Jakarta, (21/09/2025) Implementasi program Timja Mahasiswa Yayasan Binterbusih bersama Timja Pembinaan selama 4 hari melaksanakan program pendampingan. Kegiatan dimaksud adalah dalam rangka monitoring studi mahasiswa di kota studi Jakarta.
Tim Pembinaan bersama Koordinator Kota Studi Jakarta Saudara Petrus dan Soter menelusuri tempat dimana mahasiswa Papua tinggal. Proses pendekatan pribadi baik di kost maupun janjian dikampus selama 2 hari berhasil mengunjungi para mahasiswa. Tentu dalam perjumpaan tersebut ada yang kurang memenuhi harapan dari Binterbusih, semisal perolehan Indek Prestasi Semester kurang dari dua.
Langkah-langkah dan pendampingan mahasiswa bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa secara individu berupa peran aktif dalam kelas; hadir kuliah dan aktif berpartisipasi dalam diskusi, bertanya dan berkontribusi dalam kelas untuk memahami materi lebih baik.
Selain itu juga diajarkan bagaimana mendalami materi melalui studi teratur yang terencana; membuat buat jadwal aktivitas studi dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen pengampu. Memanfaatkan sumber daya kampus; berupa perpustakaan, laboratorium, dan pusat studi akademik yang dapat membantu para mahasiswa dalam proses pembelajaran. Bergabung dalam kelompok studi atau kelompok diskusi dengan teman-teman sekelas ini dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan menjalin relasi.
Peningkatan keterampilan komunikasi; dan Berpartisipasi dalam kegiatan luar kelas; melalui organisasi kampus dapat melatih jiwa kepemimpinan, dan ini sangat diperlukan kelak ketika terjun ke masyarakat, serta menjaga kesehatan mental dan fisik.
Ini semua merupakan program kerja Timja Pembinaan yang berujung pada pembentukan karakter mahasiswa di bawah bimbingan Yayasan Binterbusih. Dari 80 mahasiswa yang hadir pada acara pendampingan studi yang berlangsung 20-21 September 2025, bertempat di Wisma Canossa Tangerang terdeteksi ada 19 mahasiswa yang indek prestasi semesternya kurang memenuhi harapan.
Tim pendamping yang dimotori oleh Kak Dolfin, Kak Chris, Kak Agus, Kak Prilli serta para Koorwil kota studi bersyukur acara dapat berlangsung dengan baik.
Sementara itu Ketua Yayasan Binterbusih Pascalis Abner, SE menanggapi informasi yang beredar di Whatshap Grup Yayasan Binterbusih menyampaikan “Hallo : Selamat pagi. Salam sehat penuh sukacita; Kegiatan pendampingan Studi telah usai. Terimakasih banyak teman-teman semua yang telah terlibat didalamnya. Semoga sudah sampai di rumah dengan selamat. Pendampingan Studi adalah jembatan perantara. Ibarat mesin sudah dipanaskan lagi. Tubuh ini diberikan vitamin penguat. Selanjutnya bagaimana supaya vitamin itu dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan perlu terus menerus di lanjutkan oleh Tim di Korwil masing-masing. Jangan dilepas tapi terus bergerak maju. Datang ke setiap anak-anak. Menangkan hati mereka. Kuatkan cita-cita mereka. Pakai semua anugerah yang Tuhan berikan untuk mencapai cita-cita dan membangun hidup yang lebih baik. Kita terus berdoa dan berjuang.” (jj-02)
