Semarang (23/12/2025) “Fasilitator Keselamatan yang terus mengembangkan pelayanan profesional dan menggembirakan untuk Berubah baik” merupakan sebuah refleksi pribadi insan Yayasan Binterbusih; Hal ini didasari oleh konteks dunia dengan perubahan yang semakin cepat (Liquid Moderniti); Indikasi perilaku manusia karena perubahan dunia dirasakan bahwa “Ia merasa ketinggalan jaman dipicu oleh kecepatan teknologi yang mengalahkan kecepatan berpikir manusia (internet of things).

Orang cenderung membangun percaya diri di media sosial; hal ini ia merasa informasi yang tersedia sesuai dengan seleranya (filter bubble & behavior Advertising). Sementara itu “Kesepian Bersama” yang dirasakan merupakan bagian dari perilaku interaksi sosial merasa terhubung tetapi tidak ada sentuhan, empati dan emosional.

Nah, para kaum rebahan sibuk dengan selancar informasi namun fisik & motorik lemah, fanatik dengan pandangannya sendiri. Ia bisa merasa gagal fokus memperoleh sesuatu yang instan tanpa mengalami proses yang berakibat pada kehilangan kerangka pikir.

Pada realita stuktur kehidupan masyarakat modern bertumpu dan berkoneksi dengan Analog versus digital; Kolektif versus Individual; solid versus Liquid dan Stabil versus drifting. Hak ini bisa diindentifikasi pada perilaku sosial di era Liquid Modernity : Pada Analog versus Digital, Analog membawa pada iklim perjumpaan tahan lama di area sosial; Sementara digital membawa iklim perjumpaan untuk efisiensi dan efektivitas waktu.  Silahkan anda renungkan apakah hal ini juga terjadi pada nalar dan rasa anda.

Solid versus Liquid; Solid membawa iklim ikatan sejarah masa lalu yang kuat; sedangkan Liquid membawa pada kebaruan dan modernitas. Sedangkan pada Stabil versus Drifting; Stabil membawa pada kondisi sosial yang bermakna; Adapun Drifting mudah rentan pada ketidakstabilan emosi pada perubahan.

Kemungkinan yang ada dan terjadi pada analisa nalar kita adalah Kolektif versus Individual; Membangun kehidupan bersama dan kebutuhan pribadi menjadi prioritas. Ini adalah sebuah refleksi yang akan berseteru antara perasaan dan nalar kita. Pertanyaanya adalah bagaimana pelayanan generasi muda di masa depan?;  Apa peran saya dan saudara untuk membantu manusia membangun relasi yang benar?  Masing-masing insan Yayasan Binterbusih tertantang; Masa depan Yayasan Binterbusih apakah sama dengan masa depan individual, masing-masing dari kita; Peran apa yang telah individual ambil pada porsi kelembagaan ini.

Contoh sederhana : “ketika individu mengambil bagian dan peran berpikir tentang masa depan Yayasan Binterbusih baik sebagai pelayanan bagi generasi muda Papua dan tugas administratif yang tersentralisasi yang dapat diakses oleh lembaga dan rekan kerja, ataukah individu masih pada tataran Drifting mudah rentan pada ketidakstabilan emosi pada perubahan”, sehingga keseimbangan relasi tercederai”.

Menyiapkan manusia ke masa depan untuk pengabdian demi meluaskan Kerajaan Allah, sehingga dengan memberi teladan hidup merasul mereka, menjadi bagian ragi keselamatan bagi masyarakat luas dan Generasi Muda Papua; sebagaimana yang telah dilakukan oleh Yayasan Binterbusih.

Generasi Muda Papua perlu diajarkan terus menerus untuk membangun relasi yang integral dengan Allah; karena di era perkembangan teknologi saat ini; Ancaman terbesar dari manusia adalah “Kemampuan Untuk Memiliki Daya Tahan (Survival)

Membangun kemampuan daya tahan bersandar pada Ekosistem bertahan hidup merujuk pada jaringan dinamis dan saling terhubung yang terdiri dari orang, konten, teknologi, dan budaya yang memungkinkan adaptasi, inovasi, dan ketahanan berkelanjutan di dunia yang berubah dengan cepat.

Kemampuan untuk belajar secara terus-menerus dianggap penting untuk bertahan hidup dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim hingga gangguan ekonomi, serta emosional. Mengapa hal ini dianggap penting karena “Kesadaran akan mempengaruhi Emosi”.

Pesannya adalah : Menjadikan Individu Fasilitator Keselamatan Di Era Modern merupakan tindakan yang terprogram dan terintegrasi berbasis Data, Berkas & Informasi yang valid; Dengan demikian menciptakan ekosistem yang dapat mempengaruhi pengembangan kesadaran berpengaruh pada terciptanya emosi yang membangun empati.

