekarang.
- Menyelenggarakan Training mempersiapkan diri memasuki dunia kerja bertujuan mermbekali para mahasiswa yang mau pulang untuk mempersiapkan diri mencari kerja. Dari tahun 2009 – sekarang.
- Menyelenggarakan Latihan kepemimpinan Dasar dan Kepemimpinan Lanjutan yang diselenggarakan setiap tahun sekali untuk mahasiswa Papua se jawa Bali sejak 1994 – sekarang.
- Menyelenggarakan Asrama untuk Pelajar dari Papua di Semarang , dari tahun 1997- sekarang.
- Pembinaan pendampingan study baik untuk siswa dan mahasiwa yang diadakan setiap akhir semester .
- Menyelenggarakan sekolah matrikulasi selama 1 tahun untuk pelajar tamatan SMP yang datang dari Papua agar lebih siap melanjutkan di SMA / SMK di Jawa.
- Ketua Tim Kampanye Pendidikan Tahun 2009-2014 di daerah Mimika baik di pinggiran kota, pesisir maupun pedalaman . Menyadarkan orang tua, tokoh masyarakat, anak-anak sekolah bahwa pendidikan itu penting dan menjadi tanggungjawab kita bersama untuk memperbaikinya. Membentuk kelompok-kelompok belajar pada sore hari bermain sambil belajar, karena hampir semua anak sesudah sekolah tidak ada yang belajar. Membentuk kelompok relawan untuk mengajar membaca, menghitung, dan menulis karena dibanyak tempat guru kurang, bahkan ada sekolah yang tidak ada gurunya sama sekali.
- Menulis dan mempublikasikan buku berjudul KISAH KASIH DI TANAH PAPUA, buku tersebut dibedah dalam acara Temu Alumni Binaan Yayasan Binterbusih ke IV, yang diselenggarakan di Hotel Grand Candi tanggal 23-24 Agustus 1925.
- Publikasi Bedah Buku berjudul KISAH KASIH DI TANAH PAPUA November di RRI Papua

[…] Syukur atas 75 Tahun sepekan sebelumnya telah dirilis di website Yayasan Binterbusih https://yayasanbinterbusih.id/2026/03/09/sepekan-menyongsong-75-tahun-drs-paulus-sudiyo-memberikan-d… ; berjudul “Sepekan Menyongsong 75 Tahun Drs. Paulus Sudiyo, “Memberikan Diri Bagi Anak […]