Agenda tahunan Karnaval Paskah Kota Semarang 2026 diselenggarakan dengan meriah, tahun ini pada Jumat, 17 April 2026 melibatkan sekitar 15.000 lebih peserta. Acara ini menjadi simbol toleransi karena diikuti oleh berbagai komunitas gereja (Katolik dan Kristen) serta partisipasi kelompok lintas agama. Yayasan Binterbusih mendapat ajakan dari Panitia Paskah se Kota Semarang melalui undangan no.064/PASKAH-SMG/III/2026 yang ditandatangani panitia bersama Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK) Kevikepan Semarang, Romo FX. Suhanto, PR dan Pdt. Yeremia Supra Ketua BAMAGNAS Jawa Tengah.
Tema: “Paskah Memulihkan Harapan Semesta”; Rute Pawai dimulai dari kawasan bersejarah Kota Lama (Titik Nol KM / Gereja Blenduk), menyusuri Jalan Pemuda, dan berakhir di Balai Kota Semarang.
Untuk kali ini Timja Pelajar Yayasan Binterbusih mengikutsertakan para siswa kelas X-XII sebanyak 124 siswa-siswi dan 12 diantaranya adalah Tim Tari yang akan menari di depan panggung kehormatan pada kegiatan tersebut; Kegiatan karnaval paskah yang diikuti kali ini sebagai kegiatan pengganti Bina Iman yang selalu diselenggarakan setiap hari Jumat di Asrama Amor.
Menurut Bunda Ocha selaku koordinator acara mewakili para pamong dan pendamping siswa menyampaikan bahwa keterlibatan siswa SMA Asrama Amor Yayasan Binterbusih merupakan apresiasi iman para siswa untuk menumbuhkan pemahaman paskah bersama masyarakat se Kota Semarang. Adapun yang disajikan dan ditampilkan oleh para siswa dan Timja Pelajar Asrama Amor berupa Tarian Asli Papua, 1 unit mobil hias khas adat Papua, pernak-pernik dalam bentuk pakaian adat dan budaya Papua yang dikenakan oleh para siswa.
Tarian dan lagu-lagu khas Papua yang unik dan menarik akan disajikan saat parade siswa berjalan dari Kota Lama – Titik Nol didepan panggung kehormatan depan Kantor Pos Johar dan perjalanan menuju Gedung Balai Kota Semarang. Para penonton yang ada disepanjang jalan yang dilalui dapat menyaksikan tarian dan lagu khas Papua, meskipun ada kendala teknis soal sound system siswa tetap bersemangat dan menikmati kegembiraan paskah; Bebernya!!.
Pada karnaval paskah tersebut atraksi utama yang digelar berupa “Visualisasi drama teatrikal kisah sengsara (Jalan Salib) dan kebangkitan Yesus Kristus; Parade mobil hias dari berbagai instansi, sekolah, dan rumah sakit; Penampilan seni budaya, paduan suara, serta partisipasi dari kelompok disabilitas.
Disisi lain tersedia Fasilitas Publik Sepanjang rute karnaval, tersedia stan yang menawarkan layanan gratis seperti potong rambut dan pijat bagi warga yang menonton. Acara ini kembali digelar secara besar-besaran oleh Pemerintah Kota Semarang; kelanjutan karnaval tahun lalu yang diselenggarakan pada 23 Mei 2025 melibatkan sekitar 10.000 peserta.
Setibanya di Kantor Walikota Semarang Jalan Pemuda 148 Semarang, penonton dan peserta karnaval dapat menikmati jajanan yang digelar oleh UMKM Kota Semarang berupa makanan dan minuman. Sementara itu Tim Pelajar Yayasan Binterbusih menggelar spontanitas tarian Papua bersama-sama dengan penonton. Kegembiraan Paskah kali ini sungguh meriah dan saking terkesannya para penonton ada yang meminta foto bersama para pelajar yang menggunakan costum hitam dan membawa perlengkapan panah untuk berburu.
Tak ketinggalan seorang Romo bernama Romo Budi Purnomo, PR menyempatkan diri untuk foto bersama para siswa Papua dampingan Yayasan Binterbusih ***@jhe saksono 002.
