Semarang, Kamis, (19/2/2026); Meningkatkan potensi sumber daya manusia, Pemerintah Provinsi Papua Selatan selama 3 hari bekerjasama dengan Yayasan Binterbusih dalam bentuk “Latihan Dunia Kerja Bagi Mahasiswa Asal Provinsi Papua Selatan”.

Sebanyak 45 mahasiswa dari 5 Kota Studi di Jawa terlibat dalam kegiatan tersebut. Lima Kota Studi tersebut masing-masing; Yogyakarta, Bandung, Malang, Jakarta dan Semarang-Salatiga. Adapun para mahasiswa tersebut berasal dari Kabupaten Merouke, Mappi, Asmad dan Boven Digol,
Selama pelatihan berlangsung mereka digembleng untuk melihat peluang dan persiapan diri memasuki dunia kerja yang sesungguhnya berawal dari pemetaan kondisi wilayah, kemungkinan mereka bisa bersaing dengan kompetitor yang akan bergabung di dunia kerja swasta maupun BUMD, BUMN maupun di Jajaran Perintahan Provinsi maupun Kabupaten.
Materi dalam pelatihan dunia kerja tersebut peserta akan menerima materi sebanyak XI sesi tatap muka, diskusi, test, dan wawancara kerja, keterampilan membuat lamaran kerja serta membuat Curiculum Vitae.
Ketua Yayasan Binterbusih, Pascalis Abner, SE dalam kata sambutannya saat pembukaan kegiatan menyampaikan bahwa “Program Pelatihan Dunia Kerja ditawarkan kepada Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Bapak Gubernur, sebagai bagian dari pengembangan potensi sumber daya manusia khususnya bagi Anak muda Papua yang akan meneruskan estafet kepemimpinan dimasa depan” Selain itu menurut beliau keterampilan pendukung, komunikasi dan adaptasi serta tata krama dalam pergaulan dinas maupun kehidupan sehari-hari perlu diajarkan.
“Untuk saat ini orang yang dapat pekerjaan tidak saja selalu pandai dalam hal akademik saja, tetapi Attitude di dunia kerja yang bisa diartikan sebagai keadaan mental yang dapat memberikan pengaruh dinamis terhadap respon individu lainnya dalam hal sopan santun, hal itu sangat memungkinkan untuk dipertimbangkan oleh Institusi yang membutuhkan calon pegawai.
Pemateri utama Bp. Ch. Arie Sulistiono yang telah malang melintang di dunia HRD, menekankan pada peserta bahwa kunci utama kesuksesan di dunia kerja didominasi oleh kemampuan untuk belajar cepat dan peka terhadap kebutuhan perusahaan atau institusi; Oleh sebab itu pada saat awal proses interview calon karyawan biasanya perusahaan akan melihat dan memastikan kebernaran informasi melalui CV dan Cover Letter.
Selain itu kandidat akan diamati keterampilan menjawab pada saat interview, etika dan kepribadian calon karyawan. Berpikir kritis dan menyelesaikan masalah melalui studi kasus serta menggali ekspektasi dan motivasi kerja calon kandidat.
Dari 45 peserta tersebut, ada sebagian yang saat ini statusnya sebagai mahasiswa peserta program yang menjalani tugas belajar dan sisanya adalah mereka yang telah menempuh semester akhir dan ada beberapa yang telah menyelesaikan tugas akhir tinggal menunggu wisuda.
Yolanta Atu mahasiswa yang telah lulus dari STIKES PGI Cikini Jakarta saat ini ia sudah bekerja di Klinik Persahabatan Jakarta Timur selama tiga minggu, Sarjana Keperawatan yang tinggal menunggu wisuda, berinisiatif mencari pekerjaan untuk mengisi waktu dan meningkatkan keterampilannya dalam hal keperawatan; Ia menyadari bahwa teori dan proses melamar pekerjaan yang ia lakukan sampai diterima itu ia lakukan dengan melamar melalui online, kali ini ia merasa apa yang telah dilakukan merasa tergenapi dengan pelatihan dunia kerja yang ia ikuti! Tegasnya.
Demikian halnya dengan apa yang dialami oleh Oktovianus Bolod Mahuse, mahasiswa tingkat akhir di Institut Teknologi Nasional Yogyakarta, saat ini ia juga sudah bekerja diperusahaan swasta penggal waktu, sembari menyelesaikan tugas akhirnya. Ia bersyukur karena juga mendapatkan literasi keuangan yang disampaikan oleh Tim Credit Union Pangudi Luhur Kasih Semarang.
Pada sesi tambahan yang disampaikan oleh Antonio Jhejhe Pekik Padmonobo, profesional yang menekuni bidang investasi emas digital lulusan S1 & S2 Soegijapranata Chatolic University Semarang secara online melalui Googel Meet menyampaikan materi “Menajamkan diri dalam dunia kerja”; Membagi pengalaman hidup dan pengalaman kerjanya; Bahwa dunia kerja sangat berbeda jauh dengan ketika kita kuliah.

Penekanan di dunia kerja mereka yang masuk diwilayah profesional dituntut untuk siap dan melengkapi dirinya dengan perilaku yang terpuji utamanya ditunjukan melalui “Karakter, Konsisten, dan menguasai literasi digital dan mahir berkomunikasi baik lesan maupun tertulis. Hal itu merupakan bagian dari Personal Brading yang dibangun berbasis kemampuan literasi digital, strategi untuk membentuk, mengelola, dan mempromosikan citra atau reputasi diri.
Jhejhe juga mengajarkan bagaimana menggunakan fasilitas aplikasi online LinkedIn; LinkedIn adalah platform jejaring sosial profesional terbesar di dunia, sering disebut sebagai “Facebook untuk dunia kerja”. Aplikasi ini dirancang untuk pengembangan karier, mencari pekerjaan, dan membangun relasi bisnis profesional dengan menghubungkan pengguna ke kolega, perusahaan, dan perekrut di seluruh dunia.
Dengan demikian peserta yang belum punya akun aplikasi tersebut; diharapkan segera mendaftar dan me-upload potensi dirinya melalui Curiculum Vitae yang dilengkapi dengan informasi pribadi yang menarik dan unik. CV tersebut memungkinkan untuk dilirik oleh Perusahaan nasional dan internasional melalui fasilitas aplikasi tersebut; Sehingga pertemuan secara online perusahaan dan pencari kerja bisa bertemu dalam waktu yang singkat melalui jejaring tersebut, Pesannya!! ***jhe saksono 002