Sehingga manusia berkembang dalam “Relasi Manusiawi Integral Pada Diri Sendiri, Tuhan, Sesama dan Ciptaan”   (Jhe saksono 02)

Sumber : Materi rekoleksi rapat kerja Yayasan Binterbusih. Griya Persada Bandungan, 9 Desember 2025.

 

TIMJA PELAJAR  DALAM RANGKA AKSI NATAL & KUNJUNGAN KALIURANG, PANTI ASUHAN HAMBA,YAKUM

Sabtu, 3 Januari 2026                                

  1. 06. 00 – 06: 30 Sarapan didampingi Pamong

  2. 06: 30 -07 : 00 Persiapan        

  3. 07:00 – 10: 00             Menuju lokasi Aksi Natal Pelajar & Asrama tahun 2025

            Panti asuhan Hamba   Ibu Maya

            Yakkum                       Bapak Eman

            Romo sepuh                Ibu Christina Jeki

  1. 10 :00 – 11: 30 Acara kunjungan  ke masing-masing Aksi Natal

  2. 11:30 – 12:00             Perjalan ke Kentungan           

  3. 12:00 – 13:00             Makan siang    Kentungan

  4. 13: 00 – 14:00             Perjalan Lavatour       

  5. 14 : 00 -14:30             Breafing         

  6. 14: 30- 16:00             Jeep     Per kelompok

  7. 16: 00 – 17:30             Makan malam 

  8. 17 : 30 -selesai Perjalan pulang asrama          

SUSUNAN ACARA 

1          Pembukaan

2          Doa pembukaan

3          Sambutan sambutan

4          Persembahan tarian

5          Tanya jawab

6          Persembahan lagu

7          Pemberian bingkisan

8          Penutup

9          Foto bersama

KELOMPOK NAMA PENDAMPING

  1. PANTI ASUHAN HAMBA Bu Maya

                        Pak Robert

                        Bu Hesti

                        Bu Veronika Ida

                        Bu Tutik

                        Kak Cerling

                        Security

  1. REHABILITASI YAKKUM Kak Eman

                        Kak Wini

                        Bunda Kris

                        Kak Simon

                        Pak Yohanes

                        Pak Hoho

                        Security

  1. ROMO SEPUH KENTUNGAN Pak Paul

                        Pak Yul

                        Pak Sumbi

                        Jeki

                        Security

PERINGATAN HUT KE-38 YAYASAN BINTERBUSIH

Perayaan Hari Ulang Tahun ke-38 Yayasan Binterbusih, akan digelar di dua tempat; Masing-masing di Diklat PMI Jawa Tengah  Jl. Arumsari Raya Semarang dan Kantor Yayasan Binterbusih.

 

Senin, 15 Januari 2026

Acara diawali dengan Rekoleksi Khusus Karyawan Yayasan Binterbusih Pk. 07.00-11.00 WIB di Gedung Pertemuan PMI, dengan tema “Fasilitator keselamatan yang terus mengembangkan pelayanan profesional dan menggembirakan untuk berbuah baik” Bersama Romo Dr. Bernardus Singgih Guritno, Pr.

 

Misa Pemberkatan Gedung Kantor Yayasan Binterbusih; Jam 12.00 – 13.30 WIB Misa Syukur HUT ke – 38 Yayasan Binterbusih dan Pemberkatan Kantor dan Salib yang akan dipasang di ruang kerja dan layanan dilanjutkan dengan ramah Tamah.

 

Acara Ramah Tamah

1.      Sambutan Ketua Yayasan Binterbusih Bp. Pascalis Abner, SE

2.      Potong tumpeng Syukur Atas 38 Tahun Yayasan Binterbusih Berkarya.

3.      Pemberian Penghargaan Masa Kerja Staf / Karyawan masa pengabdian 5 th, 10 th, 15 th, th 20, 30 th

4.      Ramah tamah jam 13.30 – 15.00 WIB Makan siang bersama

Hiburan dari Tim Musik Asrama Pimpinan Bp. FX. Sumbihartono

5.      Penutup & Pemberian Bingkisan Snack Tim Konsumsi Ibu Ch. Tutik & Ibu Idha.

 

Dimohon seluruh karyawan hadir, bagi yang datang dari luar kota disediakan penginapan di Gedung Pertemuan PMI Jateng.

 

 

 

By admin

One thought on “Pesan Akhir Tahun 2025 Yayasan Binterbusih”

Comments are closed.

Bahasa