
Semarang, 14/10/2026, “Perubahan terjadi kalau dicintai lebih sungguh dan Perubahan itu adalah Cinta” Memfasilitasi Korwil Kota Studi Yayasan Binterbusih menyelenggarakan pertemuan dan konsolidasi Koordinator Wilayah (Korwil) Kota Studi sebagai upaya memperkuat peran pendampingan, pembinaan, dan pengembangan potensi anak muda Papua yang sedang menempuh pendidikan di berbagai kota studi. Kegiatan ini berlangsung di Griya Paseban 18-A, Semarang, 14-15 Oktober 2026, diikuti 15 orang Korwil Kota Studi Mitra YPMAK & YPKB.
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan komitmen para Korwil dalam mendampingi generasi muda Papua agar mampu berkembang menjadi pribadi yang berkarakter, mandiri, bertanggung jawab, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah asalnya.

Dalam kegiatan tersebut, Bapak Paul Sudiyo dan Dolfinus hadir sebagai pemateri yang memberikan pembekalan serta penguatan bagi para peserta. Materi yang disampaikan diharapkan dapat memperluas wawasan, meningkatkan kapasitas kepemimpinan, dan memperkuat kemampuan Korwil dalam menjalankan tugas pendampingan di masing-masing kota studi.
Dalam penjelasannya “Bp. Paul menyampaikan dari 8K metode pendampingan hanya K3 (Kemampuan Akademis) yang bisa diukur, untuk mahasiswa IPK 2,5 ketentuan dari lembaga yaitu YPMAK dan YPKB. Sementara itu K yang lain merupakan pendukung. (8K : Komitmen, Karakter, Kemampuan Akademik, Keterampilan Hidup, Kesehatan Jasmani, Kesehatan Rohani, Kepemimpinan, Keterampilan Teknis). Untuk itu masing-masing korwil diminta untuk melihat mahasiswa dampingannya di kota studi “Apakah ada perkembangan kenaikan Indek Prestasi Kumulatif ada berapa orang dan berapa IP yang diperoleh.

Keberadaan Korwil Kota Studi memiliki arti strategis bagi Yayasan Binterbusih. Mereka tidak hanya berperan sebagai penghubung antara yayasan dan para siswa maupun mahasiswa dampingan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan akademik, pembentukan karakter, kesehatan mental dan sosial, serta kedewasaan generasi muda Papua.
Dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di kota studi, para siswa dan mahasiswa membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan. Tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan prestasi akademik, tetapi juga penyesuaian diri dengan lingkungan baru, pengelolaan kehidupan sehari-hari, pengembangan keterampilan hidup, serta pembentukan sikap disiplin dan tanggung jawab.
Oleh karena itu, konsolidasi Korwil Kota Studi menjadi langkah penting untuk membangun pola pendampingan yang lebih terarah, terkoordinasi, dan responsif terhadap kebutuhan anak muda Papua. Melalui komunikasi dan kerja sama yang semakin kuat, berbagai persoalan yang dihadapi siswa dan mahasiswa diharapkan dapat dikenali dan ditangani secara lebih tepat.

Selain memperkuat koordinasi, pertemuan ini juga diharapkan mendorong para Korwil untuk terus mengembangkan pendekatan pendampingan yang humanis, edukatif, dan inspiratif. Dengan demikian, anak muda Papua tidak hanya memperoleh kesempatan untuk mengenyam pendidikan, tetapi juga mendapatkan dukungan untuk tumbuh sebagai generasi yang memiliki integritas, kepedulian sosial, semangat belajar, dan kemampuan memimpin.
Bagi Yayasan Binterbusih, pendampingan generasi muda merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Papua. Keberhasilan program pendidikan tidak hanya diukur dari keberhasilan siswa dan mahasiswa menyelesaikan studi, tetapi juga dari terbentuknya pribadi-pribadi yang mampu menerapkan ilmu, keterampilan, dan nilai-nilai kehidupan demi kemajuan masyarakat Papua.
Melalui kegiatan konsolidasi ini, Yayasan Binterbusih berharap seluruh Korwil Kota Studi semakin solid dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Semangat kebersamaan, komitmen, dan kepedulian diharapkan terus tumbuh agar setiap siswa dan mahasiswa dampingan memperoleh kesempatan terbaik untuk mengembangkan potensi dirinya.

