Ungaran, (10/04/2026); Untuk mengembangkan kepribadian dan evaluasi belajar bertumpu pada hasil Mid Semester Gasal 2025/2026, sebanyak 62 siswa SMP dampingan Yayasan Binterbusih Asrama Amor Ungaran dengan komposisi 28 siswi putri dan 34 siswa putra digembleng dalam keterampilan “Kemampuan Berkomunikasi & Negosiasi Berkualitas” di Efrata Retret & Camping Hill Jalan Bukit Raya Efrata No.1, Suruhan, Keji, Kec. Ungaran Barat Kabupaten Semarang, Jawa Tengah 50519. Selama 2 hari para siswa didampingi oleh 5 Pamong pendamping dan admin keuangan berinteraksi dengan berbagai aktivitas dan program.

Acara yang dimulai pk.15.00 WIB berupa Ibadah Pembukaan yang dipimpin oleh Ibu Meylita Michelina Simamora, selaku Kepala Asrama yang akrab dipanggil Mama Lita, dibantu Pamong Pendamping Putra & Putri Petrus Rebo Moi; Yanuarita S.Y Tamung seta Guru Tutor Kaka Sindhu serta A. Jarot Kocosudiro.
Usai ibadah pembukaan salah satu aktivitas yang dilakukan oleh siswa adalah membuat menara dengan menggunakan 5 lembar kertas dengan waktu 10 menit dan sesama anggota kelompok tidak diperkenankan untuk saling bicara. Belajar dari sesi ini refleksi siswa ternyata untuk membuat menara maupun aktivitas lain tanpa komunikasi menggunakan bahasa atau bicara kita akan menemui kesulitan. Meskipun masing-masing kelompok memaksimalkan bahasa isyarat tetap saja hasilnya tidak maksimal.
Penjelasan mendasar yang disampaikan oleh Mama Lita, betapa pentingnya komunikasi antar siswa, karena komunikasi adalah kunci utama dalam membangun pemahaman dan hubungan yang sehat di segala aspek kehidupan. Tanpa komunikasi yang baik, pesan tidak akan tersampaikan secara maksimal, yang sering kali memicu konflik atau kesalahpahaman. Pentingnya komunikasi diberbagai bidang Dunia Kerja & Organisasi, Meningkatkan Produktivitas, Membangun Kerja Sama Tim, Penyelesaian Konflik, Pengambilan Keputusan; Mempermudah koordinasi antar karyawan sehingga target kerja tercapai lebih cepat dan akurat termasuk hubungan interpersonal & keluarga
Tugas berikutnya masih bersandar pada komunikasi, bahan diskusi kelompok dengan materi menonton film pendek di dalam film tersebut dikisahkan tentang Seorang yang mendorong gerobak dan difilm tersebut terjadi komunikasi. Pada sesi presentasi Maria Magdalena Msiren selaku ketua kelompok menyampaikan hasil diskusinya yang dibuka dengan pantun, sangat mengesankan, selain Ia sangat komunikatif juga menampilkan bahasa tubuh yang melengkapi gaya komunikasinya yang baik.
Para siswa merasa senang karena diakhir pekan kali ini sebagian akan bermalam di Kemah Blok, dan sangat cocok bagi mereka di Camping Sites dengan menggunakan fasilitas tenda untuk tidur, di setiap lokasi Camping Sites disediakan fasilitas Aula, kamar mandi dan tempat parkir yang luas serta arena untuk api unggun.
Dihari kedua siswa mengawali dengan acara inti Misa Pagi, dipimpin oleh Romo Benedictus Adiatma Murti Wibowo, Pr (Rm. Bene) beliau adalah Romo Vikaris yang melayani di Gereja Kristus Raja Ungaran; Beliau berperan aktif dalam pelayanan sakramen dan perayaan ekaristi. Misa dibuka dengan lagu Dengan Gembira Menghadap Tuhan, dan bacaan pertama Kisah Para Rasul 2 : 42-47 Bacaan Injil Yohanes hari Sabtu, 11 April 2026 (Hari Sabtu dalam Oktaf Paskah) menurut kalender liturgi katolik sering mengambil kisah penampakan Yesus dan perutusan murid-murid-Nya, merujuk pada dan konteks minggu Paskah. Renungan mengenai perutusan ini menyoroti kesetiaan para rasul memberitakan Injil.

Homili yang disampaikan oleh Romo Bene mengingatkan bahwa Kebangkitan Tuhan Yesus menampakan diri pada Ibunya Maria dan Maria Magdalena dan penampakan Yesus dengan cara yang sederhana dan dalam aktivitas sehari-hari dan kehadiran itu terjadi pada kita, tetapi kita kadang tidak menyadari. Oleh sebab itu romo berpesan agar dalam kegiatan sehari-hari mulai dari bangun pagi sampai sekolah kalian menyadari kehadiran Yesus. “Rasakan Kehadiran Tuhan Setiap Saat”.

Sesi berikutnya adalah pendalaman “Komunikasi & Negosiasi” dipandu oleh Mama Lita, pada sesi ini penekanan pada komunikasi sosial berhubungan dengan penampilan dan kesan terhadap penampilan anak-anak Papua. Pertanyaan yang dilontarkan adalah Apakah kalian punya kesan baik terhadap sesama anak Papua dan Kesan terhadap Anak Jawa, siapa dan mengapa?.
Berikutnya adalah bagaimana anak-anak peserta pendampingan siswa mengenali potensi dan aktivitas positif di kelas, Nopinus Wamuni menyampaikan bahwa ia bisa diterima dikalangan anak-anak Jawa, dengan cara “Mau Mendengarkan”, dan ketika ia menyampaikan sesuatu juga bisa diterima dengan baik oleh lingkungannya. Senada yang dialami oleh Ibali Imanuel Kaladana ia merasa bisa diterima dikelasnya karena sikap baik dan sopan dan memelihara persahabatan.
Menurut Maria Makdalena Msiren Negoisasi adalah proses terjadinya interaksi antar kelompok yang bertujuan untuk menguntungkan antara satu kelompok dengan kelompok lainya sendangkan menurut Agusta Amay materi Komunikasi adalah suatu perbincangan antar dua kelompok dan bahasa yang digunakan mudah dipahami sehingga tidak terjadi konflik.

Diakhir acara pendampingan siswa kali ini dan evaluasi belajar bertumpu pada hasil Mid Semester Gasal 2025/2026, untuk hasil Penilaian Sumatif Tengah Semester PJBL TA. 2025/2026; terpilih lima siswa terbaik masing-masing Peringkat 1. atas nama Anna erna Elisabeth Apay; Peringkat 2. Ernesto Novelino Kulla; Peringkat 3. Junaita Pretty P.M. Dimpau; Peringkat 4. Lugagen Gwijangge dan Peringkat 5. adalah Olivia Gwijangge.
Tim Pendamping juga menilai kekompakan dan presentasi kelompok masing-masing baik itu yel-yel serta presentasi hasil diskusi sesuai dengan penugasan yang diberikan. Adapun peserta terbaik putra dan Putri yang dinilai dari segala aspek dan kontribusi nilai pada kelompoknya; Peserta Putri Terbaik Maria Makdalena Msiren sedangkan peserta terbaik putra adalah Pio Beto Bauw Maubak.*** @jhe saksono 002.
