Semarang, Selasa (13/1/2026); Yayasan Binterbusih di tahun 2026 canangkan program unggulan dampingan bagi siswa dan mahasiswa. Hal tersebut dipaparkan oleh Manajer Program Robert Manaku, SH di Griya Paseban Jl Dr Ismangil 18A, Bongsari, Semarang 50148; Dihadapan 72 orang staf karyawan, Pamong Pendamping Asrama dan Para Koordinator Wilayah Kota Studi se Jawa & Bali Robert menyampaikan bahwa pada tahun ini proses pendampingan pelajar dan mahasiswa ditekankan pada “Pendampingan Berbasis Komitmen”.

Komitmen yang telah dibuat oleh para siswa dan mahasiswa itu sendiri ketika mereka diterima sebagai peserta beasiswa dalam kegiatan pendampingan studi awal tahun ajaran baru. Bentuk komitmen yang telah dibuat oleh para siswa adalah taat pada aturan asrama dan belajar dengan tekun untuk meningkatkan perolehan nilai akademik. Sedangkan untuk para mahasiswa adalah rajin kuliah, mengerjakan tugas serta perolehan Indek Prestasi Semester (IPS) minimal 2,75. Baik siswa maupun mahasiswa diharapkan mempunyai perilaku yang baik, sadar identitas dan paham tujuan hidup dan studi di Jawa & Bali.
Yayasan Binterbusi yang telah berkarya selama 38 tahun, dan berulang tahun pada 12 Januari 2026 kali ini menggagas dan merancang untuk program tahun 2026. Untuk program kali ini Pelajar sebanyak 52 program, Mahasiswa 15 program dan Timja Keuangan sebanyak 25 program. Program-program yang telah digodok tersebut disusun berdasarkan kajian dan evaluasi implementasi program tahun 2025 yang lalu.
Pada tahun 2025 lalu Jumlah siswa SMA & SMK yang lulus sebanyak 79 siswa dan melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi negeri dan swasta. Sedangkan jenjang pendidikan tinggi setara Sarjana (S1) yang telah menyelesaikan studinya sebanyak 36 orang sedangkan Magister (S2) yang lulus sebanyak 10 orang. Sejumlah lulusan tersebut telah menyelesaikan studi kurang dari waktu yang ditentukan serta lulus tepat waktu sebanyak 65%, sedangkan yang lulus lewat waktu sebanyak 35%;

Meskipun implementasi program-program dimaksud telah menuai hasil; namun Yayasan Binterbusih tidaklah berhenti untuk mengembangkannya. Oleh sebab itu Strategi Pengembangan 8K yang telah menyatu dalam gerak layanan Yayasan Binterbusih, perlu terus diinformasikan kepada para Pamong dan Koordinator Wilayah Kota Studi meliputi : (1). Pengembangan Komitmen (2). Pengembangan Karakter (3). Pengembangan Kompetensi Akademik (4). Pengembangan Keterampilan Hidup (5). Pengembangan Kesehatan Jasmani (6). Pengembangan Kesehatan Rohani (7). Pengembangan Kepemimpinan dan (8). Pengembangan Keterampilan Teknis.
Implementasi program-program dimaksud dikawal oleh Tim Kerja Pembinaan, melalui pembinaan dan pendampingan berkelanjutan, Yayasan Binterbusih berharap bisa turut berperan aktif dalam membentuk karakter, membangun kemampuan dan membuka peluang bagi setiap anak-anak Papua untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Demikian halnya dengan para pendamping untuk mengawal komitmen siswa dan mahasiswa; diperlukan pemahaman dan kunjungan pribadi, konseling serta dampingan pribadi. Hal ini untuk memastika, dan mengingatkan agar siswa dan mahasiswa konsisten pada alur ritme untuk menyusun strategi yang dijalani bisa diwujudkan.
Dalam diskusi kecil yang terbagi dalam kelompok-kelompok kerja dan kewilayahan disodorkan pertanyaan “Bagaimana menerapkan program-program tersebut, strategi apa yang akan digunakan dan kendala apa yang kemungkinan program terhambat?.
Pada diskusi tersebut, kelompok pendamping pelajar & Kelompok pendamping mahasiswa, berupaya untuk menjawab pertanyaan tersebut berbekal pada pengalaman dilapangan. Meskipun diskusi tersebut seru, tetapi terkesan santai dan penuh keakraban; Sehingga jalan keluar, strategi dan solusi bisa disimpulkan pada saat presentasi di depan para peserta saat pleno.
Salah satu peserta Wens Laus Amawo Pendamping Mahasiswa YPKB Kota Studi Semarang; aktif bertanya dan menyampaikan permasalahan yang dihadapi di lapangan; serta kunjungan ke kampus untuk mengkonfirmasi mahasiswa dampingannya. Meskipun informasi yang didapatkan dari kampus dan mahasiswa tidak memuaskan, ia tak pernah patah semangat, untuk selalu tekun mengingatkan para mahasiswa dampingannya!.
Ketua Yayasan Binterbusih; Pascalis Abner, SE dalam pengantar akhir dari Sosialisasi Program Tahun 2026 menyampaikan; “bahwa semua program dapat berjalan dengan baik, asal semua Pamong Pendamping dan Koorwil Kota Studi berbasis pada “Data” dari data pribadi dan data studi yang dimiliki, maka ketika melakukan kunjungan akan mendapatkan informasi yang merupakan bentuk “Harapan Baru”.
“Ketika kita mendapatkan harapan baru maka, implementasi program dalam bentuk “Kepedulian” sehingga proses Agape dan Eros berjalan sesuai harapan realita di lapangan. Ini adalah kata kunci sakti yang kita miliki bersama. Langkah berikutnya adalah penguatan melalui 4B dan kolaborasi antar pamong pendamping dan koorwil, dengan demikian penyusunan laporan perkembangan studi pribadi mudah dibuat untuk keperluan pendampingan dan laporan kepada mitra.!” Tegasnya. *** (jhe saksono-02)
