(Renungan Ibadah Pagi Jumat, 13 Februari 2026 – Theodora S.D. Romrome)

Saudara-saudari terkasih,

Coba sejenak kita bayangkan setiap anak yang kita dampingi, Wajahnya, Cerita hidupnya, dan perjuangannya.

Anak-anak dari Papua yang dipercayakan kepada kita bukan hanya membawa tas sekolah berisi buku tetapi juga mereka membawa harapan keluarga; Mereka membawa kerinduan akan masa depan yang lebih baik; Mereka membawa mimpi yang mungkin dulu terasa jauh dan di tengah semua itu, Tuhan menghadirkan kita.

Dalam Injil Yohanes pasal 13, Yesus melakukan sesuatu yang mengejutkan. Ia bangkit dari meja, menanggalkan jubah-Nya, mengambil kain, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya. Membasuh kaki adalah pekerjaan paling rendah. Kaki yang berdebu. Kaki yang kotor. Kaki yang lelah setelah berjalan jauh. Yesus tidak hanya mengajar tentang kasih. Ia berlutut dan melakukannya.

Saudara-saudari terkasih,

Pelayanan kita di Yayasan Binterbusih sering terasa seperti membasuh kaki. Kita berhadapan dengan keterbatasan. Dengan karakter anak yang berbeda-beda,
dan dengan kebutuhan dana yang tidak pernah berhenti. Kadang kita lelah. Kadang hati kita bertanya dalam diam: Apakah semua ini sungguh berarti? Di ruang itulah Injil berbicara. Yesus tahu siapa diri-Nya. Ia tahu Ia berasal dari Allah. Namun Ia tetap berlutut.

Kasih sejati tidak takut merendah.  Kasih sejati tidak takut kotor. Kasih sejati tidak berhenti karena lelah. Ada satu hal yang sangat menyentuh: Yesus membasuh kaki semua murid, termasuk Yudas. Ia tahu Yudas akan mengkhianati-Nya. Namun Ia tetap melayani. Kasih yang sejati tidak bergantung pada balasan.

Dalam pelayanan kita, mungkin tidak semua anak akan berhasil seperti yang kita impikan. Mungkin tidak semua akan mengingat kita. Mungkin ada yang suatu hari mengecewakan. Namun ketika kita melayani dengan kasih, kita tidak sedang berinvestasi pada hasil. Kita sedang menanam kebaikan di dalam hati manusia. Dan setiap kebaikan yang ditanam dengan kasih tidak pernah sia-sia.

Saudara-saudari terkasih,

Anak-anak yang kita dampingi mungkin datang dengan debu perjalanan hidup mereka sendiri, luka, kemiskinan, rasa minder, atau ketakutan. Setiap kali kita sabar mengajar, Setiap kali kita mendengarkan, Setiap kali kita memilih tetap lembut, Kita sedang membasuh kaki mereka.

Kita sedang berkata tanpa kata:

Hidupmu berharga. Kamu tidak sendirian. Masa depanmu layak diperjuangkan. Jika hari ini ada hati yang mulai lelah, ingatlah: pelayanan ini bukan hanya pekerjaan sosial. Ini panggilan kasih. Kita tidak berdiri sendirian. Kita mengikuti jejak Yesus yang lebih dulu berlutut; Dan mungkin suatu hari nanti kita tidak akan tahu sepenuhnya dampak dari pelayanan ini. Tetapi Tuhan tahu. Tuhan melihat. Tuhan menghitung setiap tetes kesabaran yang kita berikan.

Kiranya kita tidak lelah dalam berbuat baik. Kiranya kasih kita tidak menjadi dingin karena rutinitas.

Kiranya kita tetap setia membasuh kaki-kaki kecil yang Tuhan percayakan kepada kita. Karena dalam setiap anak yang kita layani, di sanalah Kristus hadir.

“Kita semua berharap kaki-kaki kecil yang setia kita basuh pagi, siang dan malam dalam perenungan iman pelayanan kita; Kelak kaki-kaki kecil itu akan menjadi besar dan melangkah untuk mewujudkan impian kita bersama”

Kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Yayasan Binterbusih setiap hari mulai pukul 08.00-09.00 WIB, Senin-Jumat berupa Ibadah Pagi, dilanjutkan dengan koordinasi staf dan pimpinan menggunakan sarana komunikasi  Aplikasi zoom. Rutinitas pagi ini; Jumat, 13 Februari 2026 yang bertugas memimpin ibadah adalah FX. Iwan Coasbiantoro Admin Keuangan Program Beasiswa Pemda Puncak dan Pembaca Firman & Renungan Adalah Theodora S.D. Romrome Koorwil Kota Studi Surabaya; Bacaan Injil Yohanes 13:1–15.

“Renungan yang disampaikan sangat menyentuh, dan mengingatkan kita terhadap panggilan pelayanan di Yayasan Binterbusih”, sebagaimana disampaikan kesan tersebut oleh Manajer Program Robert Manaku; setelah mendengarkan laporan masing-masing Koorwil dan Pamong Asrama pagi ini.

Harapan dengan Ibadah Pagi untuk mengawali setiap pekerjaan dan pelayanan disegala bidang dan unit yang ada di Yayasan Binterbusih berjalan dengan baik sesuai dengan Visi dan Misi Yayasan. ***jhe saksono 002

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bahasa