Merajut masa depan anak muda Papua berarti membangun harapan melalui pendidikan, memperkuat karakter melalui pendampingan, dan menumbuhkan kepemimpinan melalui keteladanan. Dengan sinergi antara yayasan dan para Korwil Kota Studi, Yayasan Binterbusih terus berupaya mengambil bagian dalam menyiapkan generasi muda Papua yang unggul, mandiri, dan siap membangun tanah kelahirannya.
Menjawab kebutuhan Timja Mahasiswa Yayasan Binterbusih, untuk kota studi Yogyakarta Wahyu Hadi dan Daniel memaparkan dengan jumlah layanan sebanyak 125 mahasiswa tersebar di berbagai Universitas dan Sekolah Tinggi, dari jumlah tersebut capaian IP Semester dan IPK ada sejumlah di bawah 2,5 ada 49 mahasiswa dan di atas 2,5 ada 72 mahasiswa dan lain-lain ada 4 mahasiswa, saat laporan dibuat 4 mahasiswa tergolong mahasiswa baru dan pilot yang sedang menempuh semester satu.
Sementara itu untuk kota studi Jakarta Petrus Pugiye & Soter memaparkan jumlah layanan mahasiswa YPMAK sebanyak 113 mahasiswa, laki-laki 67 dan perempuan 46 mahasiswi. Perolehan dan capaian yang didapatkan, ada temuan penting dianatarnya adalah, ada sejumlah mahasiswa yang IPS tidak memenuhi ketentuan sebagai penerima beasiswa YPMAK, sementara bagi mahasiswa yang mendapatkan IPS 3,00 – 3,60 menjadi model keberhasilan program beasiswa yang lain.
Apresiasi yang dilakukan oleh para korwil, dengan memberikan ucapan selamat dan kenang-kenangan, bahkan diusulkan untuk mendapatkan laptop baru guna mendukung prestasi akademik yang telah dicapai. Kriteria temuan penting meliputi : Mahasiswa Risiko Tinggi; Perlu Minitoring; Kinerja Baik dan Mahasiswa Sangat Berprestasi. Bagi mahasiswa dengan temuan resiko tinggi Indek Prestasi Semester rendah akan mendapatkan bimbingan khusus, selain itu juga diwajibkan untuk mengikuti Pendampingan Studi dari Timja Mahasiswa Yayasan Binterbusih.
Nixcon Abner Humaini selaku Korwil Kota Studi di Bali menyampaikan ada 16 mahasiswa yang sedang kuliah di 3 kabupatendan kota; Denpasar, Kabupaten Badung dan Kabupaten Gianyar. Sejumlah mahasiswa tersebut kuliah di Kampur Negeri Udayana sebanyak 4 mahasiswa dan 12 mahasiswa ada di kampus swasta.
Paparan korwil kota Semarang Ricardhus ada 134 mahasiswa tersebar di 16 perguruan tinggi; diantara data tersebut ada yang lulus dan akan wisuda pada bulan ini. Peserta penerima mahasiswa tersebut kuliah di perguruan tinggi negeri UNDIP & UNNES dan perguruan tinggi swasta, diantara mahasiswa ada juga yang kuliah malam. Sejumlah mahasiswa tersebut ada 5 mahasiswa yang IPS-nya di atas 2,5 dan ada 5 mahasiswa yang di bawah 2,5 serta ada 7 mahasiswa yang belum ada IPS-nya karena tercatat sebagai mahasiswa baru dan mahasiswa yang mengajukan pindah kampus.
Kondisi mahasiswa dengan berbagai kendala yang muncul dari dirinya sendiri maupun yang disebabkan iklim kampus yang tidak mendukung; Pengalaman dan pengamatan yang dihadapi oleh korwil komunikasi terus dilakukan korwil dengan mahasiswa.
Realita komunikasi korwil dan mahasiswa di lapangan ada juga mahasiswa yang sulit dihubungi melalui whatshap-nya; Menghadapi kondisi tersebut korwil untuk mengetahui perkembangan studinya, berkunjung ke masing-masing kampus untuk meminta hasil studi di program studi maupun di fakultas. Berbekal hasil laporan studi yang diperoleh dari kampus maka analisa perkembangan studi dilakukan untuk memenuhi syarat administrasi keberlangsungan program beasiswa.
Bp. Paul meminta kepada korwil sebagai tindak lanjut dari temuan-temuan paparan yang disampaikan oleh para korwil; Timja Mahasiswa meminta untuk memilih 3 mahasiswa IPS lebih dari 2,5 dan di bawah 2,5 belum pending dan 1 mahasiswa pending dari program studi atau jurusan teknik dan sosial dan telah mengikuti LKTD (latihan kepemimpinan tingkat dasar); Hal tersebut merupakan langkah penyelamatan untuk membantu para mahasiswa.
Hal tersebut merupakan keteriktan korelasi antara kemampuan akademik (K3); tetapi hasilnya kurang bagus, oleh sebab itu kemampuan 8K akan dilihat dari basic kemampuan 8K-nya; Hal tersebut merupakan strategi payung yang telah dilakukan melalui MoU antara Yayasan Binterbusih dengan Kampus kerjasama; agar diperoleh pendekatan-pendekatan konseling, kelembagaan, kerjasama dengan kampus.
Inti dari “Konsolidasikan Peran Korwil Kota Studi” merupakan refleksi tindak penyelamatan dan memberikan bantuan “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.”. Inspirasi ini bertumpu pada proses pendampingan mahasiswa dan mempersiapkan diri dan mendekatkan pada dunia kerja. *** @ jhe saksono 002
